Cara Pasang Pondasi Rumah yang Benar Dijamin Kuat & Kokoh

5
(7889)

Pondasi Rumah yang Benar — Penggunaan material berkualitas sangat penting dalam proyek pembangunan rumah karena dapat menjamin keamanan dan ketahanan bangunan rumah.

Hanya saja, masih banyak orang yang “tergiur” dan lebih memilih material dengan harga murah tanpa mengecek kembali kualitas material tersebut.

Alhasil, bangunan rumah mudah rusak, tidak kokoh dan awet. Akhirnya pemilik rumah harus merenovasi rumah mereka agar kerusakannya tidak semakin parah dan bangunan rumah bisa kembali kuat & kokoh.

Makanya, penting sekali memilih material berkualitas daripada memilih material dengan harga murah karena hanya ingin menghemat biaya pembangunan rumah.

Niatnya ingin menghemat biaya pembangunan malah jadi boncos karena harus keluar biaya lagi untuk renovasi. Pastinya Anda tidak ingin mengalami kejadian tersebut, kan?

Sebenarnya, selain material berkualitas ada faktor lain yang juga bisa membuat bangunan rumah makin kokoh dan kuat. Adapun faktor tersebut yaitu pondasi bangunan rumah!

Untuk pondasi bangunan rumah sudah termasuk ranah tim kontraktor dan tukang di lapangan. Namun, Anda juga perlu cari tahu cara pasang pondasi rumah yang benar seperti apa.

Kalau Anda bingung dan masih awam mengenai cara pasang pondasi rumah yang benar, bisa banget buat simak artikel MBD Kontraktor kali ini sampai selesai, ya!

Baca Juga: Cara Bangun Pondasi Rumah yang Tepat & Kokoh 

Cara Pasang Pondasi Rumah yang Benar Buat Rumah Makin Kokoh & Kuat

Rumah itu merupakan investasi yang cukup menguntungkan, makanya penting banget punya rumah yang kokoh dan kuat, bukan hanya sekedar estetik & fungsional saja.

Seperti di pembahasan sebelumnya, material berkualitas dan pondasi merupakan faktor yang paling menentukan bangunan rumah kokoh dan kuat.

Kalau soal material, Anda bisa cari sendiri dan buat list material mana saja yang punya kualitas bagus. Namun, kalau soal pondasi bangunan, Anda bisa simak pembahasan berikut ini untuk cari tahu gimana cara pasang pondasi rumah yang benar?

Simak penjelasannya lebih detail di pembahasan berikut:

Tentukan Jenis Pondasi sesuai Kondisi Bangunan

Cara pertama untuk pasang pondasi rumah yang benar yaitu tentukan terlebih dahulu jenis pondasinya dengan menyesuaikan kondisi bangunan.

Pemilihan jenis pondasi tidak bisa sembarang pilih, Anda harus sesuaikan dengan beberapa hal berikut:

  • Jenis tanah — keras, lembek, berpasir, atau rawa
  • Jumlah lantai bangunan
  • Beban bangunan
  • Luas dan fungsi rumah

Untuk bangunan rumah 1 lantai, jenis pondasi batu kali menjadi pilihan paling sering digunakan karena kuat, hemat biaya, dan mudah dikerjakan.

Sedangkan bangunan rumah 2 lantai atau lebih, biasanya disarankan menggunakan pondasi beton bertulang seperti pondasi tapak atau cakar ayam karena mampu menahan beban bangunan yang lebih besar.

Melakukan Pengukuran & Penandaan Lokasi Pondasi

Pondasi Rumah yang Benar

Jika sudah menentukan ingin menggunakan jenis pondasi seperti apa, selanjutnya yaitu melakukan pengukuran lahan.

Proses yang satu ini dilakukan untuk memastikan posisi pondasi sesuai dengan gambar kerja dan denah bangunan.

Untuk melakukan pengukurannya menggunakan alat seperti meteran, benang, waterpass, atau patok kayu. Nantinya, benang ditarik lurus mengikuti jalur pondasi untuk memastikan posisi dinding tidak melenceng.

Cara ini membutuhkan ketelitian, salah kecil saja berdampak pada keseluruhan struktur bangunan rumah.

Menggali Tanah Pondasi Bangunan Rumah

Selanjutnya yaitu melakukan penggalian tanah pondasi sesuai ukuran pondasi yang telah dibuat. Kedalaman galian biasanya berkisar antara 60-100 cm, namun tergantung lagi kondisi tanah dan jenis bangunannya.

Saat menggali tanah pondasi, pastikan dasar galiannya rata, padat, dan tidak ada tanah gambut. Jika tanahnya terlalu lembek, disarankan melakukan pemadatan tambahan atau menyesuaikan desain pondasi.

Galian tanah yang kurang rapi dan tidak stabil bisa menyebabkan pondasi jadi turun setelah bangunan rumah berdiri.

Pemasangan Lantai Kerja

Pondasi Rumah yang Benar

Sebelum memasang pondasi utama, lantai kerja perlu dibuat terlebih dahulu. Lantai kerja ini biasanya berupa lapisan beton dengan campuran semen, pasir, dan air. Adapun fungsi lantai kerja yaitu:

  • Memberikan permukaan yang rata
  • Mencegah tanah bercampur dengan adukan pondasi
  • Menjaga kualitas dan kekuatan pondasi

Walaupun tahap ini terlihat biasa saja dan sering diabaikan, padahal sangat berpengaruh terhadap daya tahan pondasi dalam jangka panjang.

Menyusun Pondasi Batu Kali atau Beton

Pondasi batu kali disusun secara bertahap dari bawah ke atas, dengan ukuran besar di bagian bawah dan ukuran kecil di bagian atas. Tiap susunan batu harus direkatkan dengan adukan semen dan pasir agar tidak ada rongga kosong.

Sedangkan pondasi beton, pemasangan dilakukan dengan menyusun tulangan besi sesuai perhitungan struktur bangunan. Setelah itu dilanjutkan dengan melakukan pengecoran beton.

Pastikan posisi besinya berada di tengah dan tidak menempel langsung ke tanah agar tidak mudah berkarat.

Menjaga Kualitas Adukan & Kerapian Pekerjaan

Ternyata, kualitas adukan semen sangat mempengaruhi kekuatan pondasi bangunan rumah! Perbandingan material harus sesuai standar, jangan terlalu encer dan tidak terlalu kering.

Adukan yang tidak sesuai standar dapat menyebabkan pondasi jadi rapuh dan mudah retak, sehingga bangunan rumah tidak kokoh dan tidak kuat.

Tidak hanya itu, kerapian kerja juga cukup penting. Pondasi bangunan harus lurus, simetris, dan lebarnya konsisten sesuai gambar kerja. Gunakan juga alat bantu seperti benang dan waterpass untuk memastikan hasil pemasangannya presisi.

Pengurugan Kembali & Pemadatan Tanah

Pondasi Rumah yang Benar

Setelah pondasi bangunan selesai dipasang dan mengering, area sekitar pondasi ditimbun kembali dengan menggunakan tanah bersih.

Proses pengurugan dilakukan dengan cara bertahap sambil dipadatkan agar tidak terjadi penurunan tanah di kemudian hari. Pemadatan tanah dilakukan untuk menjaga kestabilan pondasi dan mencegah retakan pada lantai rumah.

Melakukan Pengecekan Akhir

Sebelum melanjutkan ke tahap pekerjaan sloof dan struktur bangunan atas, Anda perlu mengecek kembali secara menyeluruh pada pondasi bangunan rumah. Pastikan tidak ada bagian yang retak, miring atau tidak merata.

Pondasi rumah yang sudah terpasang dengan benar menjadi dasar yang kuat untuk seluruh struktur bangunan rumah, sehingga proses pembangunan selanjutnya berjalan lebih aman dan minim resiko.

Baca Juga: Pondasi Rumah yang Kokoh Buat Rumah Kamu Tahan dari Bencana

Jenis-Jenis Pondasi Bangunan Rumah

Setelah membahas cara pasang pondasi rumah yang benar, maka di pembahasan kali ini akan bahas berbagai jenis pondasi bangunan rumah yang sering digunakan.

Simak lebih lanjut mengenai jenis-jenis pondasi bangunan rumah berikut ini:

Pondasi Batu Kali

Pondasi batu kali merupakan jenis pondasi yang paling sering digunakan pada rumah tinggal 1 lantai. Pondasi ini dibuat dari susunan batu alam yang direkatkan dengan adukan semen dan pasir.

Kelebihan pondasi batu kali yaitu kekuatannya menahan beban ringan hingga sedang serta biayanya yang relatif terjangkau. 

Selain itu, material batu kali mudah ditemukan di berbagai daerah sehingga proses pengerjaannya lebih cepat.

Namun, jenis pondasi ini kurang cocok untuk bangunan bertingkat atau tanah yang sangat lunak. Jika digunakan pada kondisi tanah yang tidak stabil, risiko penurunan tanah bisa terjadi.

Pondasi Cakar Ayam

Pondasi cakar ayam merupakan jenis pondasi beton bertulang yang memiliki pelat beton dan pipa-pipa vertikal sebagai penopangnya. 

Jenis pondasi ini dikenal sangat kuat dan mampu digunakan pada tanah lunak atau tanah dengan daya dukung rendah.

Keunggulan dari pondasi cakar ayam yaitu mampu menahan beban bangunan secara merata sehingga mengurangi risiko penurunan tidak merata. Pondasi ini sering digunakan untuk bangunan bertingkat atau rumah dengan struktur berat.

Namun, biaya pembuatan pondasi cakar ayam cukup mahal dan membutuhkan perhitungan struktur yang matang serta tenaga kerja berpengalaman.

Pondasi Tiang Pancang

Pondasi tiang pancang digunakan pada bangunan yang berdiri di atas tanah sangat lunak, rawa, atau area dengan lapisan tanah keras yang berada cukup dalam. 

Jenis pondasi ini bekerja dengan cara menyalurkan beban bangunan ke lapisan tanah keras di bawah permukaan.

Pondasi tiang pancang umumnya terbuat dari beton pracetak, baja, atau kayu. Kelebihannya yaitu daya dukung yang sangat kuat dan stabil untuk bangunan bertingkat.

Kekurangannya yaitu proses pemasangan memerlukan alat berat dan dapat menimbulkan getaran serta kebisingan, sehingga kurang cocok untuk area pemukiman padat.

Baca Juga: Pahami Kelebihan dan Kekurangan Pondasi Batu Kali pada Bangunan Rumah

Pondasi Tiang Bor

Pondasi tiang bor memiliki fungsi serupa dengan jenis pondasi tiang pancang, tetapi proses pemasangannya berbeda. Tanah dibor terlebih dahulu, kemudian diisi dengan tulangan besi dan beton cor di tempat.

Kelebihan pondasi tiang bor yaitu minim getaran dan lebih ramah untuk lingkungan sekitar, sehingga cocok untuk pembangunan rumah di kawasan padat penduduk. 

Selain itu, kedalaman dan diameter tiang dapat disesuaikan dengan kebutuhan struktur bangunan.

Namun, biaya pengerjaannya relatif lebih mahal dan sangat bergantung pada kondisi tanah serta kualitas pengerjaan di lapangan.

Itulah beberapa jenis pondasi bangunan rumah yang sering digunakan di banyak beberapa bangunan rumah.

Bagi Anda yang sedang mencari jasa kontraktor (bangun rumah) berpengalaman dan ahli pasang pondasi rumah yang benar, bisa banget percayakan MBD Kontraktor!

Tim dan tukang kami bekerja sesuai perencanaan yang telah dibuat dari awal, sehingga Anda tidak perlu khawatir soal hasilnya.

Tertarik menggunakan jasa kontraktor dari MBD Kontraktor? Anda bisa langsung klik KONSULTASI GRATIS sekarang untuk mulai konsultasi bersama tim ahli kami!

Seberapa bermanfaat postingan ini untuk Anda?

Klik bintang untuk memberikan penilaian Anda!

Berdasarkan penilaian 7889 orang, rating rata-rata saat ini: 5

Belum ada yang memberi suara. Jadilah yang pertama menilai postingan ini!

Karena kamu merasa tulisan ini bermanfaat...

Ikuti kami juga di media sosial, yuk!

Mohon maaf jika artikel ini kurang membantu

Bantu kami jadi lebih baik!

Apa yang bisa kami perbaiki dari tulisan ini?

Farah Fadhillah Khairani
Farah Fadhillah Khairani