6 Cara Mengatur Keuangan Saat Renovasi Biar Tidak Boncos!

5
(6778)

Cara Mengatur Keuangan Saat Renovasi — Renovasi membutuhkan biaya yang tidak sedikit, terlebih lagi jika proyeknya termasuk kategori perbaikan mayor yang mengubah struktur bangunan.

Makanya penting sekali untuk membuat perencanaan matang, termasuk membuat RAB yang detail dan rinci agar bisa disesuaikan dengan budget yang Anda miliki.

Bisa dibilang dari sekian banyaknya dokumen dalam proyek konstruksi, RAB merupakan salah satu dokumen paling penting karena bisa mengontrol keuangan agar tidak mengalami over budget.

Untuk membuat RAB, Anda bisa gunakan kontraktor profesional dan terpercaya seperti MBD Kontraktor, agar isi RAB nya lebih transparan dan Anda bisa tahu mengenai kebutuhan serta kemana saja uangnya dikeluarkan.

Selain perlu membuat RAB, ada beberapa cara lain yang bisa Anda lakukan untuk mengatur keuangan saat renovasi sehingga tidak mengalami boncos atau pembengkakan biaya saat proyek sedang berlangsung.

Kalau bingung gimana cara mengatur keuangan saat renovasi, Anda bisa simak artikel MBD Kontraktor kali ini, ya!

Selain membahas cara mengatur keuangan saat renovasi, artikel kali ini juga akan bahas apa saja yang harus dihindari saat renovasi biar tidak mengalami boncos.

Simak kedua pembahasan tersebut lebih lengkap berikut ini!

Baca Juga: Cara Tepat Renovasi Rumah dengan Budget Terbatas

Cara Mengatur Keuangan Saat Renovasi yang Tepat!

Seperti yang Anda tahu, kalau renovasi mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Maka dari itu, Anda perlu cari tahu bagaimana cara mengatur keuangan saat renovasi agar tidak boncos.

Terkadang, banyak orang yang sudah dibuatkan RAB namun tetap mengalami pembengkakan biaya karena mengeluarkan uang untuk membeli hal-hal yang tidak terlalu penting untuk proyek renovasinya.

Alhasil, selama proyek renovasi berlangsung mengalami biaya bengkak dan harus ambil uang di tabungan yang digunakan untuk keperluan lain.

Biar tidak boncos, Anda bisa simak beberapa cara berikut untuk mengatur keuangan saat renovasi berlangsung:

Tentukan Tujuan Renovasi dari Awal

Cara yang satu ini perlu dan wajib Anda lakukan sebelum memulai renovasi, yaitu tentukan tujuannya renovasi dengan jelas dari awal.

Apakah Anda ingin memperbaiki fungsi ruang, mempercantik tampilan, atau memperbaiki kerusakan struktural pada bangunan?

Dengan adanya tujuan yang jelas dapat membantu Anda menentukan prioritas pekerjaan renovasi. Selain itu, Anda juga tidak mudah menambah atau merubah pekerjaan yang sebenarnya belum mendesak.

Perlu Anda ketahui kalau renovasi mayor seperti memperkuat pondasi bangunan, memperbaiki atap bocor, atau mengganti instalasi listrik bisa Anda jadikan prioritas utama dibandingkan renovasi perbaikan tampilan bangunan.

Menyusun Anggaran Secara Rinci & Realistis

Cara Mengatur Keuangan Saat Renovasi

Kesalahan yang paling sering dilakukan oleh orang-orang saat renovasi yaitu menyusun anggaran hanya berdasarkan perkiraan kasar saja.

Padahal, idealnya anggaran renovasi harus disusun secara rinci, mulai dari biaya material, upah tukang, hingga biaya lainnya seperti pengantaran material atau pembersihan sisa renovasi.

Anda bisa pisahkan anggaran renovasi ke dalam beberapa kategori, misalnya pekerjaan struktur, finishing, instalasi listrik dan air, atau furniture maupun perlengkapan tambahan.

Anggaran yang disusun secara rinci mempermudah Anda untuk melihat pengeluaran mana yang paling besar dan mana yang harus disesuaikan agar lebih hemat biaya.

Menyiapkan Dana Cadangan

Proyek renovasi tidak mungkin bisa berjalan 100% sesuai rencana. Pasti ada saja kerusakan tersembunyi yang tidak ditemukan di awal seperti rangka atap yang lapuk, dinding lembab, atau instalasi lama yang harus diganti.

Maka dari itu, Anda perlu menyiapkan dana cadangan agar bisa mengantisipasi kerusakan-kerusakan tersembunyi.

Saat menyiapkan dana cadangan disarankan siapkan 10-20% dari total anggaran renovasi.

Perlu Anda tahu, kalau dana cadangan ini bukan untuk menambah desain, tapi sebagai solusi kalau ada kebutuhan yang mendesak di luar rencana awal.

Dengan adanya dana cadangan, Anda tidak perlu mengutang, mengambil tabungan, atau menghentikan proyek di tengah jalan.

Membuat Skala Prioritas Renovasi

Cara Mengatur Keuangan Saat Renovasi

Tidak semua bagian rumah harus direnovasi sekaligus bersamaan. Kalau Anda punya dana terbatas, maka perlu buat skala prioritas renovasi.

Anda harus dahulukan pekerjaan renovasi yang berhubungan dengan keamanan, kenyamanan, dan fungsi utama bangunan.

Contohnya, Anda melakukan renovasi atap bocor dan sistem drainase terlebih dahulu dibandingkan mengganti keramik dengan motif baru.

Dengan melakukan renovasi bertahap jauh lebih aman dari segi finansial daripada memaksakan semua pekerjaan renovasi dilakukan sekaligus.

Hindari Mengubah Desain

Mengubah desain saat renovasi sedang berlangsung merupakan salah satu penyebab utama biaya jadi membengkak. Tidak hanya biaya, tiap ada perubahan pasti berdampak pada material, waktu kerja, dan lainnya.

Maka dari itu, sebelum renovasi dilakukan pastikan desain yang Anda pilih benar-benar matang. Anda bisa konsultasi bersama arsitek atau kontraktor agar semua kebutuhan mengenai desain terpenuhi dari awal.

Semakin minim revisi renovasi, semakin kecil potensi adanya biaya tambahan!

Pilih Kontraktor dengan Sistem Kerja Jelas

Menggunakan kontraktor dengan sistem kerja jelas dan transparan sangat membantu Anda untuk mengatur keuangan saat renovasi.

Pastikan Anda mendapatkan RAB yang detail, termasuk spesifikasi material yang digunakan hingga tahapan pekerjaannya.

Dengan adanya RAB jelas, Anda bisa pantau apakah pengeluaran masih sesuai dengan rencana atau melewati batas anggaran.

Sistem kerja yang jelas mempermudah Anda mengontrol kualitas pekerjaan para tukang di lapangan tanpa perlu rutin mengawasi langsung di lapangan.

Baca Juga: Renovasi Bertahap: Cara Pintar Hemat Biaya Saat Budget Terbatas

Hindari ini Kalau Tidak Mau Biaya Renovasi Boncos!

Setelah mengetahui beberapa cara mengatur keuangan saat renovasi, Anda juga perlu tahu apa saja yang harus dihindari saat renovasi berlangsung agar tidak mengalami boncos dan keuangan tetap stabil.

Berikut ini beberapa hal yang harus Anda hindari biar biaya renovasi tidak boncos:

Mengabaikan Kondisi Struktur Bangunan

Banyak orang hanya fokus pada tampilan akhir tanpa memperhatikan kondisi struktur bangunan lama, seperti retak, pondasi bangunan tidak kokoh, atau instalasi lama yang sudah tidak layak.

Padahal, masalah struktur bangunan yang tidak ditangani dengan segera bisa menimbulkan kerusakan yang lebih besar di kemudian hari. Alhasil, biaya renovasi jadi lebih mahal.

Memilih Material dengan Harga Murah

Cara Mengatur Keuangan Saat Renovasi

Sering orang memilih material dengan harga murah karena bisa menghemat biaya, namun kualitasnya kurang bagus dan akhirnya harus mengeluarkan biaya perbaikan dan menggantinya.

Adapun contohnya seperti cat dinding yang mudah pudar atau mengelupas, atau keramik tipis yang mudah rusak.

Daripada memilih material dengan harga murah, lebih baik memilih material dengan kualitas bagus sesuai fungsi ruangan. Pemilihan material tentunya punya andil untuk menekan biaya jangka panjang.

Mengikuti Tren Tanpa Mempertimbangkan Fungsi

Banyak orang mengikuti tren tanpa cari tahu terlebih dahulu apakah desain tersebut sesuai kebutuhan, fungsi, dan kondisi bangunan atau tidak.

Biasanya mereka menambah dekorasi atau fitur tertentu hanya karena sedang populer, tanpa mempertimbangkan ketiga hal tersebut dan biaya perawatan.

Desain yang terlalu rumit seringkali membutuhkan material dan pengerjaan dengan biaya yang lebih mahal.

Maka dari itu, fokuslah pada fungsi, kenyamanan, dan kebutuhan jangka panjang, bukan sekadar tampilan yang sedang tren.

Baca Juga: Renovasi Rumah Subsidi: Tips dan Biaya yang Harus Dipersiapkan

Tidak Rutin Melakukan Pengawasan

Menyerahkan renovasi sepenuhnya tanpa pengawasan juga berisiko. Tanpa adanya pengawasan, kualitas pekerjaan bisa menurun, material yang digunakan tidak sesuai spesifikasi, atau volume pekerjaan tidak sesuai kesepakatan.

Dengan pengawasan berkala membantu memastikan renovasi berjalan sesuai rencana, baik dari sisi kualitas maupun anggaran.

Nah, itulah beberapa hal yang harus Anda hindari saat renovasi rumah agar tidak mengalami biaya membengkak dan berakhir jadi boncos.

Selain harus cari tahu cara mengatur keuangan saat renovasi, Anda juga perlu mencari jasa kontraktor pilihan yang berpengalaman merenovasi.

Anda bisa percayakan MBD Kontraktor untuk renovasi rumah agar lebih nyaman dan aman.

Tertarik bekerja sama dengan MBD Kontraktor? Anda bisa langsung klik KONSULTASI GRATIS sekarang untuk memulai konsultasi bersama tim kami!

Seberapa bermanfaat postingan ini untuk Anda?

Klik bintang untuk memberikan penilaian Anda!

Berdasarkan penilaian 6778 orang, rating rata-rata saat ini: 5

Belum ada yang memberi suara. Jadilah yang pertama menilai postingan ini!

Karena kamu merasa tulisan ini bermanfaat...

Ikuti kami juga di media sosial, yuk!

Mohon maaf jika artikel ini kurang membantu

Bantu kami jadi lebih baik!

Apa yang bisa kami perbaiki dari tulisan ini?

Farah Fadhillah Khairani
Farah Fadhillah Khairani