Estimasi Biaya Bangun Gedung Kantor — Saat melewati gedung perkantoran yang mewah dan bertingkat tinggi pastinya Anda pernah bertanya, berapa sih biaya yang dibutuhkan untuk bangun gedung kantor tersebut?
Jawabannya sudah pasti membutuhkan banyak biaya untuk bangun gedung perkantoran tersebut!
Namun, untuk estimasi biaya bangun gedung kantor tergantung berbagai faktor seperti:
➡️ Material yang dipilih
➡️ Desain arsitektur gedung kantor
➡️ Upah tukang di lapangan
➡️ Kondisi lokasi proyek
Semakin kompleks pembangunan gedung kantor, semakin besar biaya yang dibutuhkan.
Makanya, untuk memulai proyek pembangunan gedung perkantoran tidak bisa asal dilakukan karena butuh perencanaan yang tepat agar tidak menimbulkan berbagai masalah fatal seperti over budget atau proyek berhenti di tengah jalan.
Untuk bangun gedung kantor tidak disarankan menggunakan jasa pemborong, lebih disarankan menggunakan jasa kontraktor yang memang terpercaya dan berpengalaman seperti MBD Kontraktor untuk mengerjakan proyek tersebut.
Tentunya ada alasan mengapa lebih disarankan menggunakan kontraktor dibanding pemborong, adapun alasannya yaitu:
✔️ Sistem kerja lebih terstruktur
✔️ Legalitasnya jelas
✔️ Ada kontrak kerja tertulis yang jelas
✔️ Ada jaminan dan garansi yang diberikan
Selain itu, dengan menggunakan kontraktor juga akan dibantu menghitung estimasi biaya bangun gedung kantor dengan tepat dan pastinya realistis.
Kalau menghitung biaya bangun gedung kantor dilakukan sendiri yang ada nantinya menimbulkan berbagai kesalahan fatal.
Penasaran apa saja kesalahan umum saat menyusun estimasi biaya pembangunan gedung kantor? Dan berapa estimasi biaya pembangunan gedung kantor sebenarnya?
Anda bisa simak artikel MBD Kontraktor kali ini sampai selesai untuk lebih lengkapnya, ya!
Baca Juga : Estimasi Biaya Bangun Ruko 1 Lantai
4 Kesalahan Umum Saat Menyusun Estimasi Biaya Pembangunan Gedung Kantor

Seperti di pembahasan sebelumnya, untuk menyusun estimasi biaya bangun gedung kantor tidak bisa dilakukan sendiri dan asal-asalan, butuh estimator yang memang terbukti ahli dan berpengalaman.
Jika pembuatan estimasi dilakukan sendiri yang ada menimbulkan berbagai kesalahan. Berikut ini beberapa kesalahan yang sering terjadi saat menyusun estimasi biaya pembangunan gedung kantor:
Data Awal Proyek Kurang Lengkap
Salah satu kesalahan yang paling sering terjadi saat membuat estimasi biaya yaitu datanya tidak lengkap!
Alhasil, estimasiv pembangunan gedung disusun hanya berdasarkan desain yang konsepnya masih kasar tanpa detail teknis jelas. Tentunya hal tersebut berdampak ke yang lain, seperti:
➡️ Volume pekerjaan
➡️ Spesifikasi material
➡️ Kebutuhan struktur bangunan gedung
Jika pembangunan gedung berjalan dengan mengandalkan estimasi yang masih belum jelas bisa menimbulkan pekerjaan tambahan yang sebelumnya tidak dihitung.
Hal tersebut yang menjadi penyebab biaya membengkak saat proyek sedang berlangsung. Makanya, disarankan estimasi dilakukan setelah gambar kerja sudah dibuat dan kebutuhan proyek jelas
Salah Hitung Volume Pekerjaan
Kesalahan lainnya yaitu salah menghitung volume pekerjaan. Contohnya, salah hitung luas lantai, volume beton, kebutuhan besi tulangan, atau jumlah partisi dan finishing interior.
Walaupun kesalahan yang dilakukan hanya kecil bisa berdampak pada total biaya pembangunan gedung kantor. Hal tersebut dikarenakan volume pekerjaan dikalikan dengan harga satuan yang besar.
Jika volumenya terlalu kecil, anggaran akan kurang. Sedangkan terlalu besar, estimasi biaya jadi kurang efisien dan membuat pemilik proyek jadi terhambat untuk mengambil keputusan.
Mengabaikan Kondisi Lahan Proyek
Kesalahan yang satu ini terjadi karena tidak mempertimbangkan kondisi lahan proyek secara aktual. Padahal kondisi tanah, akses lokasi, hingga lingkungan sekitar sangat mempengaruhi biaya pembangunan gedung kantor.
Sebagai contohnya yaitu:
➡️ Tanah lunak membutuhkan pondasi khusus yang biayanya tentu lebih mahal
➡️ Lokasi pembangunan gedung kantor di pusat kota butuh biaya tambahan untuk mobilisasi alat, pengaturan lalu lintas, dan jam kerjanya juga terbatas
Kalau faktor-faktor di atas diabaikan, yang ada estimasi biaya pembangunan gedung kantor tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
Tidak Membuat Biaya Tidak Langsung (Indirect Cost)
Kesalahan ini terjadi karena pemilik proyek hanya fokus pada biaya langsung seperti material dan upah, mereka melupakan biaya tidak langsung (indirect cost).
Padahal, biaya tidak langsung sangat berpengaruh dalam estimasi biaya pembangunan gedung kantor. Adapun biaya tidak langsung seperti:
| ✔️ Biaya manajemen proyek |
| ✔️ Overhead kantor lapangan |
| ✔️ Biaya perizinan dan administrasi |
| ✔️ Biaya keamanan dan kebersihan proyek |
| ✔️ Asuransi dan pajak |
Kalau biaya-biaya tersebut tidak dihitung dari awal pembuatan estimasi, maka biaya pembangunan gedung kantor terlihat “murah” namun jika direalisasikan di lapangan justru buat biaya membengkak.
Baca Juga : Faktor yang Mempengaruhi Estimasi Biaya Bangun Villa
Berapa Estimasi Biaya Bangun Gedung Kantor?

Setelah membahas mengenai kesalahan umum saat membuat estimasi pembangunan gedung kantor, maka di pembahasan kali ini akan bahas lebih detail mengenai estimasi biaya bangung gedung kantor sebenarnya.
Berikut ini estimasi biaya pembangunan gedung kantor yang tepat dan realistis:
Tentukan Data Dasar Proyek Bangunan
Sebelum hitung estimasi pembangunan gedung kantor, tentukan terlebih dahulu data dasar proyek bangunannya. Misalnya:
| Fungsi bangunan | Untuk gedung kantor |
| Jumlah lantai | 2 lantai |
| Luas bangunan total | 800 m² (masing-masing lantai 400 m²) |
| Struktur | Beton bertulang |
| Finishing | Standar kantor menengah |
| Lokasi | Perkantoran |
Data tersebut akan menjadi dasar perhitungan biaya bangun gedung kantor, makanya perlu dibuat dengan detail dan transparan.
Tentukan Harga Satuan Bangunan Per m²
Biasanya, biaya bangun gedung kantor dibagi menjadi ke beberapa spesifikasi, yaitu:
➡️ Standar sederhana: Rp4-5 juta/m²
➡️ Standar menengah: Rp5,5-7 juta/m²
➡️ Standar menengah ke ata: Rp7-9 juta/m²
Sebagai contohnya, harga satuan yang digunakan yaitu Rp6.500.000 per m², yang mana termasuk standar menengah dan sudah include struktur serta finishing dasar.
Biaya Konstruksi Utama
Untuk biaya ini sudah mencakup:
✔️ Pondasi dan struktur beton
✔️ Dinding, lantai & plafon
✔️ Atap, pintu & jendela
✔️ Finishing dasar
Berikut contoh perhitungannya:
Rumus
| Luas bangunan × Harga satuan per m² |
= 800 m² × Rp6.500.000
= 5.200.000.000
Biaya Pekerjaan MEP
Untuk gedung perkantoran, biaya MEP tidak bisa diabaikan karena hal ini menyangkut kenyamanan karyawan dan operasional bangunan.
Biaya MEP berkisar 20-30% dari biaya konstruksi utama. Berikut contoh perhitungannya jika 25%:
| = 25% × 5.200.000.000 = Rp1.300.000.000 |
Biaya MEP ini meliputi:
✔️ Instalasi listrik & panel
✔️ Lampu & stop kontak
✔️ AC
✔️ Plumbing air bersih & kotor
✔️ Hydrant / APAR
Biaya Interior Kantor
Interior kantor biasanya dihitung terpisah karena sangat tergantung konsep dan kebutuhan pengguna.
Untuk interior kantor biasanya dihitung terpisah karena tergantung konsep dan kebutuhan. Biasanya, biaya interior standar kantor berkisar Rp1.500.000 – Rp3.000.000 per m².
Berikut ini contoh estimasi biayanya jika biayanya Rp2.000.000:
| = 800 m² × Rp2.000.000 = Rp1.600.000.000 |
Biaya Tidak Langsung
Untuk biaya tidak langsung (indirect cost) biasanya 8-12% dari total biaya konstruksi dan MEP. Berikut ini contohnya jika 10%:
| = 10% × (5.200.000.000 + 1.300.000.000) = 10% × 6.500.000.000 = Rp650.000.000 |
Biaya Cadangan
Untuk menjaga keamanan anggaran, tambahkan biaya cadangan 5–10%.
Agar anggaran pembangunan gedung kantor terjaga, Anda perlu membuat biaya cadangan sekitar 5-10%. Berikut ini contohnya jika 7%:
Total biaya sementara:
| Biaya konstruksi | Rp5.200.000.000 |
| Biaya MEP | Rp1.300.000.000 |
| Biaya interior | Rp1.600.000.000 |
| Biaya tidak langsung | Rp650.000.000 |
| Total | Rp8.750.000.000 |
Untuk menghitung biaya cadangannya berikut:
| = 7% × Rp8.750.000.0000 = Rp612.500.000 |
Jika sudah mendapatkan total dari tiap biaya, maka bisa langsung buat total estimasi biaya pembangunan gedung kantor. Berikut ini cara hitungnya:
| Biaya konstruksi | Rp5.200.000.000 |
| Biaya MEP | Rp1.300.000.000 |
| Biaya interior | Rp1.600.000.000 |
| Biaya tidak langsung | Rp650.000.000 |
| Biaya cadangan | Rp612.500.000 |
| Total | Rp9.362.500.000 |
Untuk estimasi biaya per m²:
Rp9.362.500.000 ÷ 800 m²
= Rp11.703.125 per m²
Jadi untuk membangun gedung kantor dengan luas 800 m² butuh biaya Rp11.703.125 per m².
Baca Juga : Estimasi Biaya untuk Renovasi Rumah
Jika Anda sedang berencana ingin bangun gedung kantor, namun takut budgetnya tidak cukup, tenang saja karena tim estimator akan memaksimalkan biayanya agar sesuai budget Anda.
MBD Kontraktor siap bantu Anda untuk bangun gedung kantor yang nyaman dan aman agar produktivitas dan kenyamanan karyawan terjamin, serta operasional bisa berjalan lancar.
Tenang saja, MBD Kontraktor telah berpengalaman dalam proyek pembangunan, mau itu rumah hingga sekolah! Jadi, Anda tidak perlu khawatir soal hasilnya.
Tertarik bekerja sama dengan MBD Kontraktor? Anda bisa langsung klik 👉 KONSULTASI GRATIS untuk mulai konsultasi bersama tim ahli kami!







