Hindari Kesalahan Saat Tahap Finishing Rumah — Walaupun finishing berada di tahapan paling akhir dalam pembangunan rumah, pengerjaannya tetap perlu dilakukan dengan detail dan sesuai dengan rencana awal.
Jika ada kesalahan kecil pada tahap pengerjaan finishing dapat mempengaruhi hasil akhir bangunan rumah. Bisa jadi hasilnya tidak sesuai keinginan dan rencana awal, sehingga Anda perlu merombak beberapa bagian yang belum sesuai.
Untuk merombak beberapa bagian rumah yang tidak sesuai tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Agar tidak mengalami hal seperti itu, Anda bisa cari tahu apa saja kesalahan yang harus dihindari.
Hal ini dapat membantu Anda menghemat biaya perbaikan dan mendapatkan hasil bangunan sesuai keinginan.
Ada beberapa kesalahan finishing rumah yang harus dihindari, diantaranya:
- Plester belum kering tapi sudah diaci
- Tidak menggunakan primer atau sealer sebelum mengecat dinding
- Sudah menggunakan cat dinding untuk area lembab
- Keramik dipasang namun tidak diratakan dan adukannya tidak benar
Selain harus mencari tahu apa saja kesalahan finishing yang harus dihindari saat membangun rumah, Anda juga perlu mencari tahu bagaimana caranya hindari kesalahan saat tahap finishing rumah.
Anda bisa simak artikel MBD Kontraktor kali ini untuk penjelasan lebih lengkap, bagaimana caranya hindari kesalahan saat tahap finishing rumah!
Baca Juga : 8 Tahapan Pekerjaan Finishing Rumah dari Awal sampai Selesai
Daftar isi
ToggleHindari Kesalahan Saat Tahap Finishing Rumah Kalau Tak Mau Rugi!
Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk hindari kesalahan saat tahap finishing rumah. Simak penjelasan caranya lebih lengkap berikut ini!
Pastikan Pekerjaan Struktur & Instalasi Sudah Selesai

Sebelum masuk ke tahap finishing, pastikan pekerjaan struktur dan instalasi sudah selesai. Jangan langsung memasang keramik, mengecat dinding, atau memasang plafon jika masih ada pekerjaan membongkar.
Contohnya, pemasangan instalasi listrik dilakukan setelah dinding dicat mengharuskan dinding dibobok dan dicat ulang. Hal ini dapat membuang waktu dan menambah biaya pengerjaan.
Cek Kondisi Permukaan Sebelum Finishing

Kesalahan finishing sering terjadi karena permukaan yang dikerjakan belum 100% siap.
Contohnya, sebelum mengecat dinding rumah pastikan permukaannya rata, kering, bersih, dan rata atau tidak memiliki lubang yang belum diperbaiki. Begitu juga ketika memasang keramik, pastikan permukaan lantai rata agar keramik tidak mudah pecah atau bergelombang.
Pemeriksaan sebelum finishing sangat penting dan perlu dilakukan agar mencegah masalah yang lebih fatal setelah rumah selesai dibangun.
Jangan Asal Pilih Material Finishing

Material finishing tidak hanya soal warna dan tampilan saja. Pemilihan material juga harus disesuaikan dengan fungsi dan kondisi ruangan.
Untuk bagian rumah yang sering kena air seperti kamar mandi, Anda bisa gunakan material yang anti lembab. Sedangkan area yang sering digunakan, bisa gunakan material yang tahan lama dan perawatannya mudah dilakukan.
Jangan hanya memilih material karena terlihat menarik atau sedang tren. Pastikan material tersebut berkualitas, sesuai spesifikasi serta kebutuhan rumah Anda.
Cek Detail & Kerapian Pengerjaan

Pada tahap finishing biasanya detail kecil sangat mudah terlihat dan dapat mempengaruhi tampilan keseluruhan rumah, contohnya:
- Posisi keramik yang tidak sejajar
- Nat keramik yang tidak konsisten
- Sudut cat yang kurang rapi
- Sambungan material terlihat jelas
Maka dari itu, saat masuk ke tahap finishing perlu melakukan pengecekan secara rutin. Jangan menunggu sampai seluruh pekerjaan selesai baru melakukan pemeriksaan.
Melakukan Final Check Sebelum Serah Terima Rumah

Sebelum rumah dianggap selesai, Anda perlu melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Anda bisa cek kembali bagian:
- Dinding
- Lantai
- Plafon
- Jendela
- Instalasi listrik
- Plumbing
- Detail finishing lainnya
Agar tidak ada bagian yang terlewat, Anda bisa buat checklist beberapa bagian yang harus dicek. Jika ada pekerjaan yang belum sesuai, Anda bisa komunikasikan dan pastikan pekerjaan tersebut diperbaiki sebelum proses serah terima.
Baca Juga : Panduan Mengecek Finishing Rumah Sebelum Ditinggali
Ini 4 Dampak Kalau Kesalahan Finishing Dibiarkan Saja!
Sudah tahu bagaimana cara hindari kesalahan saat tahap finishing rumah, jangan sampai Anda biarkan kesalahan tersebut kalau tidak mau mengalami beberapa dampak ini!
Tampilan Rumah Terlihat Kurang Rapi
Dampak yang paling terlihat jika kesalahan finishing dibiarkan saja yaitu tampilan rumah terlihat kurang rapi, contohnya:
- Warna cat yang tidak merata
- Permukaan dinding bergelombang
- Nat keramik tidak sejajar
- Pemasangan plafon kurang presisi
Walaupun terlihat kecil kesalahannya, detail tersebut membuat rumah terlihat kurang rapi dan tidak sesuai dengan desain yang sudah direncanakan.
Apalagi jika kesalahan finishing berada di area yang sering terlihat atau menjadi titik fokus ruangan.
Kondisi Kerusakan Semakin Parah
Kesalahan finishing tidak selalu karena visual. Beberapa kondisi justru biasanya menjadi tanda adanya masalah yang lebih serius.
Contohnya, cat dinding mengelupas akibat permukaan dinding yang masih lembab. Jika hanya dicat ulang tanpa mencari tahu penyebabnya, masalah tersebut bisa kembali muncul.
Begitu juga dengan keramik yang mengalami retak atau terangkat karena kondisi permukaan yang kurang baik.
Jika dibiarkan saja, kerusakan bisa semakin parah dan membutuhkan penanganan yang lebih kompleks.
Biaya Perbaikan Semakin Mahal
Perbaikan yang terus ditunda terlihat lebih hemat biaya karena tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan pembangunan rumah berlangsung.
Namun, jika kerusakannya semakin parah, biaya perbaikan yang dibutuhkan justru bisa lebih mahal.
Contohnya, memperbaiki bagian cat tentu berbeda dengan mengecat ulang seluruh dinding. Begitu juga dengan keramik yang awalnya hanya bermasalah di satu titik namun akhirnya perlu dibongkar secara menyeluruh.
Maka dari itu, jika ada kesalahan segera diperbaiki agar biaya perbaikan tidak terlalu mahal.
Kenyamanan Penghuni Rumah Terganggu
Finishing yang bermasalah dapat mempengaruhi kenyamanan saat rumah dihuni.
Lantai yang tidak rata, pintu yang sulit ditutup, kebocoran pada area tertentu, atau plafon yang bermasalah bisa mengganggu aktivitas sehari-hari penghuni rumah.
Selain itu, beberapa masalah finishing seperti area lembab atau kebocoran membuat penghuni rumah jadi tidak nyaman jika tidak segera diperbaiki.
Kesimpulan
Cara hindari kesalahan saat tahap finishing rumah membutuhkan ketelitian karena kesalahan kecil dapat mempengaruhi tampilan, kenyamanan, hingga biaya perbaikan.
Pastikan setiap pekerjaan dilakukan sesuai rencana, gunakan material berkualitas, periksa detail pengerjaan, dan lakukan pengecekan akhir sebelum proyek dinyatakan selesai.
Ingin bangun rumah dengan proses finishing rumah yang terstruktur dan minim kesalahan? Konsultasikan kebutuhan pembangunan atau renovasi Anda bersama MBD Kontraktor!
Baca Juga : Estimasi Biaya Finishing Rumah yang Tepat Biar Budget Aman!
Pertanyaan Umum (FAQ)
| Mengapa tahap finishing rumah perlu diperhatikan?
Tahap finishing perlu dicek karena tahapan tersebut sangat menentukan kualitas tampilan akhir sekaligus kenyamanan dan ketahanan rumah. |
| Apa saja kesalahan finishing yang sering terjadi?
Kesalahan finishing yang sering terjadi seperti pengecatan tidak rata, pemasangan keramik tidak presisi, nat berantakan, dan detail instalasi yang kurang rapi. |
| Bagaimana cara hindari kesalahan saat tahap finishing rumah?
Caranya menggunakan gambar kerja sebagai acuan, pilih material yang tepat, dan lakukan pemeriksaan secara berkala. |
| Kapan pengecekan finishing sebaiknya dilakukan?
Lakukan pengecekan finishing selama proses pengerjaan dan pemeriksaan akhir sebelum rumah diserahterimakan. |
| Apakah kesalahan finishing bisa diperbaiki?
Bisa, tetapi tingkat perbaikannya tergantung pada jenis kesalahan dan harus menambah waktu serta biaya proyek. |




