Harga Borongan Rumah 1 Lantai per Meter — Sebelum bangun rumah, ada baiknya Anda buat perencanaan terlebih dahulu agar pembangunan rumah berjalan lancar dan minim kesalahan pengerjaan.
Selain menentukan konsep hunian dan menyusun anggaran, Anda juga perlu tentukan sistem kerja bangun rumah saat membuat perencanaan.
Ada beberapa alasan mengapa Anda perlu menentukan sistem kerja bangun rumah sejak awal, diantaranya:
- Menghindari pembengkakan biaya
- Memastikan struktur bangunan aman dan kokoh untuk jangka panjang
- Jadwal proyek tetap terjaga sehingga selesai tepat waktu
- Mencegah miskomunikasi antara Anda dan tenaga kerja
Untuk bangun rumah, ada dua sistem kerja yang bisa Anda pilih dan gunakan yaitu sistem borongan dan sistem harian.
Diantara kedua sistem kerja tersebut, sistem borongan lebih disarankan dibandingkan sistem harian untuk proyek pembangunan rumah.
Ada beberapa alasan mengapa disarankan menggunakan sistem borongan untuk bangun rumah, diantaranya:
- Anggaran pembangunan lebih terkontrol
- Mengurangi resiko pembengkakan biaya
- Pengerjaan selesai lebih cepat sesuai jadwal yang ditentukan
- Kualitas pekerjaan sesuai standar dan spesifikasi
- Adanya garansi pekerjaan
Dapat disimpulkan dari beberapa alasan di atas, kalau menggunakan sistem borongan sangat efektif dan efisien untuk bangun rumah, khususnya hunian 1 lantai.
Untuk harga borongan rumah 1 lantai per meter bervariasi, tergantung desain dan jenis borongan yang Anda gunakan.
Jika Anda penasaran berapa harga borongan untuk bangun rumah 1 lantai, Anda bisa simak artikel MBD Kontraktor kali ini yang akan bahas estimasi harga borongan rumah 1 lantai yang terbaru!
Baca Juga : Cek Harga Borongan Bangun Rumah per M², Sebelum Nyesel!
Daftar isi
ToggleHarga Borongan Rumah 1 Lantai per Meter Terbaru
Bagi Anda yang berencana ingin bangun rumah 1 lantai di tahun ini, namun tidak tahu berapa harga borongan rumah 1 lantai per meter yang terbaru, Anda bisa simak estimasi harganya berikut ini!
Harga Borongan Tenaga Tahun 2026
Berikut daftar harga borongan tenaga pada tahun 2026.
Jenis Pekerjaan | Harga per m² |
| Borongan Tenaga Standar | Rp1.300.000 |
| Borongan Tenaga Menengah | Rp1.600.000 |
| Borongan Tenaga Premium | Rp1.900.000 |
Berikut simulasi dari harga borongan tenaga yang bisa Anda jadikan referensi:
Luas Rumah | Harga per m² | Estimasi Biaya |
| 36 m² | Rp1.600.000 | Rp57.600.000 |
| 45 m² | Rp1.600.000 | Rp72.000.000 |
| 60 m² | Rp1.600.000 | Rp96.000.000 |
| 72 m² | Rp1.600.000 | Rp115.200.000 |
| 90 m² | Rp1.600.000 | Rp144.000.000 |
| 100 m² | Rp1.600.000 | Rp160.000.000 |
| 120 m² | Rp1.600.000 | Rp192.000.000 |
| 150 m² | Rp1.600.000 | Rp240.000.000 |
Berikut contoh perhitungan untuk menghitung harga borongan tenaga:
Anda berencana membangun rumah seluas 72 m² dengan harga borongan tenaga Rp1.600.000/m².
| 72 m² × Rp1.600.000 = Rp115.200.000 |
Dapat disimpulkan, estimasi harga borongan tenaga yang perlu dipersiapkan adalah sekitar Rp115.200.000. Total biaya tersebut belum termasuk biaya pembelian material bangunan.
Harga Borongan Penuh Tahun 2026
Borongan penuh merupakan sistem yang sudah mencakup keseluruhan, mulai dari jasa tenaga kerja sekaligus menyediakan material bangunan sesuai spesifikasi yang sudah disepakati sejak awal.
Berikut daftar harga borongan penuh pada tahun 2026.
Jenis Pekerjaan | Harga per m² |
| Borongan Penuh Standar | Rp4.500.000 |
| Borongan Penuh Menengah | Rp5.500.000 |
| Borongan Penuh Premium | Rp6.500.000 |
Berikut simulasi dari harga borongan penuh yang bisa Anda jadikan referensi:
Luas Rumah | Harga per m² | Estimasi Biaya |
| 36 m² | Rp5.500.000 | Rp198.000.000 |
| 45 m² | Rp5.500.000 | Rp247.500.000 |
| 60 m² | Rp5.500.000 | Rp330.000.000 |
| 72 m² | Rp5.500.000 | Rp396.000.000 |
| 90 m² | Rp5.500.000 | Rp495.000.000 |
| 100 m² | Rp5.500.000 | Rp550.000.000 |
| 120 m² | Rp5.500.000 | Rp660.000.000 |
| 150 m² | Rp5.500.000 | Rp825.000.000 |
Berikut contoh perhitungan untuk menghitung harga borongan penuh:
Anda ingin membangun rumah seluas 72 m² menggunakan sistem borongan penuh dengan harga Rp5.500.000/m².
| 72 m² × Rp5.500.000 = Rp396.000.000 |
Estimasi biaya pembangunan rumah sekitar Rp396.000.000. Nilai tersebut sudah mencakup biaya material dan tenaga kerja sesuai spesifikasi kontrak, sehingga pemilik rumah tidak perlu membeli material secara terpisah.
Baca Juga : Harga Jasa Borongan Rumah per Meter: Murah atau Mahal?
4 Faktor yang Mempengaruhi Harga Borongan Rumah 1 Lantai
Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab mengapa harga borongan rumah 1 lantai bisa berbeda. Anda bisa simak beberapa faktornya di pembasa berikut ini!
Luas Bangunan Rumah

Luas bangunan merupakan salah satu faktor utama yang dapat menentukan total biaya borongan.
Semakin besar luas rumah yang akan dibangun, semakin mahal total anggaran yang dibutuhkan karena volume pekerjaan dan kebutuhan material ikut bertambah.
Contoh, rumah berukuran 36 m² membutuhkan biaya yang lebih sedikit dibandingkan rumah 90 m² atau 120 m². Meskipun harganya dihitung per meter persegi, total biaya tetap bergantung pada luas bangunan secara keseluruhan.
Spesifikasi Material yang Digunakan

Spesifikasi material sangat berpengaruh terhadap harga borongan, terutama pada sistem borongan penuh.
Material dengan kualitas standar, menengah, hingga premium memiliki selisih harga yang cukup signifikan.
Contohnya, penggunaan keramik premium, kusen aluminium, atap baja ringan dengan spesifikasi tertentu, atau sanitary berkualitas tinggi akan meningkatkan biaya pembangunan dibandingkan material standar.
Maka dari itu, spesifikasi material yang dipilih menjadi salah satu penentu utama harga borongan rumah 1 lantai per meter.
Tingkat Kerumitan Desain Rumah
Desain rumah juga dapat mempengaruhi biaya pembangunan. Rumah dengan bentuk sederhana biasanya lebih cepat dikerjakan dan proses konstruksi yang lebih efisien.
Sebaliknya, desain yang memiliki banyak sudut, fasad yang rumit, plafon bertingkat, atau bukaan kaca berukuran besar membutuhkan pengerjaan yang lebih detail.
Semakin kompleks desain yang digunakan, semakin besar pula kebutuhan tenaga kerja, waktu pengerjaan, dan material pendukung, sehingga harga borongan per meter persegi meningkat.
Lokasi Proyek Pembangunan

Lokasi proyek menjadi faktor lain yang juga tidak kalah penting. Perbedaan harga material, biaya pengiriman, serta upah tenaga kerja di setiap daerah membuat harga borongan berbeda meskipun spesifikasi bangunan sama.
Selain itu, akses menuju lokasi proyek juga punya pengaruh. Jika lokasi sulit dijangkau atau berada di kawasan dengan akses terbatas, biaya operasional pembangunan biasanya lebih mahal.
Maka dari itu, kontraktor biasanya akan menyesuaikan penawaran harga berdasarkan kondisi lokasi proyek.
Kesimpulan
Harga borongan rumah 1 lantai per meter pada tahun 2026 dapat dibedakan menjadi dua sistem, yaitu borongan tenaga dan borongan penuh.
Masing-masing punya kelebihan dan kisaran biaya yang berbeda. Tergantung luas bangunan, spesifikasi material, desain rumah, dan lokasi proyek.
Dengan mengetahui estimasi harga sejak awal, Anda bisa menyusun anggaran pembangunan lebih terencana dan menghindari pembengkakan biaya.
Masih bingung gimana caranya menghitung estimasi biaya bangun rumah 1 lantai?
Konsultasikan kebutuhan proyek Anda GRATIS bersama tim MBD Kontraktor. Dapatkan estimasi biaya, RAB, serta rekomendasi spesifikasi bangunan yang sesuai dengan budget Anda tanpa biaya konsultasi!
Baca Juga : Harga Upah Borongan Rumah per Meter, Cek Sebelum Nyesal!
Pertanyaan Umum (FAQ)
| Berapa harga borongan rumah 1 lantai per meter tahun 2026? Harga borongan tenaga berkisar antara Rp1.300.000–Rp1.900.000 per m², sedangkan borongan penuh berkisar Rp4.500.000–Rp6.500.000 per m², tergantung spesifikasi bangunan. |
| Apa perbedaan borongan tenaga dan borongan penuh? Borongan tenaga hanya mencakup biaya jasa pekerja, sedangkan borongan penuh sudah mencakup jasa tenaga kerja sekaligus material bangunan. |
| Bagaimana cara menghitung biaya borongan rumah 1 lantai? Perhitungannya cukup sederhana, yaitu luas bangunan (m²) × harga borongan per meter persegi. |
| Apakah harga borongan rumah berbeda di setiap daerah? Ya, berbeda. Harga dapat berbeda karena dipengaruhi oleh biaya material, upah tenaga kerja, akses lokasi proyek, serta kondisi pasar di masing-masing daerah. |
| Apakah harga borongan bisa berubah selama pembangunan? Bisa. Perubahan spesifikasi material, revisi desain, atau pekerjaan tambahan di luar kesepakatan awal dapat memengaruhi total biaya pembangunan. |





