Cara Memilih Pipa Air yang Tepat

Jangan Salah Pilih! Ini Cara Memilih Pipa Air yang Tepat

Cara Memilih Pipa Air yang Tepat — Salah satu kesalahan yang jarang disadari banyak orang saat bangun rumah yaitu memilih pipa air yang tidak tepat dan tidak sesuai kebutuhan rumah mereka.

Kesalahan memilih pipa air biasanya baru disadari setelah proyek pembangunan rumah selesai. Hal ini tentunya mengharuskan mereka untuk membongkar ulang pemasangan pipa air agar tidak menimbulkan kesalahan yang lebih fatal.

Pekerjaan bongkar ulang pipa air membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Anda harus menyiapkan biaya sekitar Rp100.000 – Rp300.000 per meter.

Namun, estimasi biaya tersebut dapat berbeda tergantung lokasi dan material pipa yang Anda gunakan.

Dilansir Pusat HDPE, biaya pipa PVC sekitar Rp10.000 – Rp30.000 per meter, sedangkan pipa PPR sekitar Rp30.000 – Rp100.000 per meter.

Saat membeli pipa air baru jangan asal pilih hanya berdasarkan harga murah saja. Pastikan pipa air sesuai dengan:

  • Fungsi saluran
  • Jenis air
  • Tekanan air
  • Suhu lingkungan sekitar rumah

Agar tidak salah pilih pipa air, Anda bisa simak artikel MBD Kontraktor kali ini yang akan bahas lebih lengkap mengenai cara memilih pipa air yang tepat agar tidak salah pilih lagi!

Baca Juga : 9 Tahapan Membangun Rumah dari Nol hingga Siap Huni

Jangan Asal Pilih! Begini Cara Memilih Pipa Air yang Tepat

Jarang orang tahu kalau memilih pipa air ada caranya tersendiri. Penasaran, bagaimana cara memilih pipa air yang tepat sesuai kebutuhan rumah Anda?

Simak penjelasan lengkap cara memilih pipa air yang tepat berikut ini!

Memahami Jenis Saluran Utama di Rumah

Sebelum menentukan jenis pipa air, Anda perlu mengetahui kemana air akan dialirkan. Berikut 2 jenis saluran utama di rumah yang perlu Anda pahami!

Air Bersih

Air Buangan

Saluran air bersih berfungsi untuk mengalirkan air masuk ke dalam rumah.

Aliran air ini akan digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti:

  • Mandi
  • Mencuci baju/piring
  • Memasak
  • Kebutuhan rumah tangga lainnya

Air bersih biasanya dialirkan menggunakan pompa. Jadi, pipa yang digunakan harus bisa menahan tekanan air.

Berbeda dengan air bersih, saluran air buangan berfungsi untuk mengalirkan air bekas keluar dari rumah.

Adapun contohnya yaitu air bekas dari:

  • Wastafel
  • Kamar mandi
  • Dapur
  • Air hujan

Bisa disimpulkan kalau pipa air bersih dan buangan tidak sama. Keduanya memiliki fungsi dan karakteristik yang berbeda sehingga butuh jenis pipa yang sesuai kebutuhan.

Menggunakan Pipa AW untuk Aliran Air Bersih

Cara Memilih Pipa Air yang Tepat

Untuk saluran air bersih disarankan menggunakan pipa AW yang mana memiliki lapisan lebih tebal dibandingkan jenis pipa untuk saluran pembuangan air.

Ketebalan pipa AW lebih kuat menghadapi tekanan air, terutama saat air didorong menggunakan pompa.

Pipa AW biasanya lebih cocok untuk instalasi air yang mampu menahan tekanan secara terus menerus. Berikut beberapa karakteristik pipa AW, diantaranya:

  • Dinding pipa air lebih tebal
  • Lebih kuat menahan tekanan air
  • Cocok untuk saluran air bertekanan
  • Dapat digunakan pada instalasi air bersih dengan pompa

Jika sistem air di rumah Anda menggunakan pompa untuk mendorong air, Anda bisa gunakan pipa AW yang memang dirancang untuk menahan tekanan tersebut.

Menggunakan Pipa D untuk Aliran Air Buangan

Cara Memilih Pipa Air yang Tepat

Berbeda dengan pipa AW, pipa D dirancang khusus untuk sistem saluran air yang mengandalkan aliran gravitasi.

Pipa D cocok digunakan untuk mengalirkan air buangan dari berbagai area di rumah, contohnya seperti:

  • Buangan air wastafel
  • Buangan air kamar mandi
  • Saluran pembuangan air
  • Pembuangan air hujan

Menggunakan pipa D dapat mengalirkan air dari tempat yang lebih tinggi menuju tempat yang lebih rendah.

Pipa ini tidak dirancang untuk menerima tekanan tinggi dari pompa, pipa D sebaiknya digunakan sesuai fungsi.

Sebagai pengingat! Jangan menggunakan pipa D untuk saluran yang terus menerus mendapatkan tekanan dari pompa air.

Pemilihan jenis pipa yang sesuai sejak awal dapat membantu mengurangi risiko masalah pada instalasi air di kemudian hari.

Baca Juga : 7 Tahapan Membangun Rumah dari Awal Tanpa Salah Langkah

Menggunakan Pipa Air Sesuai Kebutuhan

Agar tidak salah memilih pipa air, Anda bisa lihat kegunaan pipa AW dan pipa D berikut ini:

Pipa AW

Pipa D

  • Untuk mengalirkan air bersih
  • Dapat menahan tekanan dari pompa air
  • Instalasi membutuhkan pipa yang mampu menahan tekanan
  • Digunakan sebagai saluran air buangan
  • Air mengalir dengan sistem gravitasi
  • Digunakan untuk buangan wastafel, kamar mandi, atau air hujan

Dengan mengetahui perbedaan pipa AW dan pipa D, Anda tidak hanya memilih pipa berdasarkan ukuran atau harga, namun juga berdasarkan fungsi dan kondisi instalasinya.

Jangan Memilih Pipa Air Berdasarkan Harga

Untuk proyek pembangunan rumah, pemilihan material sebaiknya tidak hanya fokus pada harga pipa yang murah saja.

Pipa air merupakan bagian dari sistem instalasi yang sebagian besar berada di balik dinding, lantai, atau plafon sehingga cukup sulit diperbaiki jika ada masalah di kemudian hari.

Maka dari itu, pilihlah pipa air sesuai fungsi agar menghindari pekerjaan bongkar ulang yang membutuhkan biaya dan waktu tambahan.

Selain jenis pipa, cek juga ukuran pipa, kebutuhan debit air, tekanan sistem, jalur instalasi, dan kualitas materialnya.

Jika Anda ragu, bisa konsultasikan kebutuhan instalasi dengan tenaga kerja profesional agar jenis pipa yang digunakan sesuai dengan kondisi rumah Anda.

Memilih Pipa Air Sesuai Fungsinya

Cara Memilih Pipa Air yang Tepat

Cara memilih pipa air yang tepat yaitu menggunakan pipa sesuai fungsi dan alirannya.

AW → untuk air bertekanan
D → untuk air buangan/gravitasi

Jangan sampai kesalahan kecil saat menentukan jenis pipa air justru menimbulkan masalah instalasi di kemudian hari.

Saat membangun rumah, hal-hal kecil seperti pemilihan pipa air juga perlu direncanakan sejak awal.

Dengan perencanaan yang tepat, sistem air di rumah dapat bekerja lebih optimal dan risiko perbaikan akibat kesalahan instalasi bisa diminimalisir.

Kesimpulan

Cara memilih pipa air yang tepat harus disesuaikan dengan fungsi, jenis air, ukuran, material, dan kondisi instalasi. Dengan pilihan yang sesuai, aliran air jadi lebih optimal dan risiko kebocoran dapat dihindari.

Masih bingung memilih pipa air untuk rumah Anda? Konsultasikan kebutuhan instalasi Anda bersama MBD Kontraktor agar bisa menentukan jenis pipa yang tepat sejak awal.

Baca Juga : Tahapan dalam Membangun Rumah Impian Tanpa Salah Langkah!

Pertanyaan Umum (FAQ)

Bagaimana cara memilih pipa air yang tepat?

Sesuaikan pipa air dengan fungsi pipa, jenis air, tekanan, dan kondisi instalasi.

Apa jenis pipa air yang biasanya digunakan di rumah?

Ada beberapa jenis pipa air yang biasanya digunakan di rumah yaitu PVC, PPR, dan HDPE.

Apakah pipa air bersih dan pipa buangan sama?

Tidak sama. Keduanya memiliki fungsi dan kebutuhan instalasi yang berbeda.

Apakah ukuran pipa dapat mempengaruhi aliran air?

Ya. Ukuran pipa perlu disesuaikan dengan kebutuhan debit dan tekanan air.

Kapan pipa air perlu diganti?

Saat pipa mengalami kebocoran, kerusakan, korosi, atau kualitas aliran mulai menurun.