Tahapan dalam membangun rumah sangat penting dipahami agar mempermudah Anda menyusun pembangunan rumah nantinya.
Hanya saja, tahapan dalam membangun rumah menggunakan kontraktor dan borongan mempunyai beberapa perbedaan yang cukup mencolok.
Bagi Anda yang penasaran bagaimana tahapan dalam membangun rumah menggunakan kontraktor dan borongan, Anda bisa simak artikel MBD Kontraktor kali ini sampai selesai agar lebih mudah memutuskan ingin menggunakan kontraktor atau borongan saat bangun rumah.
Baca Juga : Tahapan Membangun Rumah 1 Lantai: Berapa Lama Prosesnya?
Daftar isi
ToggleTahapan dalam Membangun Rumah Impian Menggunakan Kontraktor vs Borongan
Bangun rumah sudah pasti butuh tahapan yang jelas dan detail agar Anda bisa pantau tiap tahap pengerjaannya sekaligus mempermudah Anda menyusun timeline kerja agar pembangunan berlangsung lancar dan terstruktur.
Bagi Anda yang tidak tahu bagaimana tahapan dalam membangun rumah impian, khususnya jika menggunakan kontraktor dan borongan, Anda bisa simak penjelasannya di pembahasan berikut ini!
Tahapan dalam Bangun Rumah Menggunakan Kontraktor

Menggunakan jasa kontraktor membuat Anda tidak perlu repot mengurus tukang, membeli material bangunan, atau mengawasi pekerjaan setiap hari.
Semua proses pengerjaan biasanya sudah punya alur kerja yang jelas, mulai dari perencanaan hingga serah terima bangunan rumah.
Berikut tahapan dalam membangun rumah menggunakan jasa kontraktor:
Tahapan | Penjelasan Detail |
| Konsultasi Kebutuhan untuk Bangun Rumah | Tahap awal dimulai dengan konsultasi bersama kontraktor. Biasanya membahas kebutuhan ruang, jumlah lantai, desain rumah, luas bangunan, hingga estimasi budget. Pada tahap ini, kontraktor akan menanyakan berbagai kebutuhan khusus seperti rooftop, carport, hingga area taman. |
| Survey Lokasi & Kondisi Lahan | Selanjutnya, kontraktor akan melakukan survey langsung ke lokasi pembangunan. Beberapa pekerjaan dalam tahapan ini yaitu mengecek ukuran tanah, kontur lahan, akses jalan, kondisi lingkungan sekitar, saluran air, hingga arah matahari. |
| Pembuatan Desain Rumah | Arsitek atau tim desain mulai membuat denah, tampak depan, visual 3D, hingga detail tata ruang sesuai kebutuhan Anda. Pada tahap ini, Anda bisa revisi desain sampai benar-benar sesuai keinginan. |
| Penyusunan RAB (Rencana Anggaran Biaya) | Jika desain sudah selesai, kontraktor mulai buat RAB detail yang berisi rincian biaya pembangunan rumah mulai dari material, upah tenaga kerja, pekerjaan struktur, finishing, hingga instalasi listrik & plumbing. |
| Penandatanganan Kontrak Kerja | Kalau desain dan biaya sudah disepakati bersama, maka tahapan selanjutnya yaitu penandatanganan kontrak kerja. Adapun isi kontrak kerja yaitu mencakup nilai proyek, durasi pengerjaan, sistem pembayaran, spesifikasi material, hingga garansi pekerjaan. |
| Pengurusan Perizinan Bangun Rumah | Biasanya, kontraktor juga akan bantu mengurus dokumen seperti PBG dan administrasi lainnya sesuai aturan daerah setempat. |
| Persiapan Lahan & Mobilisasi | Sebelum memulai pembangunan, kontraktor akan membersihkan lahan, memasang bouwplank, dan mendatangkan alat serta material ke lokasi proyek pembangunan. |
| Pekerjaan Dinding & Atap | Jika pekerjaan struktur selesai, maka tahapan selanjutnya dilanjutkan dengan pemasangan dinding, kusen, rangka atap, dan penutup atap. Pada tahap ini bentuk rumah sudah mulai terlihat jelas. |
| Instalasi Listrik & Plumbing | Di tahap ini kontraktor akan memasang jalur kabel, listrik, titik lampu, saklar, pipa air bersih, saluran pembuangan, hingga instalasi kamar mandi dan dapur. |
| Tahap Finishing | Tahap finishing meliputi beberapa pekerjaan seperti plester, acian, pengecatan, pemasangan keramik, plafon, sanitary, pintu, hingga detail interior lainnya. Tahapan dalam membangun rumah yang satu ini sangat mempengaruhi tampilan akhir rumah. |
| Quality Control & Pemeriksaan Akhir | Sebelum serah terima, kontraktor biasanya akan melakukan pengecekan menyeluruh mulai dari kualitas finishing, fungsi listrik, aliran air, hingga detail pekerjaan kecil lainnya. |
Baca Juga : 5 Tahapan Membangun Rumah yang Wajib Anda Tahu!
Tahapan dalam Bangun Rumah Menggunakan Borongan

Jasa borongan terbagi menjadi 2 jenis, yaitu borongan tenaga dan borongan penuh. Borongan tenaga yaitu pemilik rumah harus menyediakan material sendiri, tukang hanya mengerjakan pembangunannya saja.
Sedangkan borongan penuh mencakup tenaga kerja sekaligus menyediakan material yang disediakan pihak borongan.
Berikut tahapan dalam membangun rumah menggunakan sistem borongan:
Tahapan | Penjelasan Detail |
| Menentukan Konsep & Budget Rumah | Tahapan pertama yaitu menentukan konsep rumah yang akan dibangun. Anda bebas ingin menggunakan konsep minimalis, modern, klasik, atau industrial. Selain itu, Anda juga harus tentukan jumlah kamar, kebutuhan ruang, luas bangunan, dan estimasi biaya pembangunan. |
| Survey Lokasi & Kondisi Tanah | Sebelum memulai pembangunan rumah, perlu lakukan survey lahan untuk mengetahui ukuran tanah, kontur tanah, akses jalan, saluran air, hingga kondisi lingkungan sekitar. Tahapan ini sangat penting untuk menentukan metode pembangunan rumah yang tepat. |
| Membuat Desain & Gambar Kerja | Jika kebutuhan rumah sudah ditentukan, tahap selanjutnya yaitu membuat desain rumah dan gambar kerja. Gambar kerja biasanya meliputi denah rumah, tampak bangunan, potongan struktur bangunan, hingga detail instalasi dasar. |
| Menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) | RAB membantu Anda untuk menghitung estimasi biaya pembangunan secara detail. Adapun perhitungannya meliputi biaya material, upah tukang, pekerjaan struktur, atap, instalasi listrik & plumbing, hingga finishing rumah. |
| Memilih Jasa Borongan | Anda perlu memilih jasa borongan yang berpengalaman dan punya reputasi yang bagus. Ada baiknya sebelum memilih jasa borongan lakukan pengecekan hasil proyek sebelumnya serta sistem kerja yang ditawarkan. |
| Membuat Kesepakatan Kerja | Setelah memilih jasa pemborong, tahapan selanjutnya melakukan kesepakatan kerja terkait harga borongan, lingkup pekerjaan, sistem pembayaran, spesifikasi material, dan target waktu pengerjaan proyek. |
| Pembersihan & Persiapan Lahan | Pada tahap ini area pembangunan akan dibersihkan dari rumput, puing, atau bangunan lama. Selain itu juga dilakukan pemasangan bouwplank untuk menentukan posisi pondasi dan titik bangunan. |
| Pekerjaan Pondasi | Pondasi menjadi tahap awal pembangunan fisik rumah. Jenis pondasi yang digunakan biasanya disesuaikan dengan kondisi tanah & ukuran bangunan, seperti pondasi batu kali atau foot plat. |
| Pekerjaan Struktur Bangunan | Tahap ini meliputi pemasangan sloof, kolom, balok, dan pengecoran struktur utama bangunan. Struktur rumah harus dikerjakan dengan teliti agar bangunan lebih aman & tahan lama. |
| Pemasangan Dinding & Atap | Setelah tahap pengerjaan struktur selesai, tukang mulai memasang dinding bata atau hebel, kemudian dilanjutkan dengan pemasangan rangka atap dan penutup atap rumah. |
| Instalasi Listrik & Plumbing | Tahapan ini meliputi pemasangan kabel listrik, stop kontak, titik lampu, pipa air bersih, dan saluran pembuangan. Instalasi biasanya dilakukan sebelum proses finishing dimulai. |
| Tahap Finishing | Tahap finishing mencakup plester dinding, acian, pemasangan lantai keramik, plafon, pengecatan, pemasangan pintu, jendela, sanitary, hingga detail dekorasi lainnya. |
| Pengecekan & Serah Terima | Setelah seluruh pekerjaan selesai, Anda bisa melakukan pemeriksaan akhir terhadap kualitas bangunan. Jika sudah sesuai, rumah akan diserahterimakan oleh pemborong. |
Kesimpulan
Memahami tahapan dalam membangun rumah sangat penting agar proses pembangunan berjalan lebih terarah, minim kendala, dan hasil akhirnya sesuai harapan Anda.
Mulai dari perencanaan, pemilihan jasa pembangunan, hingga tahap finishing, semuanya perlu dilakukan dengan perhitungan yang matang agar rumah nyaman dan tahan lama.
Kalau Anda ingin bangun rumah lebih praktis, terstruktur, dan minim resiko salah langkah, percayakan prosesnya bersama MBD Kontraktor.
Konsultasikan kebutuhan rumah impian Anda sekarang juga dan dapatkan solusi pembangunan yang terbaik dan transparan. GRATIS! Tanpa biaya tambahan.
Baca Juga : 7 Tahapan Sebelum Membangun Rumah yang Wajib Diketahui!
Pertanyaan Umum (FAQ)
| Apa tahap pertama dalam membangun rumah? Tahap pertama adalah menentukan konsep rumah, kebutuhan ruang, serta menyiapkan budget pembangunan agar proses berikutnya lebih terarah. |
| Kenapa RAB penting sebelum bangun rumah? RAB membantu menghitung estimasi biaya pembangunan secara detail sehingga pengeluaran lebih terkontrol dan mengurangi risiko over budget. |
| Lebih baik menggunakan kontraktor atau borongan? Keduanya memiliki kelebihan masing-masing. Kontraktor biasanya lebih terstruktur dan praktis, sedangkan sistem borongan lebih fleksibel dalam pengaturan biaya. |
| Berapa lama proses membangun rumah? Durasi pembangunan tergantung luas rumah, desain, cuaca, dan sistem pengerjaan. Rata-rata rumah tinggal membutuhkan waktu sekitar 4–8 bulan. |
| Apa risiko jika tahapan pembangunan rumah tidak terencana? Risikonya bisa berupa pembengkakan biaya, keterlambatan proyek, kualitas bangunan kurang maksimal, hingga kerusakan rumah di kemudian hari. |
Seberapa bermanfaat postingan ini untuk Anda?
Klik bintang untuk memberikan penilaian Anda!
Berdasarkan penilaian 2010 orang, rating rata-rata saat ini: 5
Belum ada yang memberi suara. Jadilah yang pertama menilai postingan ini!
Mohon maaf jika artikel ini kurang membantu
Bantu kami jadi lebih baik!
Apa yang bisa kami perbaiki dari tulisan ini?




