Bahan Material Bangunan Rumah: Struktural vs Non-Struktural

Bahan Material Bangunan Rumah

Bahan Material Bangunan Rumah — Selain harus menyusun anggaran pembangunan, Anda juga perlu menentukan kebutuhan selama bangun rumah agar proyek berjalan lancar tanpa mengalami kendala.

Salah satu kebutuhan yang dibutuhkan dalam proyek pembangunan yaitu bahan material bangunan rumah.

Untuk menentukan bahan material bangunan rumah, Anda perlu buat terlebih dahulu daftar bahan bangunan yang akan dibeli agar tidak bingung nantinya.

Banyak orang yang menyepelekan daftar bahan material bangunan rumah, dan berakhir mereka membeli material yang tidak dibutuhkan dalam pembangunan. Hal tersebut tentunya buat biaya pembangunan jadi membengkak.

Saat membuat daftar bahan bangunan, Anda perlu bedakan berdasarkan jenis materialnya agar lebih mudah saat membeli material.

Selama ini, kebanyakan orang hanya tahu kalau jenis material bangunan seperti semen, pasir, batu kerikil, atau cat saja. Padahal, jenis bahan material bangunan rumah juga terbagi dua yaitu struktural dan non-struktural.

Bagi Anda yang penasaran apa saja material bangunan struktural dan non-struktural, bisa simak lebih lengkap penjelasannya di artikel MBD Kontraktor kali ini, ya!

Baca Juga : Material Bahan Bangunan Ramah Lingkungan untuk Hunian Modern

Daftar Bahan Material Bangunan Rumah Struktural & Non-struktural

Agar tidak bingung membedakan bahan material bangunan rumah struktural dan non-struktural, Anda bisa simak macam-macam materialnya berikut ini!

Material Bangunan Rumah Struktural

Bahan Material Bangunan Rumah

Material struktural merupakan bahan bangunan yang berfungsi sebagai elemen penahan beban bangunan. Berikut 5 material bangunan rumah struktural yang biasanya digunakan dalam setiap proyek pembangunan:

Beton

Beton merupakan material struktural yang sering digunakan dalam pembangunan rumah. Material ini terbuat dari:

  • Campuran semen
  • Pasir
  • Kerikil
  • Air

Semua material tersebut dicampur yang kemudian mengeras dan menjadi struktur yang kuat. Biasanya beton digunakan untuk membuat pondasi, sloof, kolom, balok, dan pelat lantai.

Kelebihan material ini yaitu punya daya tahan yang tinggi terhadap tekanan, cuaca, dan usia pemakaiannya. Selain itu, beton juga lebih mudah dibentuk sesuai kebutuhan konstruksi.

Besi Beton

Besi beton berfungsi untuk menguat struktur beton. Walaupun beton punya daya tahan yang cukup baik, namun tetap lemah terhadap gaya tarik.

Maka dari itu, besi beton dipasang di dalam beton untuk menambah kekuatan struktur. Material bangunan ini biasanya digunakan pada:

  • Pondasi
  • Kolom
  • Balok
  • Pelat lantai

Besi beton sangat penting karena dapat memastikan keamanan bangunan dalam jangka panjang.

Baja Struktur

Tak hanya besi beton saja, baja struktur juga biasanya selalu digunakan pada pembangunan rumah, terutama bangunan bertingkat atau rumah yang lebar.

Baja struktur sangat kuat namun tetap ringan dibandingkan material bangunan lainnya. Material ini biasanya digunakan sebagai:

  • Rangka utama pada bangunan
  • Balok
  • Kolom
  • Rangka atap

Keunggulan baja struktur ini yaitu proses pemasangannya lebih cepat, tahan rayap, dan tahan lama.

Batu Kali

Batu kali merupakan material yang digunakan untuk pondasi rumah, khususnya pada bangunan satu hingga dua lantai.

Material struktural ini dapat menyalurkan beban bangunan ke tanah secara merata.

Pondasi batu kali masih banyak digunakan pada pembangunan rumah karena harganya lebih terjangkau dan mudah ditemukan di berbagai daerah.

Batu Bata

Beberapa jenis konstruksi biasanya menggunakan bata merah sebagai pembatas ruangan dan menjadi elemen struktural.

Dinding yang menggunakan bata merah mampu menahan beban bangunan rumah. Berikut keunggulan dari bata merah, yaitu:

  • Daya tahan yang baik
  • Kuat terhadap tekanan
  • Mampu memberikan kenyamanan

Material Bangunan Rumah Non-struktural

Bahan Material Bangunan Rumah

Material non-struktural merupakan bahan bangunan yang fungsinya tidak menopang beban bangunan. Material ini digunakan untuk keperluan estetika, keamanan, dan kenyamanan rumah.

Berikut 5 bahan material bangunan rumah non-struktural yang biasanya digunakan dalam proyek konstruksi:

Keramik Lantai

Keramik lantai merupakan material non-struktural yang digunakan sebagai pelapis lantai. 

Fungsi utamanya yaitu meningkatkan kenyamanan, kebersihan, dan estetika ruangan.

Ada beberapa pilihan ukuran, motif, dan warna keramik lantai yang bisa disesuaikan dengan konsep rumah Anda.

Selain mudah dibersihkan, keramik lantai juga punya daya tahan yang cukup bagus terhadap kelembaban dan penggunaan sehari-hari.

Cat Dinding

Cat dinding berguna untuk melindungi permukaan dinding sekaligus mempercantik tampilan rumah. 

Material bangunan ini tidak berperan menopang struktur bangunan, namun berpengaruh terhadap estetika dan kenyamanan visual.

Pemilihan warna cat dinding yang tepat bisa membuat suasana ruangan lebih luas, hangat, dan modern sesuai kebutuhan penghuni rumah.

Gypsum

Gypsum digunakan sebagai material plafon dan partisi interior. Material ini punya bobot yang ringan dan mudah dibentuk menjadi berbagai desain plafon yang menarik.

Selain bisa buat tampilan rumah jadi lebih rapi, gypsum juga bisa menyembunyikan instalasi listrik dan meningkatkan nilai estetika pada interior rumah.

Kaca

Kaca merupakan material bangunan non-struktural yang biasanya digunakan pada jendela, pintu, partisi, hingga fasad bangunan.

Fungsi utama kaca yaitu memberikan pencahayaan alami dan memperlancar sirkulasi visual antara ruang dalam dan luar.

Penggunaan kaca yang tepat bantu menghemat penggunaan lampu pada siang hari sekaligus buat rumah jadi lebih luas dan terlihat modern.

Pintu & Kusen

Pintu dan kusen merupakan material non-struktural yang fungsi sebagai akses keluar masuk ruangan dan elemen pendukung keamanan rumah. Material ini tersedia dalam berbagai pilihan seperti:

  • Kayu
  • Aluminium
  • UPVC
  • Baja ringan

Selain praktis, desain pintu dan kusen juga berpengaruh terhadap tampilan keseluruhan bangunan. Pemilihan material yang berkualitas bisa meningkatkan daya tahan dan nilai estetika rumah.

Baca Juga : Pentingnya Beton sebagai Material Bahan Bangunan

Bagaimana Cara Memilih Material Bangunan Berdasarkan Kebutuhan Pembangunan?

Ketika membeli bahan material bangunan rumah, jangan sampai buat Anda jadi boncos! Ketahui dulu kebutuhan pembangunan rumah Anda, sehingga Anda bisa tahu material apa saja yang perlu dibeli.

Berikut cara memilih material bangunan berdasarkan kebutuhan pembangunan rumah!

Sesuaikan Fungsi & Kebutuhan Bangunan

Setiap bagian rumah punya kebutuhan material bangunan yang berbeda. Misalnya, pondasi butuh material yang kuat seperti beton atau besi beton untuk menahan beban bangunan. Sedangkan area kamar mandi perlu material yang tahan lembab seperti keramik anti licin.

Dengan menyesuaikan fungsi dan kebutuhan bangunan, Anda bisa pilih material yang tepat sehingga bangunan rumah lebih awet dan sesuai kebutuhan.

Cek Kualitas Material Bangunan

Ketika membeli bahan material bangunan rumah jangan mudah tergiur dengan harga murah. Pastikan Anda mengecek kualitas materialnya dan beli langsung dari produsen terpercaya.

Sebelum beli, lakukan pengecekan fisik seperti memastikan besi tidak berkarat, batu bata yang tidak mudah retak, dan semen masih dalam kondisi baik.

Menyesuaikan Anggaran

Material bangunan biasanya tersedia dalam berbagai pilihan harga dan spesifikasi. Lalu buatlah daftar prioritas untuk menentukan material mana saja yang harus menggunakan kualitas premium dan mana yang bisa menggunakan material alternatif.

Perencanaan biaya yang tepat membantu Anda mendapatkan material terbaik tanpa over budget!

Kesimpulan

Memahami perbedaan material bangunan struktural dan non-struktural sangat penting agar proses pembangunan rumah berjalan lebih lancar.

Bahan material bangunan rumah struktural biasanya berfungsi menopang dan menjaga kekuatan bangunan, sedangkan material non-struktural berfungsi untuk meningkatkan kenyamanan, fungsi, dan estetika hunian.

Dengan memilih material yang tepat, rumah Anda menjadi lebih kokoh, aman, dan tahan lama.

Masih bingung gimana cara menentukan material bangunan rumah yang sesuai dengan desain, kebutuhan, dan anggaran rumah Anda? MBD Kontraktor siap bantu mulai dari tahap perencanaan, pemilihan material, penyusunan RAB, hingga proses pembangunan.

Konsultasikan proyek rumah impian Anda sekarang juga bersama MBD Kontraktor dan dapatkan solusi pembangunan yang lebih tepat, efisien, dan berkualitas!

Baca Juga : Update Harga Material Bangunan 2026, Cek Perubahannya!

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa yang dimaksud dengan material bangunan struktural?

Material struktural adalah material yang berfungsi menopang beban bangunan dan menjaga kestabilan konstruksi, seperti beton, besi tulangan, baja struktur, dan pondasi batu kali.

Apa perbedaan material struktural dan non-struktural?

Material struktural berperan agar bangunan lebih kuat dan aman, sedangkan material non-struktural digunakan untuk mendukung estetika, kenyamanan, dan finishing.

Apakah batu bata termasuk material struktural?

Ya, pada beberapa jenis konstruksi, batu bata berfungsi sebagai material struktural yang bantu menopang beban bangunan, terutama pada sistem dinding pemikul.

Mengapa pemilihan material bangunan harus disesuaikan dengan kebutuhan rumah?

Karena setiap bagian rumah memiliki fungsi yang berbeda. Pemilihan material yang tepat dapat memperkuat bangunan, mengoptimalkan biaya pembangunan, serta memperpanjang usia pakai rumah.

Bagaimana cara memilih material bangunan yang berkualitas?

Pastikan material berasal dari produsen terpercaya, memenuhi standar, memiliki kondisi fisik yang baik, serta sesuai dengan kebutuhan struktur dan lingkungan tempat pembangunan rumah.