Ketika menghitung bahan material bangunan rumah pastikan Anda hitung dengan tepat agar hasilnya akurat sesuai dengan budget yang Anda punya.
Salah hitung bahan material sedikit saja bisa menimbulkan resiko fatal, salah satunya biaya pembangunan rumah jadi membengkak di tengah jalan.
Tak hanya buat biaya bengkak saja, berikut dampak lain jika Anda salah menghitung bahan material bangunan rumah:
- Pengerjaan proyek pembangunan jadi lebih lama
- Memerlukan biaya operasional tambahan
- Butuh biaya tambahan untuk pengerjaan ulang
- Keselamatan dan kenyamanan penghuni rumah jadi terancam
Agar tidak salah hitung bahan material, Anda bisa simak artikel MBD Kontraktor kali ini yang akan bahas gimana caranya menghitung bahan material bangunan rumah yang akurat.
Simak lebih lengkap penjelasannya di pembahasan berikut ini, ya!
Baca Juga : Material Bahan Bangunan Apa Saja yang Paling Tahan Lama?
Daftar isi
ToggleCara Menghitung Bahan Material Bangunan Rumah yang Tepat & Akurat
Seperti di pembahasan di atas, saat menghitung bahan material bangunan rumah usahakan harus teliti dan detail agar tidak ada biaya tersembunyi yang bisa buat biaya pembangunan jadi membengkak.
Berikut ini cara menghitung bahan material bangunan rumah yang benar agar hasilnya akurat:
Tentukan Luas Bangunan yang Akan Dibangun
Cara pertama yaitu cari tahu terlebih dahulu berapa luas bangunan secara keseluruhan. Hal ini dilakukan karena luas bangunan menjadi dasar dalam menghitung berbagai kebutuhan material, mulai dari pondasi hingga atap rumah.
Berikut rumus sederhana menentukan luas bangunan:
| Luas Bangunan = Panjang Bangunan × Lebar Bangunan |
Hasil dari menentukan luas bangunan nantinya akan digunakan sebagai acuan untuk menghitung volume pekerjaan dan kebutuhan material pada setiap bagian bangunan.
Hitung Kebutuhan Material Pondasi

Pondasi merupakan material utama yang fungsinya menopang seluruh beban bangunan. Maka dari itu, kebutuhan material ini harus dihitung dengan benar. Berikut rumus untuk menghitung kebutuhan material pondasi:
| Volume Pondasi = Luas Penampang Pondasi × Panjang Pondasi |
Berikut contoh hitung kebutuhan material pondasi agar Anda lebih mudah menghitungnya:
| Lebar atas pondasi | 30 cm |
| Lebar bawah pondasi | 60 cm |
| Tinggi pondasi | 70 cm |
| Panjang pondasi | 40 meter |
Jika volume sudah diketahui, kebutuhan batu kali, pasir, dan semen bisa dihitung berdasarkan analisa pekerjaan konstruksi yang digunakan.
Hitung Kebutuhan Material Dinding
Material dinding biasanya menggunakan batu bata, batako, atau hebel. Perhitungannya dilakukan berdasarkan luas bidang dinding rumah. Berikut rumus yang bisa Anda gunakan untuk hitung kebutuhan material dinding:
| Luas Dinding = Panjang Dinding × Tinggi Dinding |
Saat menghitung kebutuhan material dinding jangan lupa untuk mengurangi luas bukaan seperti pintu atau jendela agar hasil perhitungannya lebih akurat.
Hitung Kebutuhan Pasir & Semen

Jika dinding selesai dibuat, maka tahap selanjutnya yaitu melakukan pekerjaan plester dan acian. Anda bisa hitung luas dinding yang akan diplester untuk mengetahui kebutuhan pasir dan semen.
Berikut contoh menghitung kebutuhan pasir dan semen yang benar:
| Luas plesteran | 210 m² |
| Ketebalan plester | 1,5 cm |
| Volume plester 210 × 0,015 = 3,15 m³ |
Dari hasil perhitungan volume tersebut, Anda bisa tahu hitung berapa kebutuhan pasir dan semen dengan menggunakan perbandingan campuran yang sudah ditentukan.
Perhitungan yang tepat dapat membantu Anda menghindari kekurangan material saat proses pembangunan sedang berlangsung.
Hitung Kebutuhan Beton & Struktur

Beton biasanya digunakan untuk sloof, kolom, balok, dan dak beton. Untuk mengetahui kebutuhan material beton, Anda perlu hitung volumenya terlebih dahulu. Berikut rumus yang digunakan:
| Volume Beton = Panjang × Lebar × Tinggi |
Agar lebih mudah menghitung kebutuhan beton dan struktur, berikut contohnya:
| Panjang | 40 meter |
| Lebar | 15 cm (0,15 m) |
| Tinggi | 20 cm (0,20 m) |
| Volume sloof 40 × 0,15 × 0,20 = 1,2 m³ |
Dari perhitungan volume tersebut, Anda bisa hitung kebutuhan semen, pasir, kerikil, dan air berdasarkan mutu beton yang digunakan.
Baca Juga : Bahan Material Bangunan Rumah: Struktural vs Non-Struktural
Mengapa Perlu Hitung Bahan Material Bangunan?
Ada beberapa alasan mengapa Anda perlu menghitung bahan material bangunan rumah, diantaranya:
Bantu Menyusun Anggaran Jadi Lebih Akurat
Salah satu alasan mengapa Anda perlu hitung bahan bangunan rumah yaitu untuk mengetahui berapa estimasi biaya pembangunan yang akurat.
Material merupakan komponen terbesar dalam anggaran pembangunan rumah, bahkan bisa mencapai lebih dari separuh total biaya proyek.
Dengan mengetahui jumlah material yang dibutuhkan, Anda bisa buat perencanaan anggaran yang realistis. Hal ini tentu membantu meminimalisir kekurangan biaya saat proyek sedang berlangsung.
Selain itu, perhitungan yang akurat juga mempermudah Anda untuk menentukan prioritas pengeluaran dan menyesuaikan spesifikasi bangunan dengan budget yang tersedia.
Menghindari Pemborosan Material
Kelebihan material bangunan sering dianggap bukan masalah besar karena bisa disimpan untuk kebutuhan lainnya. Namun kenyataannya, material yang berlebihan bisa jadi pemborosan.
Contohnya, sisa semen yang terlalu lama disimpan bisa mengeras dan tidak bisa digunakan kembali. Begitu juga dengan material lain yang juga beresiko mengalami kerusakan jika disimpan terlalu lama.
Perhitungan kebutuhan material yang tepat membantu Anda membeli material sesuai kebutuhan proyek. Cara ini membantu mengurangi pemborosan sekaligus dapat menghemat penggunaan anggaran.
Mencegah Kekurangan Material
Selain kelebihan material, kekurangan material juga bisa menimbulkan berbagai masalah selama proses pembangunan.
Jika material habis saat proyek pembangunan sedang berlangsung buat aktivitas harus dihentikan sementara sampai material tambahan datang ke lokasi proyek.
Kondisi ini tentunya bisa menyebabkan keterlambatan jadwal pembangunan dan buat biaya operasional makin mahal.
Tak hanya itu, harga material juga bisa mengalami kenaikan jika Anda melakukan pembelian ulang. Akibatnya, biaya pembangunan menjadi lebih mahal dibandingkan rencana awal.
Perhitungan kebutuhan material yang akurat membantu Anda meminimalisir resiko tersebut sehingga proyek bisa berjalan lebih lancar tanpa hambatan.
Mempermudah Proses Pengadaan Material
Menghitung bahan material bangunan rumah sejak awal juga membantu proses pengadaan jadi lebih terorganisir.
Anda bisa mengetahui material apa saja yang dibutuhkan, jumlahnya, serta waktu yang tepat untuk melakukan pembelian. Sehingga proses distribusi material ke lokasi proyek bisa direncanakan.
Perencanaan yang tepat juga memungkinkan Anda membandingkan harga dari beberapa supplier sekaligus mencari penawaran terbaik. Hasilnya, biaya pembelian material lebih hemat tanpa mengorbankan kualitas bangunan.
Kesimpulan
Menghitung bahan material bangunan rumah secara akurat merupakan langkah paling penting untuk memastikan pembangunan berjalan lebih terencana dan sesuai anggaran.
Mengetahui kebutuhan material sejak awal dapat mengurangi resiko pemborosan, mencegah kekurangan material di tengah proyek, serta menjaga kualitas hasil pembangunan.
Masih bingung menghitung kebutuhan material untuk rumah impian Anda? Konsultasikan rencana pembangunan bersama MBD Kontraktor.
Tim profesional kami siap bantu menghitung kebutuhan material, menyusun RAB, hingga mewujudkan rumah yang berkualitas sesuai budget Anda.
Hubungi MBD Kontraktor sekarang dan dapatkan konsultasi GRATIS!
Baca Juga : Material Bahan Bangunan Ramah Lingkungan untuk Hunian Modern
Pertanyaan Umum (FAQ)
| Mengapa perlu menghitung bahan material bangunan sebelum membangun rumah? Perhitungan material membantu mengetahui kebutuhan bangunan secara lebih tepat, mengontrol anggaran, mengurangi pemborosan, dan mencegah kekurangan material selama proses pembangunan. |
| Apa saja data yang diperlukan untuk menghitung kebutuhan material bangunan? Beberapa data yang dibutuhkan antara lain gambar kerja, luas bangunan, spesifikasi material, struktur, serta volume pekerjaan pada setiap bagian bangunan. |
| Bagaimana cara menghitung kebutuhan batu bata untuk dinding rumah? Kebutuhan batu bata dihitung berdasarkan luas dinding yang akan dibangun. Setelah mengetahui luas dinding, jumlah tersebut dikalikan dengan kebutuhan bata per meter persegi sesuai jenis material yang digunakan. |
| Apakah perlu menambahkan cadangan material dalam perhitungan? Ya. Disarankan menambahkan cadangan sekitar 5–10% untuk mengantisipasi pemotongan, kerusakan material, atau kesalahan saat proses pemasangan di lapangan. |
| Apakah bisa menghitung kebutuhan material sendiri tanpa bantuan profesional? Bisa, terutama untuk proyek sederhana. Namun, untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat dan menghindari kesalahan perhitungan, sebaiknya konsultasikan dengan kontraktor atau estimator yang berpengalaman seperti tim MBD Kontraktor. |




