Cara Renovasi Rumah Pasca Banjir yang Aman Tanpa Over Budget!

5
(7889)

Renovasi Rumah Pasca Banjir — Banjir merupakan salah satu bencana alam yang sangat merugikan lingkungan, seperti para petani gagal panen hingga lahan sawah yang terendam banjir.

Selain merugikan lingkungan, banjir juga merugikan banyak orang, khususnya bagi orang-orang yang punya rumah dekat sungai maupun lautan.

Biasanya rumah yang dekat dengan sungai lebih rentan mengalami banjir karena air sungai cepat meluap dan masuk ke dalam rumah ketika musim hujan tiba.

Bencana banjir tentunya menimbulkan kerugian secara finansial karena banyak kerusakan yang terjadi pada bagian dalam maupun luar rumah yang harus diperbaiki, dan tentunya membutuhkan biaya tidak sedikit.

Tidak hanya tiap sudut rumah yang mengalami kerusakan, furniture rumah seperti lemari, kursi, hingga meja juga ikut rusak karena terendam air banjir.

Bisa dibilang butuh waktu yang lama untuk menunggu air banjir surut, tergantung ketinggian airnya. Semakin tinggi air banjir yang masuk ke dalam rumah, semakin lama surutnya.

Jika air banjir sudah surut, Anda harus segera lakukan bersih-bersih rumah agar tidak ada lumpur yang mengendap di dalam rumah.

Selagi membersihkan rumah pasca banjir, Anda bisa cek tiap sudut rumah untuk cari tahu apakah ada kerusakan yang harus direnovasi atau tidak.

Kalau memang ada kerusakan, entah itu dinding yang lembab atau kusen pintu yang susah ditutup, Anda bisa segera lakukan renovasi rumah pasca banjir agar kerusakannya tidak semakin parah.

Tentunya ada cara khusus untuk melakukan renovasi rumah pasca banjir. Anda bisa simak artikel MBD Kontraktor kali ini sampai selesai untuk cari tahu caranya, ya!

Baca Juga: Cara Renovasi Rumah Kecil Agar Lebih Luas Tanpa Over Budget

Jangan Asal Renovasi Rumah Pasca Banjir! Ini 5 Cara Renovasi yang Tepat

Seperti di pembahasan sebelumnya, untuk melakukan renovasi rumah pasca banjir tidak bisa dilakukan sembarangan, ada cara khususnya. Terlebih lagi kasusnya diakibatkan air yang masuk ke dalam rumah.

Berikut ini 5 cara yang bisa Anda lakukan untuk renovasi rumah pasca banjir!

Pastikan Kondisi Rumah Sudah Kering

Cara pertama yang sering diabaikan oleh pemilik rumah saat merenovasi rumah pasca banjir yaitu tidak memastikan kondisi rumah sudah kering total atau belum.

Disarankan jangan langsung mengecat, menambal, atau memasang ulang material kalau dinding dan lantai masih lembab.

Hal tersebut dikarenakan masih ada air yang “terperangkap” dalam struktur bangunan dan bisa menyebabkan jamur, bau apek, dan kerusakan material lainnya.

Jika rumah belum kering total, Anda harus buka semua ventilasi, pintu, dan jendela untuk mempercepat sirkulasi udara. Anda bisa gunakan kipas atau blower agar lebih cepat keringnya.

Kalau rumah Anda terendam air banjir cukup lama, proses pengeringan rumah bisa membutuhkan waktu selama beberapa hari hingga minggu tergantung kondisi cuaca dan material bangunan yang digunakan.

Cek Struktur Bangunan Secara Keseluruhan

Sebelum melakukan renovasi rumah pasca banjir, Anda perlu lakukan cek struktur bangunan secara keseluruhan. Periksa bagian dinding, kolom, balok, dan lantai untuk memastikan tidak ada retakan, pengelupasan beton, dan kerusakan lainnya.

Biasanya untuk retak rambut pada dinding masih bisa ditangani sendiri. Namun kalau retakannya besar, dinding miring, atau lantai turun lebih baik Anda menggunakan jasa kontraktor profesional seperti MBD Kontraktor untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Jika Anda hanya memperbaiki tampilan rumah tanpa memperbaiki struktur bangunan yang ada memperparah kondisi kerusakannya.

Membongkar Material yang Sudah Rusak

renovasi rumah pasca banjir

Biasanya kalau banjir, tidak semua bagian rumah bisa diselamatkan. Ada beberapa material yang harus dibongkar agar kerusakannya tidak menyebar, seperti:

  • Plafon gypsum atau triplek yang menggelembung
  • Cat dinding yang mengelupas
  • Lantai kayu yang melengkung
  • Lemari tanam atau kitchen set berbahan kayu partikel

Jika Anda mempertahankan material yang rusak hanya akan menimbulkan jamur, rayap, dan bau lembab yang sulit dihilangkan.

Cek Instalasi Listrik & Plumbing

Pengecekan instalasi listrik merupakan bagian paling penting setelah banjir. Kabel, stop kontak, dan panel listrik yang terendam banjir berisiko mengalami korsleting dan membahayakan penghuni rumah.

Maka dari itu, sebelum mengungsi ke tempat lain, Anda harus matikan semua aliran listrik agar tidak menimbulkan masalah baru.

Anda perlu mengganti kabel yang terendam banjir, stop kontak, dan periksa MCB serta grounding.

Untuk instalasi plumbing, Anda bisa cek apakah ada pipa yang bocor, sambungan yang lepas, atau saluran pembuangan yang tersumbat lumpur?

Menggunakan Material Tahan Air

Kesalahan yang paling sering terjadi saat renovasi rumah pasca banjir yaitu para pemilik rumah menggunakan material seperti sebelumnya. Padahal, lebih disarankan menggunakan material yang lebih tahan air dan tidak mudah lembab.

Ada beberapa pilihan material yang bisa Anda gunakan, di antaranya:

  • Cat dinding anti lembab dan anti jamur
  • Keramik atau granit untuk lantai dibanding lantai kayu
  • Plafon PVC atau GRC dibanding gypsum biasa
  • Pintu dan kusen aluminium atau UPVC

Dengan pemilihan material yang tepat mungkin sedikit lebih mahal, namun bisa lebih hemat untuk jangka panjang!

Atur Ulang Tata Ruang

Kalau rumah Anda berada di daerah yang rawan banjir, maka Anda perlu pertimbangkan kembali untuk mengatur ulang tata ruang saat melakukan renovasi.

Contohnya, meninggikan lantai, memindahkan ruang penyimpanan ke area yang lebih tinggi, atau jangan menggunakan furniture “tanam” di area rendah.

Cara ini sering diabaikan banyak orang, padahal cukup berpengaruh terhadap kenyamanan dan keamanan rumah di masa depan.

Itulah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk renovasi rumah pasca banjir. Selain harus mengetahui cara renovasi tersebut, Anda juga perlu tahu beberapa kerusakan yang disebabkan banjir.

Simak beberapa kerusakan tersebut di pembahasan berikut ini, ya!

Baca Juga: Cara Membuat Timeline Renovasi Rumah Agar Tidak Over Budget

4 Kerusakan Pada Bangunan Rumah yang Disebabkan Banjir

Bencana banjir tidak hanya merusak bagian dinding rumah ataupun kusen pintu saja, ada kerusakan lainnya yang disebabkan bencana tersebut.

Berikut ini beberapa kerusakannya yang perlu Anda ketahui:

Kerusakan Struktur Pondasi Rumah

renovasi rumah pasca banjir

Salah satu dampak yang paling bahaya dari banjir yaitu kerusakan pada pondasi bangunan rumah.

Air banjir yang merendam tanah dalam waktu lama bisa menyebabkan pergeseran tanah di bawah bangunan. Kondisi ini membuat tanah jadi menurun sehingga pondasi bangunan rumah tidak stabil.

Pada kasus tertentu, biasanya banjir dapat menggerus tanah di sekitar pondasi, terlebih lagi jika aliran air cukup deras.

Akibatnya, muncul retakan pada dinding, lantai jadi miring, hingga pintu dan jendela jadi sulit dibuka atau ditutup.

Kerusakan pada pondasi rumah termasuk kategori berat karena berhubungan langsung dengan keselamatan penghuni rumah.

Dinding Rumah Retak & Lembab

Dinding rumah yang terbuat dari bata merah, batako, atau beton cukup rentan terhadap air banjir. Saat rumah terendam banjir, air akan meresap ke dalam pori-pori material dinding.

Kalau proses pengeringannya tidak dilakukan dengan benar, yang ada dinding jadi lembab dalam waktu lama.

Kondisi lembab ini dapat menimbulkan berbagai masalah seperti cat mengelupas, munculnya bercak putih, hingga jamur dan lumut.

Dalam jangka panjang, dinding juga bisa mengalami retak rambut hingga retakan besar akibat perubahan sifat material dan penyusutan yang tidak merata.

Baca Juga: Cara Tepat Renovasi Rumah dengan Budget Terbatas

Kerusakan Pada Lantai Rumah

renovasi rumah pasca banjir

Lantai rumah sering kali menjadi bagian pertama yang terdampak banjir. Air yang menggenang dapat menyebabkan keramik terangkat, nat lantai rusak, atau permukaan lantai menjadi bergelombang.

Jika lantai berbahan kayu atau parket, kerusakan bisa lebih parah karena material tersebut mudah mengembang dan melengkung saat terkena air.

Selain itu, air banjir biasanya membawa lumpur dan kotoran yang dapat meresap ke celah lantai. Jika tidak dibersihkan secara menyeluruh, lantai dapat mengeluarkan bau tidak sedap dan menjadi sarang bakteri.

Pintu, Jendela & Furniture Rusak

Pintu dan jendela berbahan kayu atau MDF sering membengkak setelah terendam air banjir.

Akibatnya, pintu menjadi seret, tidak bisa ditutup rapat, atau bahkan berubah bentuk. Engsel dan aksesoris logam juga berisiko berkarat.

Furniture rumah seperti lemari, kitchen set, dan kabinet bawah biasanya mengalami kerusakan cukup parah karena posisinya dekat dengan lantai.

Jika tidak segera direnovasi, furniture tersebut bisa menjadi sumber jamur dan bau tidak sedap di dalam rumah.

Nah, itulah 4 kerusakan yang biasanya sering terjadi karena terkena banjir. Bagi Anda yang ingin renovasi rumah pasca banjir, bisa banget buat renovasi bersama MBD Kontraktor!

MBD Kontraktor telah berpengalaman dan punya tim sekaligus tukang yang ahli dalam bidang renovasi rumah.

Proses renovasi dijamin aman dengan biaya transparan, sehingga Anda tidak perlu khawatir dengan hasilnya.

Tertarik menggunakan jasa renovasi dari MBD Kontraktor? Anda bisa langsung klik 👉 KONSULTASI GRATIS sekarang untuk mulai konsultasi bersama tim ahli kami!

Seberapa bermanfaat postingan ini untuk Anda?

Klik bintang untuk memberikan penilaian Anda!

Berdasarkan penilaian 7889 orang, rating rata-rata saat ini: 5

Belum ada yang memberi suara. Jadilah yang pertama menilai postingan ini!

Karena kamu merasa tulisan ini bermanfaat...

Ikuti kami juga di media sosial, yuk!

Mohon maaf jika artikel ini kurang membantu

Bantu kami jadi lebih baik!

Apa yang bisa kami perbaiki dari tulisan ini?

Farah Fadhillah Khairani
Farah Fadhillah Khairani