Menghitung Biaya Renovasi Rumah — Mau renovasi rumah tapi bingung berapa biaya yang dibutuhkan? Untuk mengetahui biaya renovasi, Anda perlu tentukan terlebih dahulu bagian mana saja yang perlu diperbaiki agar biayanya tidak bengkak.
Biasanya, orang yang baru pertama kali renovasi rumah jarang menentukan bagian mana saja yang perlu perbaikan segera dan mana yang bisa ditunda.
Jika Anda tidak menentukan skala prioritas renovasi rumah buat biaya renovasi jadi bengkak di tengah jalan. Mungkin Anda melihat kerusakannya hanya kecil, namun kalau jumlahnya banyak butuh biaya yang tidak sedikit.
Selain harus menentukan bagian mana saja yang harus direnovasi, Anda juga perlu menghitung biaya renovasi rumah agar tidak kekurangan biaya di tengah jalan.
Kalau Anda bingung gimana caranya menghitung biaya renovasi rumah, Anda bisa simak penjelasannya lebih detail di artikel MBD Kontraktor kali ini, ya!
Baca Juga : 5 Alasan Kenapa Garansi Renovasi Rumah Penting untuk Klien
Daftar isi
ToggleMau Renov Rumah? Begini Cara Menghitung Biaya Renovasi Rumah yang Benar!
Renovasi rumah bisa lebih murah atau mahal tergantung skala perbaikannya. Kalau minor biasanya lebih murah, sedangkan mayor biasanya mahal karena perbaikannya sampai mengubah struktur bangunan rumah.
Renovasi minor dan mayor berisiko mengalami pembengkakan biaya jika Anda salah cara menghitung biaya renovasi rumah.
Maka dari itu, agar tidak mengalami over budget saat renovasi rumah, simak pembahasan berikut untuk tahu caranya menghitung biaya renovasi rumah yang tepat!
Tentukan Tujuan & Skala Renovasi
Cara pertama yang perlu Anda lakukan saat menghitung biaya renovasi yaitu tentukan dulu tujuan renovasinya.
Apakah ingin perbaiki bagian yang rusak saja? Memperluas ruangan? Mengubah desain interior? Atau renovasi total? Biasanya, skala renovasi rumah sangat mempengaruhi biaya renovasi rumah.
Untuk membedakan skala renovasi ringan dan berat bisa dilihat dari cakupan pekerjaannya. Berikut ini penjelasan detailnya:
Renovasi Ringan | Renovasi Sedang-Berat |
Adapun cakupan pekerjaan dari renovasi ringan yaitu:
| Cakupan pekerjaan renovasi sedang hingga berat yaitu:
|
Semakin besar skala renovasi rumah, semakin banyak biaya yang harus Anda siapkan!
Makanya, penting untuk menentukan prioritas renovasi rumah dari awal sehingga Anda bisa memperkirakan kebutuhan material, tenaga kerja, dan durasi pengerjaannya.
Lakukan Survei Harga Material

Material merupakan komponen yang butuh biaya besar dalam renovasi rumah. Makanya, Anda perlu lakukan survei harga material terlebih dahulu ke tiap toko bangunan.
Dengan membandingkan harga material di beberapa toko material, Anda bisa mendapatkan harga terbaik dan berkualitas.
Ada beberapa material utama yang biasanya dibutuhkan saat renovasi rumah, yaitu:
➡️Semen dan pasir
➡️Bata ringan atau merah
➡️Besi dan baja ringan
➡️Keramik atau granit
➡️Cat tembok
➡️Kayu atau aluminium untuk kusen
Harga material biasanya berbeda-beda, tergantung kualitas dan mereknya. Anda bisa pilih material sesuai kebutuhan dan budget. Disarankan jangan mudah tergiur dengan harga murah karena materialnya kurang berkualitas.
Hitung Luas Area yang Akan Direnovasi
Untuk mengetahui berapa renovasi rumah secara akurat, Anda harus tahu luas area yang akan direnovasi. Biasanya, untuk menghitung biaya renovasi rumah menggunakan satuan meter persegi (m²).
Contohnya, Anda ingin renovasi dapur dengan ukuran 3 x 4 meter, maka luasnya yaitu:
| 3 m x 4 m = 12 m² |
Biaya renovasi sering dihitung berdasarkan harga per meter persegi. Misalnya, jika biaya renovasi per meter persegi adalah Rp2.500.000, maka estimasi biayanya:
| 12 m² x Rp2.500.000 = Rp30.000.000 |
Angka tersebut masih berupa estimasi kasar dan dapat berubah tergantung desain, material, serta tingkat kesulitan pekerjaan.
Tentukan Sistem Pembayaran Tukang
Kalau Anda bingung gimana caranya menghitung biaya tenaga kerja, Anda bisa pilih gunakan dua sistem berikut yaitu:
Sistem Harian | Sistem Borongan |
| Sistem upah ini mengharuskan Anda membayar tukang berdasarkan jumlah hari kerja mereka. Sistem ini cocok jika Anda hanya renovasi kecil. Namun, Anda tetap perlu pantau progres pekerjaan agar tidak molor. | Sistem upah ini dilakukan berdasarkan kesepakatan total pekerjaan. Bisa dibilang sistem ini lebih praktis karena biayanya sudah ditentukan sejak awal. Namun, Anda harus pastikan ada kesepakatan tertulis mengenai detail pekerjaan yang dilakukan tukang agar tidak ada kesalahpahaman. |
Untuk biaya tukang bervariasi tergantung wilayah dan tingkat keahlian mereka. Makanya, Anda juga perlu lakukan survey harga tenaga kerja di daerah Anda.
Baca Juga : Langkah Awal Sebelum Renovasi Rumah: Dari Rencana hingga Eksekusi
Buat Rencana Anggaran Biaya (RAB)

RAB merupakan dokumen penting dalam proses renovasi rumah. RAB berisikan rincian seluruh biaya yang dibutuhkan mulai dari material, tenaga kerja, hingga biaya tambahan lainnya.
Adapun isi dari RAB yang lebih lengkap yaitu:
➡️Biaya pembongkaran
➡️Biaya struktur & konstruksi bangunan
➡️Biaya finishing
➡️Biaya instalasi listrik & air
➡️Biaya desain atau jasa arsitek
Adanya RAB yang detail dan transparan, Anda bisa tahu berapa total estimasi biaya yang dibutuhkan dan menghindari pengeluaran tak terduga.
Menyiapkan Dana Cadangan

Kesalahan yang paling sering terjadi saat renovasi rumah yaitu tidak menyiapkan dana cadangan. Padahal, dalam proses renovasi sering muncul biaya tambahan seperti kerusakan tersembunyi atau kenaikan harga material.
Disarankan menyiapkan dana cadangan sekitar 10-20% dari total anggaran. Contoh, jika total estimasi biaya renovasi sekitar Rp100.000.000, maka dana cadangan yang dibutuhkan sekitar Rp10.000.000 – Rp20.000.000.
Adanya dana cadangan bantu Anda jika terjadi perubahan atau kebutuhan mendadak di tengah jalan.
Pantau Progres & Pengeluaran
Setelah renovasi dimulai, Anda jangan langsung lepas tangan sepenuhnya. Anda harus pantau perkembangan pekerjaan renovasi secara rutin dan menyesuaikan dengan RAB yang sudah dibuat.
Catat juga setiap pengeluaran biaya agar Anda bisa tahu apakah anggarannya masih sesuai rencana atau tidak?
Anda juga perlu jalin komunikasi dengan kontraktor agar terhindar dari kesalahan pekerjaan yang bisa menyebabkan pemborosan biaya.
Pertimbangkan Menggunakan Jasa Kontraktor
Jika renovasi rumah Anda termasuk skala mayor, Anda perlu menggunakan jasa kontraktor terpercaya dan berpengalaman.
Walaupun menggunakan jasa tersebut ada biaya tambahannya, jasa tersebut bisa bantu Anda untuk merencanakan desain, menghitung struktur bangunan, hingga mengawasi proyek.
Kontraktor berpengalaman biasanya sudah punya sistem kerja yang terstruktur dan jelas.
Mereka juga bisa bantu menghitung biaya renovasi rumah Anda dan mengontrol biayanya agar sesuai dengan anggaran yang disepakati bersama.
Pastikan juga Anda pilih kontraktor yang reputasinya bagus dan memberikan kontrak kerja yang jelas!
Baca Juga : Cara Tepat Renovasi Rumah dengan Budget Terbatas
Kalau Anda belum menemukan kontraktor yang tepat, Anda bisa percayakan MBD Kontraktor sebagai partner Anda untuk renovasi rumah.
Untuk pengalaman tak perlu ditanyakan, MBD Kontraktor sudah bantu puluhan keluarga untuk renovasi rumah mereka agar lebih nyaman dan aman saat dihuni.
Dengan sistem kerja yang jelas proyek bisa selesai tepat waktu tanpa harus takut over budget!
Tertarik bekerja sama dengan MBD Kontraktor? Anda bisa langsung konsultasi GRATIS sekarang bersama tim ahli kami!
Seberapa bermanfaat postingan ini untuk Anda?
Klik bintang untuk memberikan penilaian Anda!
Berdasarkan penilaian 7609 orang, rating rata-rata saat ini: 5
Belum ada yang memberi suara. Jadilah yang pertama menilai postingan ini!
Mohon maaf jika artikel ini kurang membantu
Bantu kami jadi lebih baik!
Apa yang bisa kami perbaiki dari tulisan ini?





