Hukum Mendirikan Bagunan, PBG atau IMB ?

Dasar Hukum Mendiririkan bangunan- IMB adalah bentuk perizinan kepada pemilik bangunan untuk mendirikan, mengubah atau merenovasi, serta menambah bangunan.

Pemerintah telah mengatur izin mendirikan bangunan melalui beberapa peraturan. yaitu:

  1. UU No. 34/2001 Tentang Pajak dan Retribusi Daerah.
  2. UU No. 36/2005 Tentang Pengaturan Pelaksanaan UU No. 28 tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. 
  3. PP No. 16 tahun 2002 Tentang Peraturan Pelaksanaan UU No. 28 tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung, peraturan ini adalah kelanjutan dari pasal 24 dan pasal 185 huruf b tentang UU No. 11. 2002 Tentang Cipta Kerja. 

Dasar Hukum Mendirikan Bangunan- Menurut PP (Peraturan Pemerintah) , PBG (Persetujuan Bangunan Gedung)  adalah Perizinan yang diberikan kepada pemilik bangunan  untuk membangun , mengubah, memperluas, dan merawat bangunan .

Definisi dan prosedur dalam mengurus PBG telah diatur sesuai dengan PP No. 16 tahun 2021 tentang peraturan pelaksanaan serta UU No. 28 tahun 2002 tentang bangunan gedung,

Namun untuk informasi tambahan, PP No. 16 tahun 2021 merupakan regulasi turunan dari UU No. 11 tahun 2020 tentang cipta kerja atau UU Cipta Kerja, terutama di pasal 24 dan pasal 185 huruf b. 

Keluarnya peraturan baru tentang Izin mendirikan bangunan, otomatis  mengubah aturan lama mengenai pendirian bangunan. 

Pada dasarnya baik IMB atau PBG merupakan regulasi dalam mendirikan bangunan, hanya saja keduanya memiliki perbedaan.

Perbedaan IMB dengan PBG Dalam Mendirikan Rumah

Perbedaan Pertama dilihat dari tahapan pengerjaannya,  IMB harus diselesaikan oleh pemilik bangunan sebelum kegiatan pembangunan, sedangkan PBG bisa diurus selama berlangsungnya pembangunan ataupun setelah pembangunan. 

Perbedaan Kedua dilihat dari landasan hukumnya, IMB diatur dalam PP No. 36 Tahun 2005, sedangkan PBG dijelaskan berdasarkan PP No. 16 Tahun 2021. 

Sedangkan perbedaan lainnya yaitu, IMB mengatur beberapa syarat administratif bangunan, seperti: pengakuan status tanah, izin pemanfaatan dari pemegang hak, status kepemilikan bangunan, lalu juga syarat dan teknis tata bangunan.

Sedangkan PBG hanya mewajibkan perencanaan bangunan sesuai dengan tata bangunan. 

Nah, dari penjelasan diatas sudah dipastikan keduanya adalah hal yang sangat penting untuk diperrhatikan sebelum Anda melakukan kegiatan bangun rumah karena tujuan dari keduanya antara lain: 

  • Bangunan akan mendapatkan perlindungan dan kepastian hukum.
  • Harga jual rumah anda akan meningkat.
  • Memudahkan proses jual beli dan sewa menyewa rumah.

Cara Memperoleh PBG: 

IMB resmi digantikan oleh PBG per tanggal 31 Juli 2021, ditandai dengan peluncuran Sistem Informasi Manajemen Bangunan Gedung (SIMBG) versi terbaru oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). 

Untuk memudahkan masyarakat dalam memperoleh izin mendirikan bangunan, SIMBG meluncurkan layanan berbasis web yang dapat diakses melalui https://simbg.pu.go.id/  

Selain untuk mengurus PBG website  juga melayani aktivitas pengurungan sertifikat laik fungsi (SLF), Surat Bukti Kepemilikan Bangunan Gedung (SBKBG), hingga Rencana Teknis Bangunan (RTB). 

Untuk mengajukan permohonan PBG, ada beberapa dokumen yang harus Anda lengkapi, dilansir dari laman https://simbg.pu.go.id/ pemohon pengajuan  melengkapi tiga kategori data, diantaranya: 

  • Data pemohon dan pemilik. 
  • Data bangunan gedung.
  • Dokumen rencana teknis. 

Dapat disimpulkan jika Anda ingin melakukan kegiatan bangun rumah Anda harus memperhatikan syarat administrasinya agar bangunan Anda dapat terlindung di badan hukum,

Selain itu Anda juga harus memperhatikan Jasa Konstruksi  untuk kegiatan membangun.  Dalam hal ini anda bisa memilih Jasa Kontraktor yang sudah memiliki pengalaman dan pengakuan legalitasnya karena pasti sudah terbiasa untuk mengurus hal tersebut. 

Rate this post
Isa Ermawan
Isa Ermawan

Isa Ermawan adalah seorang ahli kontraktor dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam industri konstruksi. Selain itu, ia juga memiliki latar belakang sebagai arsitek yang sangat membantu dalam memastikan kualitas dan desain bangunan yang dibangun sesuai dengan keinginan klien.

Sejak memulai karirnya, Isa telah berhasil menyelesaikan berbagai proyek konstruksi, mulai dari pembangunan rumah mewah hingga renovasi gedung perkantoran. Ia sangat berpengalaman dalam mengelola proyek secara efektif, memastikan bahwa setiap proyek diselesaikan dengan tepat waktu, sesuai anggaran, dan sesuai dengan standar kualitas yang tinggi.

Dalam setiap proyek yang ia kerjakan, Isa selalu fokus pada kepuasan klien. Ia selalu mendengarkan dengan saksama keinginan klien dan berusaha untuk memberikan solusi terbaik untuk memenuhi kebutuhan mereka. Ia juga sangat memperhatikan detail dan kualitas, sehingga setiap proyek yang ia kerjakan akan selalu memenuhi standar kualitas yang tinggi.

Chat sekarang!
Konsultasi gratis!
Halo MBD Kontraktor, saya mau tanya tentang Hukum Mendirikan Bagunan, PBG atau IMB ?!