Mau Bangun Rumah Budget 100 Juta? Ini Rincian Lengkapnya!

Bangun Rumah Budget 100 Juta
5
(6611)

Bangun Rumah Budget 100 Juta — Punya rumah sendiri merupakan impian setiap orang, namun tidak semua orang bisa mewujudkan impian tersebut karena terhalang biaya pembangunan yang semakin mahal dari tahun ke tahun.

Mungkin selama ini banyak orang menganggap kalau bangun rumah harus punya budget lebih baru bisa mulai pembangunan, padahal kenyataannya tidak seperti itu!

Anda tetap bisa bangun rumah asalkan anggaran pembangunannya sesuai dengan budget yang Anda punya.

Biar anggaran pembangunan sesuai dengan budget, Anda perlu membuat RAB terlebih dahulu agar pengeluaran terkontrol dan biaya yang dikeluarkan sesuai dengan rencana awal.

Perlu Anda ingat! RAB harus detail dan transparan agar tidak ada biaya tersembunyi dan terhindar dari pembengkakan biaya yang bisa menimbulkan resiko fatal.

Untuk pembuatan RAB disarankan menggunakan tenaga kerja yang memang ahli dan berpengalaman, seperti estimator. Jika ingin menggunakan estimator, Anda perlu pakai jasa bangun rumah yang punya tim teknis lengkap.

Jika Anda berencana mau bangun rumah budget 100 juta, namun bingung berapa rincian lengkapnya, Anda bisa simak artikel MBD Kontraktor kali ini sampai selesai, ya!

Artikel kali ini akan bahas lebih detail rincian lengkap bangun rumah budget 100 juta. Simak lebih lengkap penjelasannya di pembahasan berikut ini.

Baca Juga : 8 Tips Memilih Mitra Bangun Rumah Agar Tak Salah Pilih!

Punya Budget Bangun Rumah 100 Juta? Ini Rincian Lengkapnya

Banyak kasus yang mana pembangunan rumah mengalami over budget karena anggarannya tidak sesuai dengan budget. Makanya, penting sekali membuat RAB agar kejadian hal seperti itu tidak terjadi pada Anda.

Kalau Anda berencana mau bangun rumah, tapi hanya punya budget 100 juta, berikut ini rincian lengkapnya!

Biaya Struktur Bangunan

Bangun Rumah Budget 100 Juta

Struktur adalah tulang utama pada bangunan, dan berfungsi sebagai pondasi kekuatan rumah. Jika Anda ingin menghemat biaya pembangunan, tidak disarankan pada biaya struktur bangunan karena berhubungan langsung keamanan bangunan.

Adapun komponen biaya struktur yaitu:

Pekerjaan Pondasi

Jenis pondasi yang digunakan untuk bangun rumah 1 lantai yaitu pondasi batu kali. Biayanya mencakup:

  • Galian tanah
  • Urugan pasir
  • Batu kali
  • Semen & pasir pasang

Jika Anda bangun rumah tipe 21 – 36, biaya yang dibutuhkan pada tahap ini sekitar Rp15 juta – Rp20 juta, namun tergantung kondisi tanahnya.

Sloof

Sloof berfungsi sebagai pengikat pondasi dan penahan beban dinding. Material yang digunakan biasanya:

  • Besi tulangan dengan diameter 8 – 10 mm
  • Beton campuran semen, pasir, dan kerikil

Estimasi biaya sloof sekitar Rp8 juta – Rp12 juta.

Kolom & Ring Balok

Kolom dan ring balok berfungsi menjaga kekuatan bangunan secara vertikal dan horizontal agar tidak mudah retak & roboh.

  • Kolom praktis biasanya dipasang setiap 3 meter
  • Ring balok berada di atas dinding

Estimasi biaya kolom dan ring balok sekitar Rp10 juta – Rp15 juta.

Jika ditotalkan biaya struktur bangunan sekitar Rp40 – 50 juta, komponen ini paling penting dan tidak boleh dihemat!

Biaya Dinding & Plester

Bangun Rumah Budget 100 Juta

Jika struktur bangunan sudah berdiri, tahap berikutnya yaitu pembangunan dinding rumah. Berikut rincian lengkapnya:

Material Dinding

Ada beberapa pilihan material dinding yang bisa menghemat bangun rumah budget 100 juta, di antaranya:

  • Bata merah — lebih kuat, tapi lebih mahal sedikit
  • Batako — lebih murah, tapi perlu plester lebih tebal

Jika Anda punya budget Rp100 juta, disarankan gunakan batako atau kombinasikan batako dan bata merah.

Pekerjaan Pasang Dinding

Biaya pekerjaan pasang dinding mencakup:

  • Semen dan pasir
  • Upah tukang
  • Air kerja

Estimasi biaya yang dibutuhkan pada tahap ini sekitar Rp10 juta – Rp12 juta.

Plester & Aci

Jika dinding rumah sudah berdiri, pekerjaan selanjutnya yaitu:

  • Plester — lapisan kasar
  • Aci — lapisan halus sebelum cat

Estimasi biaya yang dibutuhkan pada tahap ini sekitar Rp5 juta – Rp8 juta.

Total biaya dinding dan plester sekitar Rp15 juta – Rp20 juta.

Biaya Atap

Bangun Rumah Budget 100 Juta

Atap berfungsi melindungi rumah dari cuaca ekstrem seperti panas dan hujan. Makanya, pemilihan material sangat penting dan mempengaruhi biaya pembangunan rumah.

Rangka Atap

Untuk bagian rangka atap disarankan menggunakan baja ringan karena lebih hemat dan tahan rayap dibanding material kayu.

Biaya rangka atap untuk rumah kecil sekitar Rp5 juta – Rp8 juta.

Penutup Atap

Ada beberapa pilihan material yang bisa menghemat biaya bangun rumah budget 100 juta, di antaranya:

  • Spandek — murah, ringan, tapi panas
  • Genteng beton / tanah liat — lebih adem, tapi lebih mahal

Untuk menghemat budget, Anda bisa menggunakan spandek untuk penutup atap rumah. Estimasi biaya yang dibutuhkan sekitar Rp4 juta – Rp7 juta.

Aksesoris Atap

Ada dua aksesoris atap yang bisa Anda gunakan, seperti:

  • Nok — penutup sambungan
  • Talang air sederhana

Estimasi tambahan yang dibutuhkan sekitar Rp1 juta – Rp2 juta.

Jika biaya atap ditotalkan, maka biaya yang dibutuhkan sekitar Rp10 juta – Rp15 juta.

Baca Juga : 8 Tips Bangun Rumah Impian Agar Sesuai Budget Anda!

Biaya Lantai & Finishing

Finishing merupakan tahap yang menentukan tampilan akhir rumah, dan sering menjadi penyebab biaya membengkak.

Lantai

Berikut rincian biaya lantai:

  • Keramik dengan ukuran 30×30 atau 40×40
  • Pilih keramik dengan harga murah sekitar Rp50 – Rp70 ribu/m²

Untuk rumah kecil, estimasi biaya lantai sekitar Rp5 juta – Rp7 juta.

Cat Dinding Rumah

Berikut rincian biaya cat dinding rumah:

  • Gunakan cat interior dan eksterior sederhana
  • 1–2 lapis pengecatan

Estimasi biaya cat dinding rumah sekitar Rp2 juta – Rp3 juta.

Plafon

Bagian plafon sebenarnya opsional, jika Anda ingin menggunakan plafon, Anda bisa gunakan gypsum/PVC dengan harga murah.

Estimasi biayanya sekitar Rp3 juta – Rp5 juta.

Total biaya lantai dan finishing sekitar Rp10 juta – Rp15 juta.

Biaya Pintu, Jendela & Sanitasi

Bagian ini sering diabaikan banyak orang, padahal biaya pintu, jendela dan sanitasi membutuhkan budget lebih.

Pintu

Saat membuat pintu, Anda perlu buat 2 pintu berikut:

  • Pintu utama (kayu / multipleks finishing HPL)
  • Pintu kamar

Untuk estimasi biaya pintu sekitar:

  • Pintu utama: Rp1,5 – Rp2,5 juta
  • Pintu kamar: Rp700 ribu – Rp1 juta/unit
Jendela

Tips saat membuat jendela rumah yaitu pilih bahan aluminium + kaca polos karen lebih murah dan minim perawatan

Estimasi biaya jendela sekitar Rp2 juta – Rp3 juta.

Sanitasi

Saat membuat sanitasi, Anda tidak boleh melewatkan ketiga hal berikut:

  • Closet jongkok/duduk standar
  • Keramik kamar mandi
  • Shower / bak air

Estimasi biaya sanitasi sekitar Rp3 juta – Rp4 juta.

Total biaya pintu, jendela dan sanitasi sekitar Rp10 juta.

Biaya Tukang

Untuk biaya tenaga kerja ada dua metode yang bisa Anda pilih dan gunakan, di antaranya:

Sistem Borongan Tenaga

Berikut kelebihan dari sistem borongan tenaga:

  • Lebih hemat
  • Biaya sudah disepakati di awal
  • Biasanya sekitar Rp700 ribu – Rp1 juta/m² (tenaga saja)

Untuk rumah kecil, total biayanya sekitar Rp10 – Rp15 juta.

Sistem Harian

Kelebihan dari sistem harian lebih fleksibel
namun rawan molor dan biaya membengkak
Upah harian terbagi jadi 2 bagian, yaitu:

  • Tukang: Rp120 – Rp150 ribu/hari
  • Kenek: Rp80 – Rp100 ribu/hari

Kurang direkomendasikan untuk budget terbatas.

Kesimpulan

Dari semua komponen biaya bangun rumah dengan budget Rp100 juta, bisa disimpulkan kalau:

  • Biaya struktur menyerap hampir 50% budget
  • Biaya finishing harus dihemat agar tidak over budget
  • Pemilihan material sangat menentukan total biaya

Kunci utama agar bangun rumah budget 100 juta berhasil yaitu distribusi anggaran yang tepat dan disiplin saat pembangunan berlangsung!

Bagi Anda yang ingin bangun rumah budget 100 juta juga atau budget lainnya, Anda bisa percayakan MBD Kontraktor sebagai ‘partner’ untuk wujudkan hunian impian Anda.

Ingin diskusi lebih lanjut? Anda bisa 📲 konsultasi GRATIS sekarang bersama tim ahli kami!

Baca Juga : Terbaru! Harga Borongan Bangun Rumah per Meter Tahun 2026

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apakah bisa bangun rumah dengan budget 100 juta?

Ya, sangat memungkinkan. Namun dengan catatan:

  • Luas bangunan terbatas (±21–36 m²)
  • Desain sederhana (minimalis tanpa banyak detail)
  • Menggunakan material dengan harga terjangkau

Kunci utamanya ada di perencanaan dan kontrol biaya yang ketat.

Ukuran rumah seperti apa yang bisa didapat dengan budget 100 juta?

Anda bisa bangun rumah:

  • Rumah tipe 21 atau tipe 36
  • 1–2 kamar tidur
  • 1 kamar mandi
  • Ruang tamu sederhana

Semakin kecil luas bangunan, semakin besar peluang budget tetap aman.

Apa saja faktor yang paling mempengaruhi biaya pembangunan?

Beberapa faktor utama yang sangat mempengaruhi biaya pembangunan yaitu:

  • Lokasi pembangunan 
  • Jenis material yang digunakan
  • Desain rumah 
  • Sistem pengerjaan 

Kesalahan di faktor ini bisa membuat budget membengkak jauh dari rencana awal.

Lebih hemat pakai tukang harian atau borongan?

Untuk budget Rp100 juta, sistem borongan lebih disarankan karena:

  • Biaya lebih pasti di awal
  • Risiko pembengkakan lebih kecil
  • Timeline pengerjaan lebih terkontrol

Sedangkan sistem harian cenderung fleksibel, tapi rawan molor dan over budget.

Apakah perlu menggunakan jasa kontraktor untuk bangun rumah budget 100 juta?

Tidak wajib, tapi sangat disarankan terutama untuk pemula! Dengan menggunakan kontraktor:

  • Ada perencanaan RAB yang jelas
  • Pekerjaan lebih rapi dan terarah
  • Risiko kesalahan bisa diminimalisir

Dalam banyak kasus, kontraktor justru membantu menghemat biaya karena menghindari kesalahan fatal saat pembangunan.

Seberapa bermanfaat postingan ini untuk Anda?

Klik bintang untuk memberikan penilaian Anda!

Berdasarkan penilaian 6611 orang, rating rata-rata saat ini: 5

Belum ada yang memberi suara. Jadilah yang pertama menilai postingan ini!

Karena kamu merasa tulisan ini bermanfaat...

Ikuti kami juga di media sosial, yuk!

Mohon maaf jika artikel ini kurang membantu

Bantu kami jadi lebih baik!

Apa yang bisa kami perbaiki dari tulisan ini?