Renovasi Rumah dengan Pinjaman Bank, Bijak atau Nekat?

4.9
(3990)

Renovasi Rumah dengan Pinjaman Bank — Renovasi rumah harus dilakukan secepat mungkin agar kerusakannya tidak semakin parah dan tidak memakan banyak biaya.

Hanya saja, masih banyak pemilik rumah yang selalu menunda-nunda renovasi karena mereka melihat kerusakannya masih terbilang ringan dan bisa diperbaiki di lain waktu.

Padahal, sekecil apapun kondisi kerusakannya tetap perlu segera direnovasi agar kerusakannya tidak semakin parah.

Ada alasan lain mengapa pemilik rumah selalu menunda-nunda renovasi, alasan tersebut yaitu karena keterbatasan budget!

Budget yang terbatas mengharuskan mereka mengumpulkan biaya terlebih dahulu agar tidak mengalami pembengkakan biaya saat renovasi berlangsung.

Untuk mengumpulkan biaya renovasi membutuhkan waktu lebih lama, terlebih lagi kalau Anda punya kebutuhan lain yang sama pentingnya dengan merenovasi rumah.

Kalau berada di kondisi seperti itu, tentunya Anda harus menghemat pengeluaran agar tabungan untuk renovasi rumah cepat terkumpulnya.

Namun, kalau renovasinya termasuk mayor dan harus segera direnovasi, Anda perlu cari cara lain untuk mendapatkan biayanya.

Salah satu cara yang bisa Anda pertimbangkan untuk mendapatkan biaya renovasi dengan cepat yaitu melakukan pinjaman ke bank tertentu.

Tentunya ada plus dan minus dari renovasi rumah dengan pinjaman bank. Anda tidak bisa asal dan terburu-buru mengajukan pinjaman ke bank, harus ada pertimbangan lainnya.

Anda bisa simak pembahasan artikel MBD Kontraktor kali ini yang akan bahas apa saja kelebihan dan kekurangan dari renovasi rumah dengan pinjaman bank.

Simak lebih detail penjelasannya di pembahasan berikut ini, ya!

Baca Juga: Sistem Pembayaran Renovasi Rumah: Termin vs Lumpsum

Plus & Minus Renovasi Rumah dengan Pinjaman Bank

Renovasi Rumah dengan Pinjaman Bank

Seperti yang Anda tahu, kalau renovasi rumah butuh biaya yang tidak sedikit. Perlu biaya yang banyak, namun tergantung skala kerusakannya ya. Apakah minor atau mayor?

Kalau kondisi Anda sedang terdesak, namun biaya renovasinya belum terkumpul cukup, Anda bisa coba pertimbangkan renovasi rumah dengan pinjaman bank!

Tapi, sebelum mengajukan pinjaman ke bank, Anda harus tahu terlebih dahulu kelebihan dan kekurangan dari renovasi rumah dengan pinjaman bank.

Simak lebih lengkap kelebihan dan kekurangannya di pembahasan berikut ini!

Kelebihan Renovasi dengan Mengajukan Pinjaman Bank

Tidak selamanya pinjaman bank untuk merenovasi rumah itu selalu “buruk”, berikut ini beberapa kelebihannya yang perlu Anda ketahui:

Bisa Langsung Melakukan Renovasi Rumah

Kalau Anda mengajukan pinjaman bank untuk merenovasi rumah, Anda tidak perlu menunggu terlalu lama sampai biayanya terkumpul karena bisa langsung melakukan renovasi.

Pilihan ini tentunya sangat membantu Anda jika kondisi rumah sudah terlalu parah kerusakannya seperti struktur bangunan yang rusak, instalasi listrik bermasalah, atau atap bocor.

Skala Renovasi Bisa Menyeluruh

Karena mendapatkan pinjaman dari bank, Anda tidak perlu lagi membatasi skala renovasi rumah. Anda bisa rencanakan renovasinya secara menyeluruh sehingga lebih efisien dari segi waktu dan biaya tenaga kerja.

Selain itu, hasil renovasi juga lebih rapi karena konsep dan desainnya sudah dibuat dari awal!

Tenor & Cicilan Bisa Disesuaikan Kemampuan

Pinjaman bank untuk renovasi rumah biasanya menyediakan tenor yang fleksibel, mulai dari beberapa tahun hingga belasan tahun.

Hal ini memberi ruang bagi Anda untuk menyesuaikan cicilan dengan kemampuan finansial bulanan. Dengan melakukan perencanaan yang tepat, cicilan pinjaman untuk renovasi rumah terasa lebih ringan dibanding harus mengeluarkan banyak biaya sekaligus.

Nilai Aset Rumah Meningkat

Renovasi yang dilakukan dengan tepat bisa meningkatkan nilai jual rumah secara signifikan

Jika rumah Anda berada di lokasi strategis dan renovasinya menggunakan material berkualitas, maka nilai properti bisa melebih biaya renovasi! Dalam jangka panjang, hal ini tentunya menjadi keuntungan finansial bagi Anda.

Tabungan Pribadi Tetap Terjaga

Dengan mengajukan pinjaman bank untuk merenovasi rumah, tabungan pribadi Anda tetap terjaga.

Hal ini tentunya penting untuk menjaga keamanan finansial kalau terjadi hal tak terduga seperti keperluan medis atau biaya mendesak lainnya.

Baca Juga: Tips Mengatur Budget Renovasi Rumah Agar Tidak Over Budget

Kekurangan Renovasi dengan Mengajukan Pinjaman Bank

Walaupun mengajukan pinjaman bank untuk renovasi rumah punya kelebihannya, tidak menutup kemungkinan pilihan ini punya kekurangannya.

Berikut beberapa kekurangan dari renovasi rumah dengan pinjaman bank yang perlu Anda ketahui agar bisa mempertimbangkannya kembali:

Beban Bunga & Biaya Tambahan

Kekurangan dari pilihan ini yaitu adanya bunga pinjaman! Selain bunga, biasanya pinjaman bank juga ada biaya administrasi, provisi, asuransi, dan appraisal.

Kalau tidak dihitung dengan cermat, yang ada total biaya yang harus dibayarkan jauh lebih besar dibanding biaya renovasi yang diterima.

Cicilan Jangka Panjang

Dengan mengajukan pinjaman bank berarti Anda berkomitmen dalam jangka panjang. Kalau kondisi keuangan berubah seperti pendapatan mengalami pengurangan atau pengeluaran meningkat, berarti cicilan menjadi beban jangka panjang.

Tentunya hal ini berisiko dan harus dipertimbangkan kembali, terutama bagi pekerja yang penghasilannya tidak tetap.

Proses Pengajuan Tidak Selalu Mudah

Pengajuan pinjaman bank untuk mendapatkan biaya renovasi rumah membutuhkan dokumen seperti slip gaji, laporan keuangan, sertifikat tanah, hingga penilaian aset.

Proses pengajuannya bisa memakan waktu dan tidak selalu disetujui sesuai harapan, baik itu dari segi nominal maupun tenor.

Biaya Renovasi Melebihi Anggaran

Biasanya, ketika biaya yang diberikan dalam jumlah besar, banyak orang yang mudah tergiur menambahkan spesifikasi material atau memperluas cakupan pekerjaan renovasi.

Jadi, kalau pengeluarannya tidak dikontrol dengan baik, biaya renovasi bisa membengkak dan membuat pinjaman jadi terasa kurang mencukupi, sehingga menimbulkan tekanan finansial tambahan.

Rumah Berisiko Jadi Jaminan

Biasanya jenis pinjaman tertentu, rumah bisa dijadikan jaminan. Artinya, kalau Anda gagal bayar cicilan pinjamannya, maka aset rumah Anda jadi terancam.

Hal ini yang menjadi pertimbangan serius yang tidak boleh Anda anggap sepele!

Itulah beberapa kekurangan dan kelebihan dari renovasi rumah dengan pinjaman bank yang perlu Anda ketahui untuk mempertimbangkan kembali pilihan tersebut.

Jika Anda sudah yakin mengajukan pinjaman bank untuk merenovasi rumah, namun bingung bagaimana cara mengajukannya, Anda bisa simak pembahasan berikut ini!

Baca Juga: Mau Renovasi Rumah? Cek Biaya Renovasi Disini!

Cara Mengajukan Pinjaman Bank untuk Renovasi Rumah

Renovasi Rumah dengan Pinjaman Bank

Seperti di pembahasan sebelumnya, untuk mengajukan pinjaman di bank tidaklah semudah yang Anda pikirkan. Bisa saja pengajuan Anda ditolak oleh pihak bank karena beberapa hal tertentu.

Anda bisa simak pembahasan berikut untuk cari tahu cara mengajukan pinjaman di bank:

Tentukan Kebutuhan & Estimasi Biaya Renovasi

Cara pertama sebelum mengajukan pinjaman yaitu tentukan skala renovasi yang akan dilakukan.

Apakah hanya renovasi ringan seperti pengecatan dan perbaikan atap, atau renovasi besar seperti penambahan ruangan dan perubahan struktur bangunan.

Buat estimasi biaya renovasi secara detail mulai dari material, upah tukang, hingga biaya tambahan tak terduga.

Estimasi ini penting karena bank akan menilai apakah jumlah pinjaman yang diajukan realistis dan sesuai kebutuhan atau tidak?

Pilih Jenis Pinjaman

Bank umumnya menyediakan beberapa opsi pinjaman untuk renovasi rumah, seperti kredit multiguna dengan jaminan rumah, fasilitas renovasi dari KPR yang sudah berjalan, atau kredit tanpa agunan (KTA) untuk renovasi ringan.

Jika renovasi membutuhkan dana besar, kredit dengan jaminan biasanya memiliki bunga lebih rendah dan tenor lebih panjang.

Sementara itu, KTA cocok untuk renovasi kecil karena prosesnya lebih cepat meski bunganya relatif lebih tinggi.

Siapkan Dokumen yang Dibutuhkan

Dokumen menjadi faktor paling penting dalam proses pengajuan pinjaman. Biasanya, bank akan meminta dokumen identitas diri, bukti penghasilan, mutasi rekening, serta dokumen kepemilikan rumah seperti sertifikat dan IMB (jika menggunakan jaminan).

Selain itu, beberapa bank juga meminta rencana renovasi atau RAB (Rencana Anggaran Biaya) sebagai bahan pertimbangan. Pastikan semua dokumen lengkap dan valid agar proses analisis bank tidak terlalu lama.

Ajukan Pinjaman & Ikut Proses Verifikasi

Setelah dokumen siap, Anda bisa mengajukan pinjaman melalui kantor cabang bank atau secara online. Pihak bank akan melakukan verifikasi data, analisis kemampuan finansial, dan penilaian jaminan.

Pada tahap ini, bank akan menilai rasio cicilan terhadap penghasilan Anda. Biasanya, cicilan bulanan tidak melebihi 30–40% dari total penghasilan agar pengajuan lebih mudah disetujui.

Pahami Simulasi Cicilan & Perjanjian Kredit

Jika pengajuan disetujui, bank akan memberikan simulasi cicilan lengkap dengan bunga, tenor, dan biaya lainnya.

Anda perlu luangkan waktu untuk membaca perjanjian kredit secara menyeluruh agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari.

Pastikan cicilan sesuai kemampuan finansial dan tidak mengganggu kebutuhan rutin bulanan. Setelah akad kredit ditandatangani, dana pinjaman akan dicairkan sesuai ketentuan bank.

Nah, itulah cara mengajukan pinjaman bank untuk merenovasi rumah. Jika Anda ingin renovasi rumah dengan sistem termin agar tidak terlalu banyak biaya, bisa banget percayakan MBD Kontraktor!

Sistem pembayaran di MBD Kontraktor cukup fleksibel, bisa disesuaikan dengan budget Anda. Sehingga tidak perlu khawatir mengalami over budget!

Tertarik gunakan jasa renovasi rumah dari MBD Kontraktor? Anda bisa langsung klik KONSULTASI GRATIS sekarang untuk mulai konsultasi bersama tim ahli kami.

Seberapa bermanfaat postingan ini untuk Anda?

Klik bintang untuk memberikan penilaian Anda!

Berdasarkan penilaian 3990 orang, rating rata-rata saat ini: 4.9

Belum ada yang memberi suara. Jadilah yang pertama menilai postingan ini!

Karena kamu merasa tulisan ini bermanfaat...

Ikuti kami juga di media sosial, yuk!

Mohon maaf jika artikel ini kurang membantu

Bantu kami jadi lebih baik!

Apa yang bisa kami perbaiki dari tulisan ini?

Farah Fadhillah Khairani
Farah Fadhillah Khairani