Membangun Rumah Bertahap — Punya rumah sendiri merupakan impian semua orang, namun hanya sebagian orang yang bisa mewujudkan impian tersebut. Beberapa orang lainnya mengurungkan niat bangun rumah karena terkendala biaya.
Walaupun anggaran terbatas, Anda masih bisa mewujudkan hunian impian dengan cara membangun rumah bertahap. Cara tersebut mungkin masih jarang digunakan, namun cukup efektif untuk membangun hunian impian Anda dengan budget terbatas.
Dilansir Kontraktor Desain Bangun, membangun rumah bertahap merupakan proses pembangunan yang dilakukan dalam beberapa tahap sesuai prioritas dan kemampuan finansial Anda.
Untuk dari segi tahapan tentunya berbeda dengan bangun rumah secara keseluruhan. Anda harus buat prioritas bagian mana saja yang akan dibangun, dan sesuaikan dengan budget Anda.
Jika Anda berencana mau bangun rumah namun mengalami keterbatasan finansial, Anda bisa simak artikel MBD Kontraktor kali ini yang akan bahas lebih lengkap mengenai membangun rumah bertahap sesuai budget Anda.
Simak caranya lebih detail di pembahasan berikut ini, ya!
Baca Juga : Tahapan Pekerjaan Bangun Rumah yang Jarang Orang Tahu!
Daftar isi
ToggleMau Membangun Rumah Bertahap? Ini Tahapan dari Awal sampai Selesai!
Seperti di penjelasan di atas, tahapan membangun rumah bertahap dan secara keseluruhan memiliki perbedaan. Berikut ini tahapan lengkapnya, dari awal sampai selesai!
Tentukan Kebutuhan & Konsep Rumah

Tahap pertama yaitu tentukan terlebih dahulu kebutuhan keluarga saat ini hingga beberapa tahun ke depan.
Anda juga perlu tentukan jumlah anggota keluarga, kebutuhan ruang, hingga rencana pengembangan rumah di masa mendatang.
Contohnya, di tahap awal Anda hanya butuh 2 kamar tidur. Jika ingin menambah tiga atau empat kamar tanpa harus membongkar bagian utama rumah, Anda perlu merancang struktur bangunan yang kokoh.
Konsep hunian ini mempermudah Anda mengembangkan rumah ketika kebutuhan dan anggaran sudah bertambah.
Membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB)
Tahap berikutnya yaitu membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) secara detail.
Adanya RAB membantu Anda mengetahui estimasi biaya setiap pekerjaan, mulai dari pondasi, struktur, dinding, atap, hingga pekerjaan finishing.
Selain dapat menentukan total biaya pembangunan rumah, RAB juga harus dibagi berdasarkan tahapan pembangunan.
Hal tersebut dapat membantu Anda untuk mengetahui pekerjaan mana yang menjadi prioritas terlebih dahulu dan pekerjaan mana yang bisa ditunda.
Perencanaan anggaran yang matang juga membantu Anda menghindari pembengkakan biaya selama proses pembangunan berlangsung.
Membuat Desain Rumah yang Siap Dikembangkan

Kesalahan yang sering terjadi saat membangun rumah bertahap yaitu membuat desain hanya berdasarkan kebutuhan saat ini.
Akibatnya, ketika ingin menambah ruangan, sebagian bangunan harus dibongkar sehingga biaya yang dibutuhkan jadi lebih mahal.
Maka dari itu, Anda bisa request ke arsitek untuk membuat desain rumah tumbuh sejak awal.
Sehingga posisi pondasi, kolom, balok, hingga struktur atap sudah dipersiapkan untuk pembangunan tahap berikutnya.
Cara ini membuat proses pengembangan rumah jauh lebih efisien dan tidak merusak bangunan yang sudah selesai.
Mengurus Perizinan Bangunan
Sebelum pembangunan rumah bertahap dimulai, pastikan seluruh dokumen perizinan sudah diurus sesuai peraturan daerah setempat.
Perizinan yang lengkap mempermudah proses pembangunan sekaligus menghindari masalah hukum di kemudian hari.
Selain itu, dokumen gambar kerja dan spesifikasi teknis juga perlu dipersiapkan sebagai acuan bagi kontraktor maupun tukang selama proses pembangunan.
Memulai Pekerjaan Struktur Utama

Tahap pertama pembangunan fisik sebaiknya fokus pada struktur utama bangunan. Bagian ini meliputi:
- Pekerjaan pondasi
- Sloof
- Kolom
- Balok
- Plat lantai (jika dirancang menjadi dua lantai)
- Struktur atap
Meskipun rumah belum selesai sepenuhnya, struktur utama harus dibuat sesuai desain akhir agar bisa menopang beban pembangunan di masa mendatang.
Kalau bisa jangan menghemat biaya pada bagian struktur karena berisiko menimbulkan kerusakan ketika rumah diperluas nanti.
Menyelesaikan Area Prioritas
Setelah struktur selesai dikerjakan, alokasikan anggaran untuk menyelesaikan ruang yang benar-benar dibutuhkan untuk dihuni.
Biasanya ruang prioritas seperti:
- Kamar tidur utama
- Kamar mandi
- Ruang keluarga
- Dapur sederhana
- Area servis
Sementara ruang tambahan seperti kamar tamu, ruang kerja, balkon, atau lantai dua bisa dibangun pada tahap pembangunan berikutnya ketika anggaran sudah tersedia.
Konsep ini membuat rumah tetap nyaman ditempati tanpa harus menunggu seluruh bangunan selesai.
Melakukan Finishing Secukupnya

Finishing tidak harus mewah pada tahap pembangunan pertama. Anda bisa memilih material fungsional, kemudian melakukan peningkatan kualitas secara bertahap.
Berikut contohnya:
- Menggunakan lantai keramik standar
- Memasang plafon pada area utama terlebih dahulu
- Mengecat seluruh ruangan dengan warna netral
- Memasang pintu dan jendela yang sesuai kebutuhan
Finishing dekoratif seperti kitchen set premium, wallpaper, taman, pagar, atau kanopi bisa dikerjakan jika kondisi keuangan lebih stabil dan mencukupi.
Melanjutkan Pengembangan Rumah Bertahap
Ketika kondisi finansial sudah mencukupi, pembangunan bisa dilanjut sesuai rencana yang sudah dibuat sebelumnya.
Tahap pengembangan biasanya menambah kamar tidur, ruang kerja, lantai dua, carport, teras, hingga area outdoor.
Karena seluruh struktur sudah dikerjakan sejak awal, proses pembangunan lanjutan jadi lebih cepat, lebih hemat biaya, dan minim pembongkaran.
Baca Juga : Tahapan Bangun Rumah di Tanah Kosong, Jangan Sampai Skip!
Cara Menentukan Prioritas Pembangunan Bertahap
Jika Anda berencana ingin membangun rumah bertahap, maka buatlah prioritas sesuai kebutuhan Anda saat ini agar anggaran yang dikeluarkan sesuai dengan budget Anda.
Anda bisa simak cara menentukan prioritas pembangunan bertahap di penjelasan berikut ini:
Dahulukan Pekerjaan Struktur Bangunan
Prioritas utama saat membangun rumah bertahap yaitu menyelesaikan struktur bangunan, seperti pondasi, sloof, kolom, balok, dan rangka atap.
Bagian ini merupakan pondasi utama yang menentukan keamanan dan ketahanan rumah dalam jangka panjang.
Jika sejak awal Anda berencana menambah lantai atau memperluas bangunan di masa depan, pastikan struktur sudah dirancang untuk menahan beban tambahan.
Dengan cara tersebut, Anda tidak perlu bongkar atau memperkuat struktur lagi saat melakukan pengembangan.
Fokus pada Ruangan yang Paling Dibutuhkan
Tidak semua ruangan harus selesai pada tahap pertama. Prioritaskan area yang benar-benar dibutuhkan agar rumah bisa dihuni dengan nyaman.
Beberapa ruangan yang sebaiknya diselesaikan lebih dahulu meliputi kamar tidur utama, kamar mandi, dapur, serta ruang keluarga.
Untuk ruang kerja, kamar tamu, balkon, atau area hiburan bisa dibangun ketika anggaran sudah mencukupi. Konsep ini membantu Anda menghemat biaya tanpa mengurangi fungsi utama sebuah rumah.
Mengutamakan Instalasi yang Sulit Dibongkar
Instalasi listrik, air bersih, saluran pembuangan, hingga jalur AC sebaiknya dipasang secara menyeluruh sejak awal pembangunan.
Biaya instalasi memang tidak terlihat mahal secara langsung, namun akan jauh lebih mahal jika harus dibongkar dan dipasang ulang setelah rumah selesai.
Perencanaan instalasi yang matang juga mempermudah proses renovasi atau menambah ruangan di masa mendatang tanpa merusak dinding maupun lantai yang sudah jadi.
Tunda Finishing yang Bersifat Dekoratif
Kesalahan yang sering terjadi saat membangun rumah bertahap yaitu mengeluarkan anggaran untuk material finishing premium sejak awal.
Padahal, elemen dekoratif bisa dikerjakan secara bertahap tanpa mempengaruhi fungsi rumah.
Contoh, Anda dapat memilih keramik standar, menggunakan cat dinding berkualitas baik dengan warna netral, lalu menunda pemasangan kitchen set, taman, pagar, kanopi, atau dekorasi interior hingga kondisi keuangan lebih stabil.
Kesimpulan
Membangun rumah bertahap merupakan solusi yang tepat bagi Anda yang ingin memiliki rumah impian tanpa harus menunggu dana terkumpul sepenuhnya.
Dengan perencanaan yang matang, desain rumah tumbuh, serta penentuan prioritas yang tepat, proses pembangunan dapat berjalan lebih efisien, hemat biaya, dan tetap menghasilkan rumah yang nyaman serta mudah dikembangkan di masa depan.
Bagi Anda yang ingin bangun rumah bertahap, Anda bisa percayakan MBD Kontraktor sebagai ‘partner’ untuk wujudkan hunian impian Anda.
Tenang saja, biaya pembangunan bisa disesuaikan budget Anda sehingga tidak ada biaya membengkak di tengah jalan.
Ingin konsultasi lebih lanjut? Anda bisa konsultasi GRATIS sekarang bersama tim profesional kami melalui nomor berikut 📲 0821 7704 8388
Baca Juga : 9 Tahapan Membangun Rumah dari Nol hingga Siap Huni
Pertanyaan Umum (FAQ)
| Apa yang dimaksud dengan membangun rumah bertahap?
Membangun rumah bertahap adalah metode pembangunan yang dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan finansial. Rumah dirancang sejak awal agar dapat dikembangkan di kemudian hari tanpa perlu membongkar struktur utama. |
| Apa yang harus diprioritaskan saat membangun rumah bertahap?
Prioritas utama adalah struktur bangunan, seperti pondasi, kolom, balok, dan atap. Setelah itu, fokuskan anggaran pada ruangan yang paling dibutuhkan, seperti kamar tidur, kamar mandi, dapur, dan ruang keluarga. |
| Apakah bangun rumah bertahap lebih hemat biaya?
Ya, jika direncanakan dengan tepat. Perencanaan desain, RAB yang detail, dan pembangunan sesuai prioritas dapat membantu mengontrol anggaran serta menghindari pemborosan akibat bongkar pasang bangunan. |
| Apakah rumah bertahap bisa ditambah lantai di kemudian hari?
Bisa. Namun, sejak awal struktur pondasi dan kolom harus dirancang untuk menopang beban lantai tambahan. Oleh karena itu, sebaiknya gunakan desain rumah tumbuh yang dibuat oleh tenaga profesional. |
| Berapa lama proses bangun rumah bertahap?
Durasi pembangunan tergantung pada luas bangunan, anggaran, dan tahapan yang direncanakan. Tahap pertama biasanya difokuskan hingga rumah layak huni, sedangkan pengembangan berikutnya dapat dilakukan kapan saja sesuai kesiapan dana. |




