Cara Hitung Biaya Bangun Rumah yang Baik dari Nol Sampai Finishing

Hitung Biaya Bangun Rumah yang Baik
5
(2400)

Hitung Biaya Bangun Rumah yang Baik — Seperti yang Anda ketahui kalau bangun rumah butuh banyak biaya, terlebih jika Anda berencana mau bangun rumah tingkat dengan menggunakan konsep hunian yang cukup rumit.

Makanya, sebelum bangun rumah penting sekali menghitung biaya pembangunan terlebih dahulu secara rinci agar hasilnya akurat dan sesuai budget sekaligus kebutuhan di lapangan.

Hitung biaya bangun rumah yang baik tidaklah semudah yang Anda bayangkan. Anda perlu rincikan biaya tiap komponen, bisa dibilang ada cara khusus yang harus Anda tahu agar perhitungannya lebih akurat dan tidak melesat.

Bagi Anda yang ingin tahu gimana cara hitung biaya bangun rumah yang baik, Anda bisa simak artikel MBD Kontraktor kali ini sampai selesai agar lebih mudah menghitung biaya pembangunan!

Baca Juga : Cara Mudah Hitung Biaya Bangun Rumah Online untuk Pemula!

Jangan Asal Hitung! Begini Cara Hitung Biaya Bangun Rumah yang Baik

Biaya bangun rumah tidak hanya sekedar tahu total anggarannya saja, Anda juga perlu cari tahu rincian biayanya secara detail sehingga tahu kebutuhan mana saja yang memerlukan biaya yang banyak dan bagian mana saja yang biayanya bisa dihemat.

Agar tidak salah hitung, berikut ini cara hitung biaya bangun rumah yang baik dari awal pembangunan sampai finishing!

Menentukan Luas & Konsep Bangunan Rumah

Hitung Biaya Bangun Rumah yang Baik

Cara pertama yang perlu Anda lakukan saat hitung biaya bangun rumah yaitu menentukan luas bangunan rumah yang akan dibangun. Luas tersebut jadi dasar utama untuk menghitung biaya pembangunan rumah. Berikut contohnya:

Luas tanah: 120 m²
Luas bangunan: 80 m²

Selain menentukan luas bangunan, Anda juga perlu tentukan konsep bangunan rumah yang akan digunakan. Apakah minimalis, modern, atau klasik?

Perlu Anda ingat, semakin rumit desain yang dipilih, semakin mahal biaya per meter perseginya. Berikut contoh yang bisa dijadikan gambaran:

Rumah standarRp3.000.000 – Rp4.000.000//m²
Rumah menengahRp4.000.000-Rp6.000.000//m²
Rumah premium Rp6.000.000//m² atau lebih

Menghitung Estimasi Biaya Kasar

Cara yang biasanya digunakan saat hitung biaya bangun rumah yaitu menggunakan harga per meter persegi, adapun contohnya yaitu:

Luas bangunan: 80 m²
Harga per m²: Rp4.000.00080 x Rp4.000.000 = Rp320.000.000

Hanya saja, perhitungan tersebut masih estimasi kasar. Untuk hasil yang lebih akurat, Anda perlu hitung secara rinci sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB)

Hitung Biaya Bangun Rumah yang Baik

RAB merupakan dokumen penting yang isinya rincian lengkap seluruh biaya pembangunan rumah mulai dari pekerjaan awal hingga finishing. Adapun komponen utama dalam RAB yaitu:

Pekerjaan Persiapan

  • Pembersihan lahan
  • Pengukuran dan bouwplank
  • Mobilisasi alat dan material
Pekerjaan Struktur Bangunan

  • Pondasi
  • Sloof
  • Kolom dan balok
  • Plat lantai

Tahap pekerjaan ini membutuhkan biaya sekitar 30% – 40% dari total biaya pembangunan.

Pekerjaan Dinding & Atap

  • Pemasangan bata / hebel
  • Plester & aci
  • Rangka atap
  • Penutup atap
Pekerjaan Instalasi

  • Listrik
  • Air bersih dan kotor
  • Drainase
Pekerjaan Finishing

  • Keramik/lantai
  • Pengecatan
  • Plafon
  • Pintu & jendela

Tahap finishing membutuhkan sekitar 25% – 35% dari total biaya pembangunan, namun tergantung kualitas material yang digunakan.

Pilih Material Sesuai Budget

Jarang orang tahu, kalau material sangat mempengaruhi total biaya pembangunan. Maka dari itu, Anda perlu sesuaikan kualitas material dengan budget Anda.

💡Tips penting
Anda harus keluarkan budget lebih besar pada struktur bangunan karena menyangkut kekuatan bangunan rumah. Untuk finishing, Anda bisa sesuaikan tanpa harus mengorbankan kualitas.

Menghitung Upah Tenaga Kerja

Hitung Biaya Bangun Rumah yang Baik

Ada 2 sistem yang bisa Anda pilih dan gunakan untuk menghitung upah tenaga kerja, diantaranya:

Sistem Borongan

  • Sudah termasuk upah tenaga kerja
  • Lebih praktis

Resikonya yaitu kualitas tergantung kontraktor.

Sistem Harian 

  • Dibayar per hari
  • Lebih fleksibel
  • Perlu pengawasan ketat

Menyiapkan Biaya Tak Terduga

Cara yang satu ini sering diabaikan banyak orang, padahal sangat penting dalam biaya pembangunan. Saat hitung biaya bangun rumah, Anda perlu siapkan biaya tak terduga sekitar 10% – 15% dari total anggaran.

Dengan menyiapkan biaya tak terduga, Anda bisa terhindar dari pembengkakan biaya. Sebenarnya, ada beberapa faktor yang bisa menimbulkan biaya tak terduga, diantaranya:

  • Perubahan desain mendadak
  • Kondisi di lapangan
  • Kenaikan harga material

Menggunakan Timeline Pembangunan

Hitung Biaya Bangun Rumah yang Baik

Timeline pembangunan rumah juga mempengaruhi biaya bangun rumah. Semakin lama proyeknya berjalan, semakin besar potensi mengalami pembengkakan biaya. Berikut contoh timelinenya:

Persiapan butuh 1-2 minggu
Pengerjaan struktur bangunan butuh 1-2 bulan
Tahap finishing butuh 2-3 bulan

Maka dari itu, pastikan timeline kerja jelas agar proyek tidak molor.

Baca Juga : 6 Tips Hitung Biaya Bangun Rumah Biar Gak Boncos Ratusan Juta!

3 Kendala yang Menyebabkan Biaya Bangun Rumah Bengkak

Setelah mengetahui gimana cara hitung biaya bangun rumah yang baik, Anda juga perlu tahu beberapa kendala yang bisa menyebabkan biaya pembangunan membengkak.

Dilansir Kontraktor Hijau, ada 3 kendala yang menyebabkan biaya pembangunan bisa bengkak, diantaranya:

Perubahan/Permintaan yang Mendadak

Banyak orang sering meminta perubahan mendadak saat proyek sedang berlangsung. Padahal permintaan tersebut bisa menyebabkan biaya pembangunan jadi membengkak karena harus merubah:

  • Desain
  • Material
  • Tenaga kerja

Untuk menghindari kesalahan ini, disarankan menggunakan kontraktor profesional yang memang punya tim ahli berpengalaman di bidang konstruksi. Biasanya, kontraktor sudah paham dan mampu memahami kebutuhan klien.

Proyek Pembangunan Mangkrak

Proyek bangun rumah yang mangkrak bisa menjadi salah satu penyebab mengapa biaya bangun rumah membengkak.

Maka dari itu, jangan sampai anggaran pembangunan kurang saat proses pembangunan berlangsung. Jika Anda mengalami kekurangan dana, yang ada proyek jadi berhenti di tengah jalan.

Saat proyek mengalami mangkrak, maka biaya yang dikeluarkan jadi bertambah karena 2 hal berikut:

  • Material yang sudah terpasang beresiko mengalami kerusakan karena bangunan rumah terbengkalai tanpa perawatan, sehingga perlu beli material tambahan untuk memperbaikinya
  • Harga material yang terus naik dari waktu ke waktu buat total biaya pembangunan jadi melesat, tidak sesuai rencana awal

Salah Pilih Kontraktor

Salah pilih kontraktor bisa menjadi penyebab mengapa biaya pembangunan membengkak. Kontraktor nakal bisa saja mark-up anggaran tanpa sepengetahuan Anda.

Lebih parahnya lagi, ada kontraktor yang sengaja menunda timeline pengerjaan atau memberikan jawaban palsu setiap ditanya soal proses proyek pembangunan.

Kesimpulan

Untuk melakukan hitung biaya bangun rumah yang baik harus dimulai dari perencanaan yang matang, mulai dari menentukan luas bangunan, membuat estimasi kasar, hingga menyusun RAB secara detail.

Selain itu, pemilihan material, sistem tenaga kerja, dan pengawasan proyek juga sangat mempengaruhi total biaya.

Dengan perhitungan yang tepat dan kontrol yang baik, Anda bisa bangun rumah impian tanpa khawatir biaya membengkak di tengah jalan.

Jika Anda ingin bangun rumah sesuai budget, bisa percayakan MBD Kontraktor yang memang berpengalaman dan telah dipercaya banyak keluarga di kota Medan untuk mewujudkan hunian impian mereka.

Tertarik untuk diskusi lebih lanjut? Anda bisa konsultasi GRATIS sekarang juga bersama tim profesional kami!

Baca Juga : 7 Aplikasi Hitung Biaya Bangun Rumah Gratis & Wajib Dicoba

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apakah cukup menghitung biaya bangun rumah dari harga per meter persegi?

Tidak cukup. Harga per meter persegi hanya memberikan estimasi kasar saja. Untuk hasil yang akurat, Anda tetap perlu membuat RAB yang rinci mulai dari struktur hingga finishing.

Berapa persen biaya terbesar dalam pembangunan rumah?

Biasanya biaya terbesar ada pada struktur (sekitar 30–40%) dan finishing (25–35%). Keduanya sangat mempengaruhi total anggaran, terutama jika spesifikasi material yang digunakan premium.

Lebih hemat pakai sistem borongan atau harian?

Tergantung kondisi. Sistem borongan lebih praktis dan terkontrol dari sisi waktu, sedangkan sistem harian bisa lebih fleksibel namun perlu pengawasan ketat agar biaya tidak membengkak.

Kenapa harus menyiapkan biaya cadangan?

Biaya cadangan penting untuk mengantisipasi hal tak terduga seperti kenaikan harga material, perubahan desain, atau kendala di lapangan. Idealnya, siapkan 10–15% dari total anggaran.

Apakah biaya finishing bisa dihemat?

Bisa. Anda bisa menyesuaikan jenis material seperti keramik, cat, atau plafon tanpa mengurangi fungsi utama. Namun, tetap prioritaskan kualitas pada bagian struktur agar bangunan tetap aman dan kuat.

Seberapa bermanfaat postingan ini untuk Anda?

Klik bintang untuk memberikan penilaian Anda!

Berdasarkan penilaian 2400 orang, rating rata-rata saat ini: 5

Belum ada yang memberi suara. Jadilah yang pertama menilai postingan ini!

Karena kamu merasa tulisan ini bermanfaat...

Ikuti kami juga di media sosial, yuk!

Mohon maaf jika artikel ini kurang membantu

Bantu kami jadi lebih baik!

Apa yang bisa kami perbaiki dari tulisan ini?