Harga Material Bangunan — Harga pembangunan rumah yang semakin mahal dari tahun ke tahun biasanya disebabkan beberapa faktor. Dilansir PropNex, ada 3 faktor yang menyebabkan harga bangun rumah meningkat, diantaranya:
- Lahan tanah yang terbatas sedangkan permintaan bangun rumah terus meningkat
- Harga material bangunan yang makin mahal
- Jumlah pembangunan infrastruktur meningkat yang mempengaruhi harga pembangunan rumah
Salah satu faktor yang cukup berdampak pada harga total bangun rumah yaitu material bangunan.
Terlebih lagi jika harga material utama meningkat seperti besi atau beton, tentunya mengharuskan Anda untuk lebih cermat lagi saat membeli material agar biaya pembangunan tidak boncos.
Terkadang beberapa orang ada yang membeli material bangunan hanya fokus pada tampilannya saja tanpa melihat harga dan kualitasnya. Padahal, tindakan tersebut bisa buat pembangunan rumah mengalami over budget.
Agar biaya pembangunan tidak membengkak, Anda perlu pintar-pintar menghemat anggaran, salah satunya harga material bangunan.
Biar tidak salah cara saat menghemat harga material bangunan, Anda bisa simak artikel MBD Kontraktor kali ini yang akan bahas lebih lengkap cara tepat untuk hemat biaya material bangunan.
Baca Juga : Kenapa Harga Material Bangunan Naik? Ini Penyebab Utamanya!
Daftar isi
Toggle6 Cara Menghemat Harga Material Bangunan yang Tepat
Banyak orang melakukan kesalahan saat menghemat harga material bangunan, mereka biasanya membeli material dengan harga murah tanpa melihat kualitasnya.
Jika material yang dipilih kualitasnya kurang bagus biasanya mudah rusak, dan Anda harus keluar biaya lagi untuk memperbaikinya.
Agar tidak mengalami hal yang serupa, Anda bisa ikuti cara menghemat harga material bangunan yang tepat berikut ini!
Buat Perencanaan & RAB yang Detail

Kesalahan yang paling sering terjadi saat bangun rumah yaitu memulai proyek pembangunan tanpa adanya perencanaan yang matang. Padahal, adanya perencanaan bisa membantu Anda untuk mengetahui material apa saja yang dibutuhkan.
Adanya RAB membantu Anda menghitung estimasi seluruh kebutuhan pembangunan, mulai dari semen, pasir, bata, besi, hingga material finishing. Selain itu, Anda bisa menghindari pembelian material yang berlebihan.
Perencanaan yang matang juga membantu Anda untuk mengerjakan pembangunan rumah jadi lebih terarah sehingga meminimalisir perubahan desain di tengah jalan. Sehingga biaya material tidak membengkak.
Pilih Material Sesuai Kebutuhan
Banyak orang tergiur saat memilih material hanya karena tampilannya yang estetik dan sedang nge-tren. Padahal, material tersebut belum tentu semua material dibutuhkan.
Misalnya, Anda memilih marmer import untuk seluruh ruangan yang mana biayanya jauh lebih mahal dibandingkan keramik berkualitas dengan tampilan elegan.
Pada intinya, saat memilih material Anda harus fokus pilih kualitas terbaik, tahan lama, dan sesuai kebutuhan rumah Anda. Jangan hanya fokus pada merek terkenal atau material yang sedang tren saja.
Dengan memilih material secara tepat, anggaran bisa jauh lebih hemat biaya tanpa mengurangi kenyamanan.
Beli Material Bangunan saat Harga Stabil

Biasanya, harga material bangunan selalu berubah-ubah. Ada beberapa material yang harganya berubah seperti besi, semen, dan pasir yang mengalami kenaikan seiring waktu tergantung kondisi pasar.
Maka dari itu, penting sekali membeli material bangunan di waktu yang tepat. Disarankan membeli material utama saat harga masih stabil sebelum harganya mahal.
Anda juga bisa pantau promo toko bangunan atau membeli material bangunan dalam jumlah banyak untuk mendapatkan harga grosir yang lebih murah.
Namun Anda tetap perhatikan kapasitas tempat penyimpanan agar material tersimpan rapi dan tidak rusak sebelum digunakan. Anda juga bisa beli material secara bertahap agar cash flow pembangunan tetap terkontrol.
Menggunakan Jasa Kontraktor yang Tepat
Banyak orang yang beranggapan kalau menggunakan kontraktor justru buat biaya semakin mahal. Padahal, jika memilih kontraktor yang tepat bisa menghemat biaya Anda.
Pilihlah kontraktor yang berpengalaman karena mereka punya sistem kerja yang terstruktur dan jelas, perhitungan harga material bangunan lebih akurat, dan punya supplier dengan harga kompetitif.
Hal tersebut tentunya bisa mengurangi resiko pemborosan material maupun kesalahan pekerjaan. Tak hanya itu, pembangunan rumah juga dikerjakan secara profesional sehingga minim revisi dan tidak ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan.
Maka dari itu, pastikan Anda memilih kontraktor terpercaya dan transparan dalam membuat anggaran. Pastikan juga kontraktor tersebut punya portofolio yang jelas.
Jangan Mengubah Desain saat Pembangunan Berlangsung

Salah satu penyebab mengapa pembangunan rumah mengalami over budget karena adanya perubahan desain saat pembangunan berlangsung.
Contoh, awalnya Anda ingin menggunakan keramik standar, namun tiba-tiba ingin mengganti ke ukuran besar atau motif premium.
Walaupun perubahan hanya kecil juga bisa berdampak besar karena butuh pembongkaran ulang, menambah material bangunan, hingga biaya tenaga kerja bertambah.
Maka dari itu, penting sekali lakukan finalisasi desain sejak awal. Diskusikan seluruh kebutuhan rumah Anda sebelum memulai proyek agar proses pembangunan berjalan lancar.
Semakin sedikit revisian mendadak, semakin hemat biaya pembangunan rumah.
Kurangi Pemborosan Material di Lapangan
Pemborosan material biasanya terjadi tanpa disadari. Contoh, material rusak karena penyimpanan yang salah, sisa potongan tidak dimanfaatkan, atau menggunakan material yang berlebihan.
Untuk menghindari pemborosan material, Anda bisa lakukan pengawasan untuk memastikan apakan penggunaan material sudah tepat atau belum. Pastikan juga materialnya disimpan di tempat aman dan terlindungi dari cuaca ekstrem.
Selain itu, gunakan tenaga kerja yang berpengalaman agar proses pemasangan lebih rapi dan minim kesalahan. Tukang yang kurang teliti biasanya menyebabkan banyak material terbuang percuma.
Anda juga perlu gunakan tenaga kerja berpengalaman agar proses pemasangan lebih rapi dan minim kesalahan. Biasanya, tukang yang kurang teliti menyebabkan banyak material terbuang sia-sia.
Baca Juga : Rumus Hitung Biaya Bangun Rumah Biar Budget Terkontrol
4 Material Bangunan yang Bisa Menghemat Biaya Pembangunan
Setelah mengetahui cara menghemat harga material bangunan, maka di pembahasan kali ini akan bahas beberapa material bangunan yang bisa menghemat biaya pembangunan.
Berikut 4 material bangunan yang bisa hemat biaya bangun rumah:
Bata Ringan
Bata ringan merupakan material bangunan yang cukup banyak digunakan dalam pembangunan rumah. Dibandingkan batu bata, bata ringan punya ukuran yang lebih besar namun beratnya lebih ringan.
Keunggulan utama dari bata ringan yaitu proses pemasangannya lebih cepat sehingga biaya tenaga kerja lebih hemat. Karena menggunakan perekat khusus, sehingga kebutuhan semen jadi lebih sedikit.
Bata ringan juga punya permukaan yang lebih rata sehingga penggunaan plester dan acian lebih sedikit. Hal ini tentunya membantu mengurangi biaya finishing dinding rumah.
Atap Baja Ringan
Sekarang sudah banyak rumah-rumah yang menggunakan atap baja ringan dibanding material kayu. Hal tersebut dikarenakan lebih tahan rayap dan punya bobot yang ringan sehingga mengurangi beban struktur bangunan.
Proses pemasangannya juga lebih cepat dan minim limbah material. Dari segi perawatan baja ringan juga lebih praktis karena tidak mudah lapuk.
Walaupun harganya mahal, namun dalam jangka panjang baja ringan bisa menghemat biaya perbaikan karena usia pakainya lebih lama.
Hollow Galvanis
Hollow galvanis sering digunakan sebagai pengganti kayu untuk plafon ataupun rangka partisi. Material ini lebih tahan rayap, tidak mudah lapuk, dan punya usia pakai yang panjang.
Dari segi biaya, hollow galvanis juga cukup murah karena minim perawatan. Proses pemasangannya lebih praktis sehingga bantu mempercepat pekerjaan di lapangan. Penggunaan hollow galvanis juga membuat hasil finishing plafon terlihat lebih rapi.
Keramik Lokal Berkualitas
Tidak semua keramik mahal harus menggunakan produk impor. Saat ini banyak keramik lokal dengan kualitas yang bagus dan desain modern namun harganya jauh lebih murah.
Memilih keramik lokal bisa menghemat harga material bangunan tanpa mengurangi tampilan estetika rumah. Selain itu, produk lokal biasanya lebih mudah ditemukan sehingga biaya pengiriman juga lebih murah.
Anda bisa fokus memilih ukuran dan motif yang sesuai kebutuhan tanpa harus mengikuti tren yang terlalu mahal.
Kesimpulan
Menghemat harga material bangunan bukan berarti harus mengorbankan kualitas rumah. Kunci utamanya ada pada perencanaan yang matang, pemilihan material yang tepat, serta rutin mengawasi pembangunan.
Mulai dari membuat RAB detail, memilih material sesuai kebutuhan, hingga menghindari revisi di tengah proyek dapat membantu menghemat biaya secara signifikan.
Jika Anda berencana mau bangun atau renovasi rumah, namun tidak mau ribet pilih material bangunan, Anda bisa percayakan MBD Kontraktor sebagai ‘partner’ untuk mewujudkan hunian impian Anda sesuai budget.
Tertarik untuk diskusi lebih lanjut? Anda bisa konsultasi GRATIS sekarang juga bersama tim ahli kami!
Baca Juga : 7 Daftar Kebutuhan Material Bangunan Rumah Agar Lebih Kokoh
Pertanyaan Umum (FAQ)
| Kenapa harga material bangunan sering naik? Harga material bangunan bisa naik karena dipengaruhi banyak faktor seperti kenaikan harga bahan baku, biaya distribusi, permintaan pasar, hingga kondisi ekonomi. |
| Material bangunan apa yang paling sering mengalami kenaikan harga? Beberapa material yang cukup sering naik adalah besi, semen, pasir, baja ringan, dan keramik karena permintaannya tinggi dalam proyek pembangunan. |
| Kapan waktu terbaik membeli material bangunan? Sebaiknya membeli material saat harga masih stabil dan sebelum proyek dimulai agar terhindar dari kenaikan harga mendadak di tengah pembangunan. |
| Apakah membeli material dalam jumlah besar lebih hemat? Biasanya iya. Pembelian dalam jumlah besar sering mendapatkan harga grosir atau potongan khusus dari supplier maupun toko bangunan. |
| Bagaimana cara menghemat harga material bangunan? Beberapa caranya adalah membuat RAB yang detail, memilih material sesuai kebutuhan, menghindari revisi desain, dan menggunakan jasa kontraktor yang tepat. |





