Stop Asal Renov! Ini Perencanaan Renovasi Rumah yang Sering Diabaikan

5
(6778)

Perencanaan Renovasi Rumah — Renovasi rumah juga butuh perencanaan yang matang dan detail sejak awal agar pengerjaan berlangsung lancar tanpa kendala dan terhindar dari pembengkakan biaya di tengah jalan.

Terlebih lagi kalau Anda ingin renovasi mayor yang sampai mengubah struktur bangunan, tentunya butuh persiapan dan perencanaan yang matang karena proyek tersebut sangat berisiko.

Perlu Anda ketahui, kalau perencanaan renovasi rumah tidak sama dengan bangun rumah!

Biasanya perencanaan bangun rumah dimulai dari nol dengan pengawasan penuh dari awal sampai finishing. Sedangkan perencanaan renovasi biasanya menyesuaikan struktur bangunan yang sudah ada.

Adapun perbedaan antara perencanaan bangun dan renovasi rumah bisa dilihat dari batasan awal (struktur eksisting), mengurus perizinan, hingga desain yang digunakan.

Untuk menyusun perencanaan renovasi rumah perlu melibatkan tim kontraktor yang ahli dan berpengalaman di bidang konstruksi tersebut. Biasanya mereka lebih paham mengenai perencanaan tersebut, sehingga hasilnya lebih matang dan detail.

Bagi Anda yang ingin tahu apa saja perencanaan renovasi rumah yang biasanya dilakukan oleh tim kontraktor, Anda bisa simak artikel MBD Kontraktor kali ini sampai selesai, ya!

Baca Juga: Panduan Renovasi Rumah Subsidi Agar Hunian Lebih Nyaman

Tidak Ada Perencanaan? Siap-siap Proyek Renovasi Anda Mengalami Ini!

Seperti di pembahasan sebelumnya, kalau perencanaan renovasi rumah itu sangat diperlukan, mau itu mayor ataupun minor.

Tapi, masih banyak orang yang sering mengabaikan perencanaan renovasi rumah ini karena mereka menganggap perbaikan yang dilakukan hanya ringan. Padahal, perencanaan sangat diperlukan sebelum memulai renovasi.

Kalau Anda tidak membuat perencanaan sebelum melakukan renovasi rumah, siap-siap proyek Anda akan mengalami beberapa hal berikut ini:

Biaya Renovasi Membengkak

Dampak yang paling sering dialami oleh pemilik rumah jika tidak membuat perencanaan renovasi yaitu biaya jadi membengkak dan tidak terkontrol.

Hal tersebut terjadi karena tidak ada perhitungan anggaran dari awal, pengeluaran biaya terus bertambah seiring berjalannya proyek.

Contohnya, Anda mengganti lantai tanpa mempertimbangkan kembali kondisi struktur bagian bawah. Ditambah lagi di tengah pengerjaan ternyata memerlukan perbaikan tambahan yang sebelumnya tidak diperhitungkan. Alhasil, biaya renovasi jadi membengkak jauh dari estimasi di awal.

Dengan adanya perencanaan membantu Anda untuk mengetahui berapa total anggaran yang dibutuhkan, skala prioritas pekerjaan, serta area mana saja yang bisa ditunda atau disesuaikan.

Tanpa adanya perencanaan, proyek renovasi berisiko berhenti di tengah jalan karena anggaran tidak mencukupi.

Hasil Renovasi Rumah Tidak Sesuai Ekspektasi

Konsep dan perencanaan yang tidak jelas dari awal membuat hasil renovasi rumah tidak sesuai dengan ekspektasi Anda.

Hasilnya ruangan terasa sempit, aktivitas di dalam ruang kurang nyaman, atau tampilan rumah yang tidak sesuai antar ruangan lainnya.

Banyak orang yang melihat hasil renovasi kebingungan kenapa hasilnya tidak sesuai dengan ekspektasi mereka. Hal tersebut terjadi karena tidak ada gambar desain, ukuran ruang, serta fungsi ruang yang direncanakan dari awal.

Makanya, penting sekali untuk melakukan perencanaan renovasi rumah untuk memastikan fungsi ruang sesuai kebutuhan penghuni, ukuran furniture dan sirkulasinya tepat, dan tampilan rumah yang sesuai keinginan Anda.

Waktu Pengerjaan Lebih Lama

Renovasi rumah tanpa melakukan perencanaan biasanya membutuhkan waktu yang lebih lama dari yang Anda perkirakan.

Hal tersebut dikarenakan sering terjadi perubahan di tengah jalan, materialnya belum tersedia, atau revisi pekerjaan yang membuat prosesnya jadi ulang dari awal.

Misalnya, desain dapur belum jelas, tapi tukang udah pasang instalasi listrik dan air. Padahal, Anda masih ingin mengubah layout area dapur. Alhasil, pekerjaan harus dibongkar dan dikerjakan ulang yang mana membutuhkan waktu lebih lama.

Dengan perencanaan renovasi rumah yang matang membantu Anda menyusun timeline pekerjaan yang jelas dan realistis, serta berkoordinasi antar tukang atau vendor.

Berisiko Mengalami Kesalahan Teknis

Renovasi rumah tidak hanya soal tampilan yang estetik saja, namun juga berkaitan dengan aspek teknis dan keamanan.

Jadi, tanpa adanya perencanaan yang ada berisiko mengalami kesalahan teknis seperti salah ukuran struktur, instalasi listrik yang kurang rapi, atau sistem drainase yang buruk.

Kesalahan teknis biasanya tidak langsung terlihat, namun dampaknya jangka panjang. Contohnya, dinding retak, atap bocor, atau saluran air yang tersumbat.

Untuk memperbaiki kesalahan tersebut tentunya membutuhkan biaya perbaikan yang lebih mahal dibandingkan renovasi rumah dengan perencanaan jelas dari awal.

Perencanaan renovasi rumah dapat membantu Anda untuk meminimalisir risiko salah hitung struktur, pemasangan instalasi, atau pekerjaan ulang yang tidak diperlukan.

Menimbulkan Konflik dengan Tukang/Kontraktor

Tanpa adanya perencanaan tertulis yang jelas dari awal, berpotensi mengalami konflik dengan tukang atau kontraktor, yang mana ada perbedaan persepsi mengenai pekerjaan, spesifikasi material, hingga hasil akhir yang sering jadi sumber masalah.

Jika tidak perencanaan yang jelas, semua keputusan yang diambil hanya subjektif. Tukang bekerja berdasarkan kebiasaan mereka, sementara pemilik rumah punya ekspektasi sendiri.

Akibatnya, menimbulkan kesalahpahaman yang berujung pada ketegangan bahkan pekerjaan jadi terhenti.

Maka dari itu, penting sekali melakukan perencanaan renovasi rumah agar ada panduan kerja yang disepakati bersama, komunikasinya jelas, dan menjadi alat kontrol kualitas pekerjaan.

Baca Juga: Cara Membuat Timeline Renovasi Rumah Agar Tidak Over Budget

Bukan Sekedar Estimasi! Ini Perencanaan Renovasi Rumah yang Tepat

Setelah membahas dampak jika tidak membuat perencanaan renovasi rumah yang jelas dari awal, maka kali ini akan bahas apa saja perencanaan yang perlu Anda lakukan sebelum memulai renovasi.

Berikut ini beberapa perencanaan renovasi tersebut:

Tentukan Tujuan Renovasi Rumah

Sebelum memulai renovasi rumah, Anda perlu tentukan terlebih dahulu tujuan renovasi rumah dengan jelas.

Setiap pemilik rumah punya kebutuhan yang berbeda-beda. Ada yang ingin menambah ruang karena anggota keluarga bertambah, memperbaiki struktur bangunan lama, atau sekadar mengubah tampilan rumah agar lebih estetik & nyaman.

Dengan tujuan yang jelas, Anda bisa tentukan skala renovasi apakah ingin renovasi ringan, renovasi sebagian, atau renovasi total.

Tujuan ini juga akan menjadi dasar dalam menentukan desain, anggaran, dan durasi pekerjaan renovasi.

Menyusun Anggaran Renovasi Rumah

Perencanaan Renovasi Rumah

Saat membuat rencana renovasi rumah jangan sampai lupa menyusun anggaran renovasi!

Menyusun anggaran sejak awal membantu Anda mengontrol biaya dan menghindari pembengkakan di tengah jalan. Anda bisa buat daftar kebutuhan secara detail, mulai dari pekerjaan struktur, arsitektur, interior, hingga finishing.

Selain harus menyusun biaya utama, Anda juga perlu menyiapkan dana cadangan sekitar 10–20% dari total anggaran.

Dana ini berguna untuk mengantisipasi kondisi tak terduga, seperti kerusakan tersembunyi atau perubahan pekerjaan saat proses renovasi berlangsung

Menentukan Skala & Prioritas Renovasi Rumah

Tidak semua bagian rumah harus direnovasi secara bersamaan. Maka dari itu, perencanaan renovasi rumah perlu disertai penentuan prioritas.

Tentukan bagian mana yang paling urgent untuk diperbaiki, misalnya atap bocor, struktur retak, atau instalasi listrik yang sudah tidak aman.

Dengan menentukan prioritas, Anda bisa menyesuaikan pekerjaan dengan anggaran yang tersedia. Jika dana terbatas, renovasi dapat dilakukan bertahap tanpa mengorbankan fungsi utama rumah.

Membuat Desain Renovasi Rumah

Perencanaan Renovasi Rumah

Desain merupakan bagian penting dalam perencanaan renovasi. Dengan adanya desain membantu memvisualisasikan hasil akhir sehingga renovasi tidak dilakukan berdasarkan perkiraan semata.

Desain juga memudahkan Anda saat menentukan kebutuhan material, estimasi biaya, dan alur pengerjaan.

Anda bisa menentukan gaya desain yang diinginkan, seperti minimalis, modern, atau tropis, sesuai dengan karakter rumah dan kebutuhan penghuni.

Pastikan desain tidak hanya menarik secara visual, tapi juga fungsional dan sesuai dengan kondisi bangunan eksisting.

Baca Juga: Cara Renovasi Rumah Kecil Agar Lebih Luas Tanpa Over Budget

Mengecek Kondisi Struktur Bangunan

Perencanaan Renovasi Rumah

Sebelum renovasi rumah dimulai, kondisi struktur bangunan perlu diperiksa secara menyeluruh.

Hal ini sangat penting dilakukan terutama untuk rumah yang sudah berusia cukup lama. Pemeriksaan meliputi kondisi pondasi, kolom, balok, dinding, serta atap.

Dalam perencanaan renovasi rumah, pengecekan struktur bangunan bertujuan untuk memastikan apakah bangunan mampu menahan perubahan, seperti penambahan lantai atau pembongkaran dinding.

Dengan pengecekan sejak awal, risiko kegagalan struktur dapat dihindari.

Itulah beberapa perencanaan yang bisa Anda lakukan untuk merenovasi rumah!

Jika Anda ingin merenovasi rumah namun bingung mau mulai dari mana, Anda bisa percayakan MBD Kontraktor sebagai partner Anda untuk memulai proyek renovasi rumah.

MBD Kontraktor telah dipercaya banyak klien untuk memperbaiki rumah mereka agar kembali nyaman dan aman dihuni bersama para keluarga.

Tertarik untuk menggunakan jasa renovasi rumah dari MBD Kontraktor? Anda bisa klik KONSULTASI GRATIS sekarang untuk mulai konsultasi bersama tim kami, ya!

Seberapa bermanfaat postingan ini untuk Anda?

Klik bintang untuk memberikan penilaian Anda!

Berdasarkan penilaian 6778 orang, rating rata-rata saat ini: 5

Belum ada yang memberi suara. Jadilah yang pertama menilai postingan ini!

Karena kamu merasa tulisan ini bermanfaat...

Ikuti kami juga di media sosial, yuk!

Mohon maaf jika artikel ini kurang membantu

Bantu kami jadi lebih baik!

Apa yang bisa kami perbaiki dari tulisan ini?

Farah Fadhillah Khairani
Farah Fadhillah Khairani