Menghitung Bahan Bangunan — Bangun rumah butuh RAB yang detail dan transparan. Jika tidak ada RAB, proses pembangunan tidak bisa dimulai.
Kalau tetap dipaksa yang ada menimbulkan berbagai resiko fatal mulai dari biaya bengkak sampai pembangunan harus berhenti di tengah jalan karena anggaran habis sebelum proyek selesai.
Ada beberapa komponen wajib yang ada dalam RAB, di antaranya:
- Keterangan pekerjaan proyek yang akan dilaksanakan
- Unit atau volume pekerjaan
- Harga per unit atau per volume dari pekerjaan yang akan dilaksanakan
- Biaya upah pekerja
- Total biaya material bangunan
- Jumlah total seluruh biaya pembangunan
Jika dilihat dari beberapa komponen di atas, bisa disimpulkan kalau bahan bangunan yang selama ini disepelekan banyak orang menjadi salah satu komponen yang cukup penting dan harus dihitung dengan jelas agar tidak ada biaya tersembunyi dan sesuai budget Anda.
Namun, masih banyak orang yang belum tahu bagaimana cara menghitung bahan bangunan yang benar. Biasanya, mereka menggunakan estimasi kasar yang belum tentu hasilnya benar.
Biar tidak bingung saat menghitung bahan bangunan, Anda bisa simak artikel MBD Kontraktor kali ini sampai selesai untuk cari tahu cara menghitung yang benar.
Baca Juga : 10 Tips Memilih Bahan Material Bangunan Berkualitas & Tahan Lama
Daftar isi
ToggleBagaimana Cara Menghitung Bahan Bangunan yang Benar?
Seperti di pembahasan di atas, masih banyak orang yang tidak cara menghitung bahan bangunan yang benar dan berakhir biaya jadi boncos.
Agar tidak salah menghitung bahan bangunan, Anda bisa simak cara hitung material bangunan yang benar di pembahasan berikut ini!
Memahami Gambar Kerja

Cara pertama yang bisa Anda lakukan untuk menghitung bahan bangunan yaitu pahami gambar kerja secara detail. Adapun isi gambar kerja yang perlu dipahami yaitu:
- Denah rumah
- Tampak rumah
- Potongan
- Detail struktur bangunan
Dari gambar kerja, Anda bisa tahu berapa ukuran pasti bangunan, luas tiap ruangan, dan spesifikasi material yang digunakan.
Kesalahan yang sering terjadi saat menghitung material bangunan adalah langsung hitung tanpa memahami gambar kerja. Jika ada satu kesalahan kecil bisa mempengaruhi jumlah material bangunan.
Menghitung Luas Bangunan
Jika Anda sudah paham gambar kerja, cara selanjutnya adalah menghitung luas bangunan rumah. Anda bisa gunakan rumus dasar berikut untuk menghitungnya:
| Luas = Panjang x Lebar |
Total luas bangunan akan menjadi acuan untuk menghitung kebutuhan material seperti lantai, cat, plafon, dan lainnya.
Maka dari itu, pastikan Anda menghitung dengan detail lalu menjumlahkannya. Jangan hanya mengira-ngira luas bangunan karena hal tersebut bisa menyebabkan kekurangan atau kelebihan bahan bangunan.
Menghitung Kebutuhan Material Struktur Bangunan

Material struktur harus dihitung dengan teliti karena hasilnya berpengaruh pada kekuatan bangunan. Berikut contoh menghitungnya:
Untuk pasangan dinding batu bata per m² biasanya butuh:
Jika luas dinding Anda 100 m², maka tinggal dikalikan saja. |
💡Tips penting menghitungnya
Selalu tambahkan cadangan sekitar 5-10% untuk mengantisipasi kerusakan atau kehilangan material bangunan di lapangan.
Baca Juga : 15 Bahan Bangunan yang Dibutuhkan Dalam Proyek Konstruksi
Menggunakan Analisa RAB
Biar hitungannya lebih akurat, Anda bisa menggunakan analisa satuan yang biasa digunakan dalam RAB. Metode tersebut berdasarkan standar per satuan pekerjaan, contohnya:
| 1 m² plesteran membutuhkan sekian kg semen dan pasir |
| 1 m³ beton membutuhkan sekian sak semen, pasir, dan kerikil |
Dengan metode analisa tersebut, perhitungan jadi lebih sistematis dan meminimalisir kesalahan dibanding estimasi kasar.
Cek Sisa Material Bangunan
Salah satu penyebab mengapa biaya boncos adalah tidak memperhitungkan sisa material. Di lapangan, hampir tidak mungkin material terpakai 100%, makanya Anda perlu cek sisa material bangunan yang ada.
Adapun contoh sisa material bangunan yaitu:
- Keramik pecah saat pemasangan
- Potongan besi yang tidak terpakai
- Sisa adukan yang mengering
Disarankan untuk menambahkan 5% material umum dan 10% material yang rawan rusak. Dengan memperhitungkan sisa material bangunan sejak awal, Anda tidak perlu kaget saat ada biaya tambahan nantinya.
Menyesuaikan Kondisi di Lapangan

Hasil menghitung bahan bangunan di kertas biasanya sering berbeda dengan kondisi di lapangan, misalnya:
- Tanah tidak rata butuh lebih banyak urugan
- Akses sulit buat biaya logistik jadi mahal
- Desain berubah saat pengerjaan
Maka dari itu, penting untuk melakukan survei lokasi terlebih dahulu sebelum menentukan jumlah bahan bangunan. Jangan hanya mengandalkan teori tanpa melihat kondisi sebenarnya.
Buat Daftar Kebutuhan Material
Cara menghitung bahan bangunan selanjutnya adalah membuat daftar kebutuhan material secara rinci. Daftar tersebut berisikan:
- Jenis material
- Volume kebutuhan
- Satuan (sak, m³, batang, dll)
- Estimasi harga
Dengan adanya daftar kebutuhan material, Anda bisa mengontrol pembelian material, menghindari pembelian berulang, dan meminimalisir pemborosan biaya.
Membandingkan Harga & Supplier
Kesalahan yang sering terjadi saat menghitung bahan bangunan adalah membeli material tanpa membandingkan harga dan supplier terlebih dahulu. Padahal, selisih antar supplier bisa saja cukup besar.
💡Tips membandingkan harga & supplier
Bandingkan minimal 2-3 toko, beli dalam jumlah besar agar bisa mendapatkan harga grosir, dan pastikan kualitasnya sesuai standar.
Perlu Anda ingat, harga murah belum tentu bisa menghemat biaya. Maka, pilihlah material yang berkualitas agar tidak menimbulkan biaya perbaikan di kemudian hari.
Menggunakan Jasa Kontraktor
Jika Anda kesulitan menghitung bahan bangunan, Anda bisa gunakan jasa kontraktor yang memang berpengalaman dan ahli hitung material bangunan.
Walaupun Anda harus mengeluarkan biaya, namun justru lebih hemat karena:
- Perhitungannya lebih akurat
- Minim terjadi kesalahan
- Proyek pembangunan lebih terkontrol
Evaluasi & Kontrol Selama Proyek Berlangsung
Perhitungan bahan bangunan tidak hanya dilakukan di awal saja, namun juga harus dikontrol selama proses pembangunan berlangsung. Anda bisa lakukan evaluasi secara berkala agar anggaran tetap aman sampai proyek selesai.
Kesimpulan
Menghitung bahan bangunan yang benar merupakan kunci utama agar proyek tidak boncos.
Mulai dari memahami gambar kerja, menghitung luas, menggunakan analisa satuan, hingga mengontrol penggunaan material di lapangan semuanya harus dilakukan dengan teliti.
Jangan pernah mengandalkan estimasi kasar. Semakin detail perhitungan Anda di awal, semakin kecil risiko pembengkakan biaya.
Kalau Anda ingin hasil yang lebih aman dan minim resiko, pastikan semua perhitungan dilakukan secara terstruktur. Jika ada satu kesalahan kecil bisa berdampak besar pada biaya.
Bagi Anda yang bingung dan tidak tahu bagaimana cara menghitung bahan bangunan yang benar bisa percayakan MBD Kontraktor yang terbukti ahli dan berpengalaman.
Untuk diskusi lebih lanjut membahas perhitungannya, Anda bisa 📲 konsultasi GRATIS sekarang juga!
Baca Juga : 7 Daftar Kebutuhan Material Bangunan Rumah Agar Lebih Kokoh
Pertanyaan Umum (FAQ)
| Bagaimana cara menghitung kebutuhan bahan bangunan dengan benar? Cara menghitungnya dimulai dari:
Setiap material dihitung berdasarkan kebutuhan per m² atau m³ agar hasilnya lebih akurat dan tidak sekadar perkiraan. |
| Kenapa perhitungan bahan bangunan sering menyebabkan biaya membengkak? Biasanya karena tidak memperhitungkan detail seperti sisa material, perubahan di lapangan, serta kesalahan estimasi awal. Banyak orang juga hanya mengira-ngira tanpa data yang jelas, sehingga kebutuhan material jadi berbeda. |
| Berapa persen tambahan bahan bangunan untuk cadangan? Biasanya, tambahan 5–10% dari total kebutuhan sudah cukup. Untuk material yang rawan rusak seperti keramik atau kaca, disarankan menambahkan hingga 10% agar tidak kekurangan saat pemasangan. |
| Apakah perlu menggunakan jasa kontraktor untuk menghitung bahan bangunan? Jika proyek cukup besar atau Anda tidak berpengalaman, sangat disarankan. Jasa seperti kontraktor dapat membantu menghitung lebih detail, sehingga meminimalisir resiko pemborosan dan kesalahan. |
| Apa kesalahan paling umum saat menghitung bahan bangunan? Kesalahan yang paling sering terjadi adalah tidak membaca gambar kerja dengan detail, tidak membuat daftar kebutuhan material, dan tidak menyesuaikan perhitungan dengan kondisi lapangan. Hal ini sering berujung pada kekurangan atau kelebihan bahan. |
Seberapa bermanfaat postingan ini untuk Anda?
Klik bintang untuk memberikan penilaian Anda!
Berdasarkan penilaian 6609 orang, rating rata-rata saat ini: 5
Belum ada yang memberi suara. Jadilah yang pertama menilai postingan ini!
Mohon maaf jika artikel ini kurang membantu
Bantu kami jadi lebih baik!
Apa yang bisa kami perbaiki dari tulisan ini?





