Anggaran Renovasi Rumah — Rumah yang sudah terlihat usang, kerusakan di beberapa sudut ruang, atau struktur bangunan rumah yang menurun bisa jadi tanda kalau rumah Anda perlu segera direnovasi!
Banyak orang telat menyadari kalau rumahnya harus segera direnovasi. Alhasil, kondisi kerusakan semakin parah dan mereka harus mengeluarkan biaya lebih untuk merenovasi rumah.
Agar tidak mengalami hal seperti itu, Anda perlu rutin cek dan lakukan perawatan rumah beberapa minggu atau sebulan sekali sehingga bisa tahu lebih awal bagian mana saja yang perlu direnovasi.
Jika sudah mengetahui bagian mana saja yang perlu direnovasi, maka Anda bisa lakukan persiapan atau perencanaan renovasi rumah sebelum terlambat!
Saat melakukan perencanaan, Anda tak hanya sekedar menentukan material yang ingin digunakan atau timeline pengerjaannya saja. Anda juga perlu susun anggaran renovasi rumah agar biaya tidak membengkak.
Jika biaya renovasi rumah membengkak, yang ada bisa berdampak ke proses pengerjaan renovasi seperti:
➡️Proyek molor atau mangkrak
➡️Kualitas hasil akhir yang tidak sesuai
➡️Mengalami kerugian finansial
Untuk mencegah kejadian seperti itu, Anda bisa simak artikel MBD Kontraktor kali ini yang akan bahas lebih detail mengenai cara hitung anggaran renovasi rumah yang benar agar tidak boncos!
Baca Juga : Cara Hitung Harga Jasa Renovasi Rumah per Meter yang Akurat
Daftar isi
ToggleMau Renovasi? Begini Cara Hitung Anggaran Renovasi Rumah yang Benar!
Sebelum bahas lebih detail cara hitung anggaran renovasi rumah, Anda perlu tahu kalau renovasi skala minor dan mayor berbeda cara perhitungan anggarannya.
Biar tidak bingung bagaimana cara hitung anggaran renovasi rumah dengan skala minor dan mayor, Anda bisa simak pembahasan berikut untuk lebih detailnya, ya!
Cara Hitung Biaya Renovasi Rumah Skala Minor

Walaupun skala renovasinya minor, Anda tetap perlu tahu gimana cara hitung anggaran renovasi rumah yang tepat agar tidak mengalami over budget di tengah jalan.
Berikut penjelasan lebih detail cara hitung biaya renovasi skala minor yang benar:
Tentukan Bagian Rumah yang Mau Direnovasi
Cara pertama saat menghitung anggaran renovasi rumah yaitu tentukan terlebih dahulu bagian mana saja yang akan direnovasi.
Biasanya, renovasi skala minor hanya fokus pada satu atau beberapa bagian rumah saja seperti:
➡️Ruang tamu
➡️Dapur
➡️Kamar mandi
➡️Kamar tidur
Jika sudah menentukan bagian mana saja yang akan direnovasi, Anda bisa tahu jenis pekerjaan yang diperlukan. Misalnya, Anda ingin renovasi area dapur, maka pekerjaan renov yang dilakukan yaitu:
✅Bongkar kabinet lama
✅Pasang keramik baru
✅Buat kabinet dapur
✅Mengecat ulang dinding dapur
Dengan menentukan fokus pekerjaan renovasi sejak awal dapat menghindari pekerjaan tambahan yang tidak direncanakan.
Mengukur Luas Area yang Direnovasi
Jika sudah menentukan bagian rumah mana yang akan direnovasi, maka tahap selanjutnya yaitu mengukur luas area renovasinya.
Pengukuran ini sangat penting karena sebagian besar pekerjaan renovasi dihitung berdasarkan luas area dalam satuan meter persegi. Berikut contoh pengukurannya biar Anda tidak bingung:
| Jika Anda ingin ganti keramik lantai ruang tamu dengan ukuran 3m x 4m, maka luas lantainya 12 meter persegi. Dari luas tersebut Anda bisa hitung sendiri jumlah keramik yang dibutuhkan. |
Tak hanya ganti keramik saja, pekerjaan lainnya seperti pengecatan dinding atau pemasangan plafon juga perlu dihitung. Jika Anda tahu luas area yang akan direnovasi mempermudah Anda untuk memperkirakan kebutuhan material.
Menghitung Kebutuhan Material Renovasi
Cara hitung anggaran renovasi rumah selanjutnya yaitu menghitung kebutuhan material yang akan digunakan. Jenis material yang digunakan sangat mempengaruhi total biaya renovasi rumah!
Ada beberapa material yang biasanya digunakan dalam renovasi minor, yaitu:
➡️Cat tembok
➡️Keramik atau lantai vinyl
➡️Semen & pasir
➡️Gypsum atau plafon
➡️Perlengkapan kamar mandi
➡️Lampu & instalasi listrik tambahan
Simak contohnya berikut biar Anda tidak bingung menghitung kebutuhan material renovasi:
| Jika Anda ingin memasang keramik lantai di area luas 12 meter persegi dengan ukuran 60×60 cm, maka Anda perlu sekitar 34 keping keramik. |
Sebagai antisipasi, Anda perlu tambahkan sekitar 5-10% bila terjadi kerusakan saat pemasangan keramik.
Dengan mengetahui jumlah material yang dibutuhkan, Anda bisa hitung total anggaran renovasi rumah berdasarkan harga material di pasaran.
Hitung Biaya Tenaga Kerja
Saat menghitung anggaran renovasi rumah, Anda juga perlu hitung biaya tenaga kerja. Biasanya ada dua sistem yang digunakan untuk menghitung biaya tukang, yaitu sistem harian dan borongan.
Untuk sistem harian, Anda hanya bayar perlu bayar tukang berdasarkan jumlah hari kerja saja. Sedangkan sistem borongan, biaya sudah ditentukan berdasarkan jenis pekerjaan yang dilakukan.
Biasanya, untuk renovasi skala minor disarankan menggunakan sistem borangan karena lebih mudah mengontrol anggarannya.
Menyiapkan Biaya Cadangan
Walaupun perhitungan anggaran renovasi rumah sudah rinci, namun proyek renovasi rumah tetap beresiko mengalami biaya tambahan. Adapun penyebab adanya biaya tambahan disebabkan:
✅Kerusakan tersembunyi pada struktur bangunan rumah
✅Perubahan desain saat proyek sedang berlangsung
✅Kenaikan harga material bangunan
Untuk mengantisipasi kejadian seperti itu, sebaiknya Anda menyiapkan biaya cadangan sekitar 10% dari total anggaran renovasi.
Baca Juga : Cara Renovasi Rumah Kecil Agar Lebih Luas Tanpa Over Budget
Cara Hitung Biaya Renovasi Skala Mayor

Renovasi skala mayor lebih rentan mengalami pembengkakan biaya. Makanya, penting untuk menghitung anggaran renovasi rumah secara detail dan transparan agar tidak mengalami over budget.
Berikut cara hitung biaya renovasi rumah skala mayor yang benar:
Menghitung Biaya Struktur & Pembongkaran
Untuk renovasi mayor biasanya selalu melibatkan pekerjaan struktur seperti:
➡️Memperkuat pondasi bangunan
➡️Membuat kolom tambahan
➡️Membongkar bagian bangunan lama
Contohnya, Anda ingin menambah lantai 2 yang sebelumnya hanya 1 lantai. Maka struktur bangunan rumah harus lebih kuat agar bisa menahan beban tambahan.
Selain itu, proses pembongkaran bangunan lama perlu biaya tersendiri seperti biaya tenaga kerja dan membuang puing bangunan.
Menghitung Biaya Instalasi
Saat renovasi mayor, instalasi rumah seperti listrik dan air perlu diperbarui. Biasanya, perubahan tata ruang sering mengubah atau menambah jalur instalasi.
Adapun biaya instalasi ini meliputi pembelian material seperti:
✅Kabel listrik
✅Pipa air
✅fitting lampu
✅Biaya tenaga kerja untuk memasang instalasi
Makanya, perhitungan biaya instalasi harus dimasukkan ke dalam anggaran renovasi rumah sejak awal!
Menggunakan Estimasi Biaya per Meter Persegi
Cara paling umum untuk memperkirakan anggaran renovasi rumah skala mayor yaitu menggunakan estimasi biaya per meter persegi. Metode ini memberikan estimasi kasar mengenai total biaya renovasi.
Berikut contohnya biar Anda tidak bingung:
| Jika biaya renovasi rumah estimasinya sekitar Rp3.500.000 per m2 dan luas bangunan yang akan direnovasi 120 meter persegi , maka estimasi biaya renovasinya sekitar Rp240.000.000. |
Biaya tersebut masih estimasi awal dan bisa berubah tergantung desain dan spesifikasi material yang digunakan.
Tentukan Lingkup Renovasi Rumah
Cara yang bisa Anda lakukan untuk menghitung anggaran renovasi rumah yaitu tentukan tentukan lingkup renovasi rumah yang akan dilakukan. Biasanya, renovasi mayor lingkup pekerjaannya yaitu:
➡️Menambah lantai rumah
➡️Memperluas bangunan rumah
➡️Mengubah tata letak ruangan
➡️Memperbarui desain fasad rumah
Dengan mengetahui lingkup renovasi rumahnya, Anda bisa tahu jenis pekerjaan yang akan dilakukan dan memperkirakan kebutuhan material sekaligus tenaga kerja yang diperlukan.
Tak hanya itu saja, Anda juga bisa meminimalisir perubahan desain di tengah jalan yang bisa buat biaya jadi bengkak!
Menghitung Luas Bangunan yang Direnovasi
Biasanya, biaya renovasi skala mayor dihitung berdasarkan luas bangunan dalam satuan meter persegi. Makanya, Anda perlu tahu berapa luas area yang akan direnovasi.
Contohnya, jika rumah yang akan direnovasi memiliki luas bangunan 120 meter persegi, maka luas tersebut yang akan menjadi dasar perhitungan anggaran renovasi.
Semakin luas area yang direnovasi, semakin besar pula kebutuhan material dan tenaga kerja yang diperlukan.
Baca Juga : Cara Menghitung Biaya Renovasi Rumah Anti Overbudget!
Nah, itulah cara hitung anggaran renovasi rumah skala mayor dan minor yang perlu Anda tahu!
Bagi Anda yang ingin renovasi rumah juga, namun belum ketemu jasa kontraktor yang tepat bisa percayakan MBD Kontraktor.
MBD Kontraktor berpengalaman mengerjakan berbagai proyek renovasi mulai dari minor hingga mayor. Soal hasil akhir, Anda tidak perlu ragu karena tim MBD Kontraktor akan pastikan hasilnya sesuai ekspektasi Anda!
Tertarik bekerja sama dengan MBD Kontraktor? Anda bisa konsultasi GRATIS sekarang bersama tim ahli kami.
Seberapa bermanfaat postingan ini untuk Anda?
Klik bintang untuk memberikan penilaian Anda!
Berdasarkan penilaian 5660 orang, rating rata-rata saat ini: 5
Belum ada yang memberi suara. Jadilah yang pertama menilai postingan ini!
Mohon maaf jika artikel ini kurang membantu
Bantu kami jadi lebih baik!
Apa yang bisa kami perbaiki dari tulisan ini?





