Harga Borongan Rumah 3 Lantai — Bangun rumah tidak boleh dilakukan sembarangan, terlebih lagi jika Anda berencana ingin bangun rumah 3 lantai, yang mana butuh perencanaan lebih detail dan matang agar proyek berjalan lancar dan bangunan berdiri kokoh dalam jangka panjang.
Selain membutuhkan perencanaan yang detail dan matang, bangun rumah 3 lantai juga butuh tenaga kerja ahli dan berpengalaman di bidang konstruksi pembangunan agar hasilnya sesuai ekspektasi dan standar konstruksi.
Salah satu cara untuk mendapatkan tenaga kerja yang ahli dan berpengalaman, Anda bisa gunakan jasa borongan profesional yang ada di daerah Anda.
Dilansir Bintoro Build, bangun rumah 3 lantai membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Ada beberapa komponen yang termasuk ke dalam harga borongan rumah 3 lantai, diantaranya:
- Biaya untuk membeli tanah
- Biaya material bangunan
- Biaya pengerjaan pondasi bangunan
- Biaya tenaga kerja
Maka dari itu, sebelum memulai bangun rumah 3 lantai ada baiknya Anda menyusun RAB terlebih dahulu agar bisa sesuaikan anggaran pembangunan dengan budget Anda sehingga tidak ada pembengkakan biaya.
Jika Anda penasaran berapa estimasi harga borongan untuk bangun rumah 3 lantai, Anda bisa simak artikel MBD Kontraktor kali ini sampai selesai, ya!
Baca Juga : Cek Harga Borongan Bangun Rumah per M², Sebelum Nyesel!
Daftar isi
ToggleBerapa Estimasi Harga Borongan Rumah 3 Lantai?
Untuk estimasi harga borongan rumah 3 lantai bervariatif, tergantung Anda menggunakan sistem borongan penuh atau tenaga. Kedua sistem tersebut juga cakupannya berbeda.
Biasanya, sistem borongan tenaga sudah mencakup semua kebutuhan pembangunan. Mulai dari tenaga kerja hingga material bangunan. Sedangkan, sistem borongan tenaga hanya mencakup tenaga kerja saja, belum termasuk material bangunan.
Berikut estimasi harga borongan untuk bangun rumah 3 lantai menggunakan sistem borongan penuh dan tenaga!
Harga Borongan Penuh untuk Bangun Rumah 3 Lantai

Dengan menggunakan sistem borongan penuh, Anda tidak perlu repot menyiapkan seluruh kebutuhan pembangunan mulai dari:
- Material bangunan
- Tenaga kerja
- Alat kerja
- Pengawasan proyek
Anda hanya perlu menyetujui spesifikasi material bangunan dan melakukan pembayaran sesuai progres pekerjaan. Semua kebutuhan pembangunan akan disediakan oleh pihak pemborong.
Banyak orang lebih sering memilih sistem borongan ini karena lebih praktis dan dapat mencegah resiko kesalahan saat membeli material bangunan.
Berikut estimasi harga borongan penuh untuk bangun rumah 3 lantai:
Kualitas Bangunan | Estimasi Harga per m² |
| Standar | Rp4.800.000 – Rp5.800.000 |
| Menengah | Rp5.800.000 – Rp7.000.000 |
| Premium | Rp7.000.000 – Rp9.500.000 |
Harga borongan penuh di atas bisa berbeda-beda tergantung:
- Lokasi proyek pembangunan
- Kondisi lahan
- Desain arsitektur yang akan digunakan
- Spesifikasi material yang akan digunakan
Agar Anda lebih paham lagi mengenai perhitungan harganya, berikut simulasi harga borongan penuh untuk bangun rumah 3 lantai dengan total luas bangunan 240 m²:
Harga Borongan | Perhitungan | Total Estimasi |
| Rp5.500.000/m² | 240 × Rp5.500.000 | Rp1.320.000.000 |
| Rp6.500.000/m² | 240 × Rp6.500.000 | Rp1.560.000.000 |
| Rp8.000.000/m² | 240 × Rp8.000.000 | Rp1.920.000.000 |
Estimasi harga di atas sudah mencakup beberapa pekerjaan konstruksi mulai dari:
- Pondasi bangunan
- Struktur beton bertulang
- Pasangan dinding dan atap
- Instalasi listrik dan plumbing
- Finishing
Harga Borongan Tenaga untuk Bangun Rumah 3 Lantai

Berbeda dengan sistem borongan penuh, borongan tenaga hanya menyediakan tenaga kerja saja. Untuk kebutuhan material bangunan, Anda perlu beli langsung ke toko bangunan.
Sistem ini sering digunakan orang yang ingin lebih leluasa menentukan merek dan kualitas material bangunan.
Hanya saja, sistem borongan tenaga membutuhkan waktu lebih banyak karena Anda harus mengatur pengadaan material agar pekerjaan tetap terus berjalan sehingga tidak ada progres yang molor.
Berikut estimasi harga borongan tenaga untuk bangun rumah 3 lantai:
Kualitas Bangunan | Estimasi Harga per m² |
| Standar | Rp1.300.000 – Rp1.700.000 |
| Menengah | Rp1.700.000 – Rp2.100.000 |
| Premium | Rp2.100.000 – Rp2.600.000 |
Perlu Anda ingat, kalau harga borongan di atas hanya mencakup biaya tenaga kerja saja, belum biaya material bangunan.
Biar lebih jelas perhitungannya, berikut ini simulasi perhitungan biaya borongan tenaga dengan luas rumah 240 m² :
Harga Borongan | Perhitungan | Total Estimasi |
| Rp1.500.000/m² | 240 × Rp1.500.000 | Rp360.000.000 |
| Rp1.800.000/m² | 240 × Rp1.800.000 | Rp432.000.000 |
| Rp2.300.000/m² | 240 × Rp2.300.000 | Rp552.000.000 |
Karena biaya material bangunan belum termasuk dalam sistem borongan tenaga, Anda perlu menyiapkan biayanya sekitar 65-75% dari total biaya pembangunan.
Baca Juga : Harga Jasa Borongan Rumah per Meter: Murah atau Mahal?
Borongan Tenaga vs Penuh: Mana yang Cocok untuk Bangun Rumah 3 Lantai?
Kalau Anda masih bingung ingin menggunakan sistem borongan penuh atau tenaga untuk bangun rumah 3 lantai, Anda bisa simak perbandingan kedua sistem tersebut di pembahasan berikut ini!
Aspek | Borongan Penuh | Borongan Tenaga |
| Biaya | Lebih mahal karena sudah termasuk material dan tenaga kerja | Lebih murah karena hanya membayar tenaga kerja |
| Kontrol Anggaran | Lebih mudah karena biaya sudah disepakati dalam kontrak kerja | Butuh pengawasan ketat karena harga material bisa berubah sewaktu-waktu |
| Waktu Pengerjaan | Biasanya lebih cepat karena seluruh pengadaan material diatur pihak pemborong | Lebih lama jika pengadaan material terlambat |
| Fleksibilitas Material | Terbatas pada spesifikasi yang sudah disepakati dalam kontrak kerja | Lebih fleksibel, Anda bebas memilih merek dan kualitas material |
| Pengawasan | Lebih praktis, Anda tidak perlu mengawasi setiap pembelian material | Anda harus terlibat dalam pembelian dan distribusi material |
| Risiko | Risiko pembengkakan biaya relatif lebih kecil jika tidak ada perubahan pekerjaan mendadak di tengah jalan | Risiko biaya membengkak lebih tinggi jika salah hitung kebutuhan material atau terjadi kenaikan harga |
| Cocok Untuk | Anda yang mengutamakan kepraktisan dan efisiensi waktu | Anda yang ingin mengontrol kualitas material secara langsung |
Kesimpulan
Mengetahui harga borongan rumah 3 lantai sejak awal membantu Anda untuk menyusun anggaran yang lebih realistis dan memilih sistem pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan.
Mau itu menggunakan sistem borongan penuh maupun tenaga, masing-masing memiliki perbedaan yang perlu disesuaikan dengan budget, waktu, serta keterlibatan Anda dalam proyek.
Agar biaya pembangunan lebih akurat dan terhindar dari pembengkakan anggaran, sebaiknya lakukan perhitungan berdasarkan desain, spesifikasi material, dan kondisi lahan.
Masih bingung gimana caranya menentukan estimasi biaya pembangunan rumah 3 lantai dengan menggunakan sistem borongan?
Konsultasikan rencana pembangunan Anda bersama tim MBD Kontraktor secara GRATIS, dan dapatkan estimasi biaya serta rekomendasi sistem borongan yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda!
Baca Juga : Harga Upah Borongan Rumah per Meter, Cek Sebelum Nyesal!
Pertanyaan Umum (FAQ)
| Berapa harga borongan rumah 3 lantai per meter persegi? Harga borongan untuk bangun rumah 3 lantai bervariasi tergantung sistem yang dipilih. Borongan penuh biasanya berkisar antara Rp4.800.000–Rp9.500.000 per m², sedangkan borongan tenaga sekitar Rp1.300.000–Rp2.600.000 per m² (belum termasuk material). |
| Apa perbedaan borongan penuh dan borongan tenaga? Borongan penuh mencakup material dan tenaga kerja sehingga lebih praktis. Sedangkan, borongan tenaga hanya menyediakan jasa pekerja, untuk kebutuhan material disediakan oleh pemilik rumah. |
| Faktor apa saja yang mempengaruhi harga borongan bangun rumah 3 lantai? Beberapa faktor yang mempengaruhi biaya antara lain lokasi proyek, kondisi tanah, luas bangunan, desain rumah, spesifikasi material, serta tingkat kerumitan struktur bangunan. |
| Mana yang lebih hemat, borongan penuh atau borongan tenaga? Borongan tenaga biasanya lebih hemat jika pengadaan material dikelola dengan baik, sedangkan borongan penuh lebih unggul dalam kepastian anggaran dan efisiensi waktu pengerjaan. |
| Bagaimana cara mendapatkan estimasi biaya yang lebih akurat? Cara yang akurat yaitu membuat gambar kerja dan RAB yang detail sesuai desain rumah, spesifikasi material, serta kondisi lahan. Dengan demikian, estimasi biaya akan lebih mendekati kebutuhan pembangunan yang sebenarnya. |





