Tips & Aturan Penting Sebelum Bangun Rumah Subsidi

5
(7733)

Sekarang Anda tak perlu lagi pusing buat wujudkan rumah impian karena Anda bisa gunakan opsi bangun rumah subsidi, yang mana biayanya lebih ‘terjangkau’ karena hunian tersebut merupakan salah satu program dari pemerintah untuk masyarakat yang berpenghasilan rendah.

Jadi, kalau Anda punya budget terbatas dan berpenghasilan rendah untuk bangun rumah, Anda bisa ikuti program bangun rumah subsidi dari pemerintah, ya.

Walaupun Anda bisa bangun rumah bukan berarti Anda bisa sesuka hati membangunnya, ya! Anda harus ikuti aturan-aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah terkait rumah subsidi.

Agar proses pembangunan rumah subsidi Anda lancar dan tak melanggar aturan, Anda bisa cek beberapa aturan bangun rumah subsidi di artikel MBD Kontraktor kali ini.

Tak hanya membahas aturan bangun rumah bersubsidi saja, artikel kali ini juga bakalan bahas apa saja tips bangun rumah subsidi agar hasilnya sesuai keinginan dan kebutuhan Anda, serta pastinya sesuai dengan aturan yang berlaku.

Simak lebih lengkap di pembahasan berikut ini, ya!

Baca Juga : Panduan Renovasi Rumah Subsidi Agar Hunian Lebih Nyaman

Jangan Asal Bangun! Ini 4 Tips Bangun Rumah Subsidi yang Tepat

Sama seperti bangun rumah pada umumnya, untuk bangun rumah subsidi juga perlu beberapa tips agar proses pengerjaannya berjalan lancar dan tidak melanggar aturan.

Jika Anda ingin bangun rumah bersubsidi, berikut ini ada 4 tips yang perlu Anda ketahui sebelum memulai proyek pembangunan!

Pahami Aturan & Skema Rumah Subsidi

Bangun Rumah Subsidi

Sebelum Anda memulai bangun rumah bersubsidi, ada baiknya Anda pahami terlebih dahulu aturan serta skema rumah subsidi yang diatur oleh pemerintah melalui program pembiayaan khusus.

Ada beberapa ketentuan yang perlu Anda ketahui, di antaranya:

Syarat penghasilan
Batas harga rumah
Ketentuan luas bangunan dan tanah

Pastikan juga Anda sudah memenuhi persyaratan seperti:

Belum pernah punya rumah
Belum pernah menerima subsidi perumahan
Mengetahui batas harga sesuai wilayah

Jika sudah paham aturan dan skemanya, Anda lebih mudah mengajukan KPR atau mengatasi legalitas di kemudian hari.

Paling penting jangan mudah tergiur dengan harga murah, pastikan seluruh prosesnya sesuai aturan yang dibuat pemerintah!

Pilih Developer yang Terpercaya

Kesalahan yang sering dilakukan oleh banyak orang saat bangun atau beli rumah subsidi yaitu memilih developer berdasarkan harga paling murah.

Padahal, memilih developer tersebut belum tentu hasilnya berkualitas sesuai keinginan dan kebutuhan Anda. Berikut beberapa hal yang perlu Anda cek sebelum memilih developer:

  • Pengalaman proyek sebelumnya
  • Legalitas perusahaan
  • Testimoni klien sebelumnya
  • Kejelasan perizinan (PBG & SHM)

Anda juga bisa datangi langsung ke lokasi proyek yang pernah dikerjakan developer tersebut, dan bisa menilai hasil bangunannya. Biasanya, developer profesional selalu transparan menjelaskan spesifikasi bangunan.

Baca Juga : Mengenal Rumah Subsidi, Hunian yang Terjangkau

Hitung Biaya Tambahan di Luar Harga Rumah

Banyak orang terkejut saat bangun rumah subsidi karena biaya lain di luar harga rumah dan cicilan KPR. Kedua hal tersebut yang sering menjadi penyebab biaya membengkak.

Adapun beberapa biaya tambahan yang perlu Anda perhitungkan yaitu:

  • Biaya akad kredit
  • Biaya notaris
  • Biaya BPHTB (jika ada)
  • Biaya balik nama
  • Biaya sambungan listrik & air
  • Renovasi awal

Anda bisa buat simulasi anggaran terlebih dahulu sebelum memulai proyek pembangunan. Jangan sampai cicilan terasa ringan tapi uang tabungan habis karena tidak mengantisipasi biaya awal.

Rencanakan Pengembangan Rumah Sejak Awal

Bangun Rumah Subsidi

Luas rumah subsidi biasanya terbatas, makanya banyak pemilik melakukan renovasi setelah beberapa tahun kemudian.

Biar tidak bongkar ulang dan boros biaya, Anda perlu pikirkan dari awal apakah ingin menambah kamar? Apakah area dapur diperluas? Atau ingin menambah lantai?

Jika ada rencana jangka panjang, pastikan struktur bangunan rumah subsidi memungkinkan untuk direnovasi. Anda bisa bertanya kepada developer mengenai kekuatan pondasi dan struktur bangunan rumahnya.

Dengan perencanaan matang, Anda bisa lebih hemat biaya renovasi dan terhindar dari renovasi mayor yang biayanya lebih mahal.

Itulah beberapa tips yang perlu Anda tahu sebelum bangun rumah subsidi! Selain harus tahu tips, Anda juga perlu tahu beberapa aturan untuk membangun rumah subsidi agar tidak melanggar aturan yang dibuat oleh pemerintah.

Simak aturan membangun rumah subsidi lebih lengkapnya di pembahasan berikut ini!

Baca Juga : Renovasi Rumah Subsidi: Tips dan Biaya yang Harus Dipersiapkan

Aturan Membangun Rumah Subsidi yang Harus Anda Tahu!

Bangun rumah bersubsidi tak hanya sekedar bangun saja, tapi juga harus dibangun sesuai peraturan dari pemerintah. Jika melanggar aturan bisa-bisa Anda dikenai sanksi!

Biar proses pembangunan berjalan lancar dan sesuai aturan berlaku, berikut ini beberapa aturan bangun rumah subsidi:

Syarat Penerima Rumah Subsidi

Seperti di pembahasan di atas kalau rumah subsidi diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Artinya, tidak semua orang bisa mengikuti program ini.

Beberapa syarat umum yang berlaku yaitu:

✔️Warga Negara Indonesia (WNI)
✔️Berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah
✔️Belum pernah memiliki rumah
✔️Belum pernah menerima subsidi perumahan
✔️Memiliki penghasilan maksimal sesuai batas yang ditentukan pemerintah

Untuk batas penghasilan berbeda tergantung wilayah dan jenis rumah (tapak atau susun). Tujuan dari program ini yaitu agar bisa membantu masyarakat yang membutuhkan.

Batas Harga & Spesifikasi Rumah

Rumah subsidi punya batas harga jual yang telah ditetapkan pemerintah, dan harganya berbeda di setiap daerah. Biasanya, developer tidak boleh menjual melebihi batas tersebut.

Selain harga, ada juga standar spesifikasi minimalnya, seperti:

➡️Luas bangunan umumnya sekitar 21–36 m²
➡️Luas tanah minimal sesuai ketentuan wilayah
➡️Struktur bangunan harus memenuhi standar keamanan
➡️Tersedia akses air bersih dan sanitasi

Walaupun harganya terjangkau, bangunan rumah subsidi tetap wajib memenuhi standar layak huni.

Ketentuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR)

Sebagian besar rumah subsidi menggunakan skema KPR subsidi, seperti KPR dengan bunga tetap rendah dalam jangka panjang.

Beberapa aturan dalam KPR subsidi seperti:

➡️Uang muka (DP) ringan
➡️Suku bunga tetap
➡️Tenor bisa mencapai 20 tahun
➡️Tidak boleh dipindahtangankan dalam jangka waktu tertentu

Pembeli wajib membayar cicilan tepat waktu. Jika terjadi kredit macet, rumah bisa disita oleh pihak bank!

Dilarang Menjual atau Menyewakan Rumah Subsidi

Salah satu aturan penting rumah subsidi yaitu dilarang menjual atau menyewakan rumah dalam jangka waktu tertentu, biasanya minimal 5 tahun.

Tujuan aturan ini dibuat untuk mencegah praktik spekulasi atau pembelian untuk investasi jangka pendek. Perlu Anda tahu, rumah subsidi diperuntukkan sebagai tempat tinggal, bukan aset komersial.

Jika melanggar aturan ini, Anda bisa dikenakan sanksi administratif hingga pencabutan subsidi!

Legalitas & Perizinan Bangunan

Rumah subsidi tetap wajib memiliki legalitas yang jelas, seperti:

➡️Sertifikat Hak Milik (SHM) atau Hak Guna Bangunan (HGB)
➡️Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) pengganti IMB
➡️Dokumen perjanjian kredit yang sah

Developer bertanggung jawab mengurus perizinan ini, tetapi pembeli tetap perlu memastikan dokumen lengkap sebelum akad kredit.

Nah, itulah beberapa tips serta aturan untuk bangun rumah subsidi yang perlu Anda ketahui.

Jika Anda sudah punya rumah subsidi, dan sudah diperbolehkan untuk merenovasi, Anda bisa percayakan MBD Kontraktor sebagai partner Anda untuk renovasi rumah subsidi Anda!

Tenang, kami berpengalaman dan telah paham aturan merenovasi rumah subsidi sehingga tidak sampai melanggar aturan.

Tertarik bekerja sama dengan MBD Kontraktor? Anda bisa langsung konsultasi GRATIS sekarang bersama tim ahli kami!

Seberapa bermanfaat postingan ini untuk Anda?

Klik bintang untuk memberikan penilaian Anda!

Berdasarkan penilaian 7733 orang, rating rata-rata saat ini: 5

Belum ada yang memberi suara. Jadilah yang pertama menilai postingan ini!

Karena kamu merasa tulisan ini bermanfaat...

Ikuti kami juga di media sosial, yuk!

Mohon maaf jika artikel ini kurang membantu

Bantu kami jadi lebih baik!

Apa yang bisa kami perbaiki dari tulisan ini?

Farah Fadhillah Khairani
Farah Fadhillah Khairani