Harga Borongan Bangun Rumah 2 Lantai

Harga Borongan Bangun Rumah 2 Lantai Terbaru 2026

Harga Borongan Bangun Rumah 2 Lantai — Biaya bangun rumah tidak selama sama rincian dan totalnya. Ada beberapa hal yang bisa membedakan anggaran setiap pembangunan rumah.

Dilansir Asia Arsitek, ada 7 faktor yang membuat biaya pembangunan rumah bisa berbeda-beda, diantaranya:

  • Kualitas material bangunan
  • Lokasi dan kondisi lahan pembangunan
  • Kompleksitas desain rumah yang digunakan
  • Tingkat kesulitan teknis
  • Luas bangun rumah yang akan dibangun
  • Biaya tambahan dan tak terduga
  • Upah tenaga kerja

Maka dari itu, sebelum memulai pembangunan rumah perlu membuat RAB yang rinci dan transparan agar Anda bisa tahu berapa total biaya bangun rumah yang harus dipersiapkan.

Selain harus membuat RAB, Anda juga perlu menentukan ingin menggunakan sistem kerja borongan penuh atau tenaga. Dengan menentukan sistem kerja tersebut mempermudah Anda saat menyusun RAB.

Pastikan juga Anda mencari tahu berapa harga borongan untuk bangun rumah. Biasanya harga borongan bisa berbeda tergantung desain yang digunakan dan jumlah lantai rumah.

Jika Anda berencana mau bangun hunian 2 lantai, namun tidak tahu berapa harga borongan bangun rumah 2 lantai terbaru tahun 2026, Anda bisa simak artikel MBD Kontraktor kali ini, ya!

Baca Juga : Harga Upah Borongan Rumah per Meter, Cek Sebelum Nyesal!

Berapa Harga Borongan Bangun Rumah 2 Lantai Tahun 2026?

Harga Borongan Bangun Rumah 2 Lantai

Seperti penjelasan di atas, kalau harga borongan untuk bangun rumah bisa berbeda-beda

Bagi Anda yang berencana mau bangun hunian 2 lantai dengan menggunakan sistem kerja borongan tenaga atau penuh, Anda bisa simak penjelasan berikut yang akan bahas berapa harga borongan bangun rumah 2 lantai di tahun 2026!

Harga Borongan Penuh untuk Bangun Rumah 2 Lantai

Jika Anda tidak ingin repot saat bangun rumah, Anda bisa gunakan sistem borongan penuh. Nantinya, pihak kontraktor akan menyediakan seluruh kebutuhan pembangunan, mulai dari:

  • Material
  • Tenaga kerja
  • Alat kerja
  • Manajemen proyek

Anda cukup melakukan pembayaran sesuai kesepakatan dan pantau progres pembangunannya.

Berikut harga borongan penuh untuk bangun rumah 2 lantai berdasarkan kualitas bangunan pada tahun 2026:

Kualitas Bangunan

Harga Borongan Penuh per m² 

StandarRp4.800.000 – Rp5.700.000
MenengahRp5.700.000 – Rp6.800.000
PremiumRp6.800.000 – Rp9.000.000+

Estimasi harga borongan bangun rumah 2 lantai tersebut biasanya dijumpai pada rumah 2 lantai dengan menggunakan desain modern dan struktur beton bertulang. Total biaya bisa berbeda tergantung:

  • Spesifikasi bangunan
  • Lokasi proyek
  • Kondisi lahan
  • Tingkat kesulitan pekerjaan

Semakin tinggi kualitas material finishing yang digunakan, semakin mahal harga borongan penuh.

Kalau tadi harga borongan penuh berdasarkan kualitas bangunan, maka di tabel berikut harganya berdasarkan luas bangunan:

Luas Bangunan

Harga per m²

Estimasi Total

100 m²Rp5.500.000Rp550.000.000
120 m²Rp5.500.000 Rp660.000.000
150 m²Rp5.500.000Rp825.000.000
180 m²Rp5.500.000Rp990.000.000
200 m²Rp5.500.000Rp1.100.000.000

Harga borongan penuh pada tabel atas menggunakan harga rata-rata untuk spesifikasi menengah. Jika spesifikasi yang Anda gunakan premium, maka total biaya bisa lebih dari Rp1,3 miliar untuk luas bangunan sekitar 200 m².

Harga Borongan Tenaga untuk Bangun Rumah 2 Lantai

Berbeda dengan sistem borongan penuh, yang mana semua kebutuhan diurus pihak kontraktor. Pada sistem borongan tenaga, Anda hanya cukup bayar jasa tenaga kerja dan harus mencari sendiri material bangunannya.

Untuk harga borongan tenaga biasanya mengalami penyesuaian mengikuti kenaikan upah tukang dan pekerja konstruksi. Berikut ini estimasi harga borongan bangun rumah 2 lantai yang biasanya digunakan:

Jenis Pekerjaan

Harga Borongan Tenaga per m²

Rumah 2 lantai standarRp1.600.000 – Rp1.900.000
Rumah 2 lantai menengahRp1.900.000 – Rp2.300.000
Rumah 2 lantai dengan detail tinggiRp2.300.000 – Rp2.800.000

Harga di atas hanya mencakup biaya tenaga kerja saja, belum termasuk biaya:

  • Pembelian material bangunan
  • Pengiriman material
  • Alat berat (jika diperlukan)
  • Pekerjaan tambahan di luar kontrak kerja

Untuk total biaya tenaga kerja biasanya ditentukan oleh kompleksitas desain rumah, jumlah detail arsitektur, ketinggian bangunan, hingga tingkat kesulitan akses menuju lokasi proyek.

Kalau tadi harga borongan tenaga berdasarkan kualitas bangunan, maka di tabel berikut harganya berdasarkan luas bangunan:

Luas BangunanHarga per m²Estimasi Biaya Tenaga
100 m²Rp2.000.000Rp200.000.000
120 m²Rp2.000.000Rp240.000.000
150 m²Rp2.000.000Rp300.000.000
180 m²Rp2.000.000Rp360.000.000
200 m²Rp2.000.000Rp400.000.000

Perlu Anda ketahui, meskipun harga borongan tenaga terlihat lebih murah dibandingkan borongan penuh, Anda tetap harus mengalokasikan anggaran yang untuk membeli material bangunan.

Untuk proyek bangun rumah 2 lantai, biaya material biasanya mencapai sekitar 60%-70% dari total biaya pembangunan, sedangkan biaya tenaga kerja sekitar 30%-40%, tergantung spesifikasi bangunan dan kondisi proyek.

Baca Juga : Terbaru! Harga Borongan Bangun Rumah per Meter Tahun 2026

Sistem Borongan Tenaga & Penuh: Lebih Hemat Mana?

Harga Borongan Bangun Rumah 2 Lantai

Sebagai orang awam yang ingin bangun rumah 2 lantai menggunakan sistem borongan, pastinya Anda bertanya-tanya, lebih hemat menggunakan borongan penuh atau tenaga?

Berikut tabel perbandingan antara sistem borongan tenaga dan penuh dari segi biaya, agar Anda bisa tahu lebih hemat menggunakan borongan tenaga atau penuh:

Komponen Biaya

Borongan Tenaga

Borongan Penuh

Biaya tenaga kerjaRp1.600.000–Rp2.800.000/m²Sudah termasuk
Biaya materialDitanggung pemilik rumahSudah termasuk
Biaya alat kerjaSebagian biaya dibebankan ke pemilik rumahSudah termasuk
Biaya pengiriman materialDitanggung pemilikBiasanya sudah termasuk
Potensi pembelian material berlebihLebih tinggiLebih rendah
Risiko kenaikan harga materialDitanggung pemilikBiasanya sudah diperhitungkan dalam kontrak
Potensi biaya tambahan selama proyek berlangsungLebih tinggiLebih rendah
Kepastian total biaya sejak awalKurang akuratLebih akurat

Jika dilihat dari segi biaya, sistem borongan tenaga tidak bisa dijadikan pilihan paling tepat kalau Anda ingin menghemat biaya pembangunan rumah.

Sedangkan, sistem borongan penuh lebih terkontrol biaya. Hal ini sering menjadi pilihan banyak orang untuk menghemat anggaran pembangunan dan menghindari over budget.

Kesimpulan

Harga borongan bangun rumah 2 lantai pada tahun 2026 berkisar Rp4,8 juta – Rp9 juta per m² untuk sistem borongan penuh, sedangkan harga sistem borongan tenaga berkisar Rp1,6 juta – Rp2,8 juta per m².

Total biaya biasanya dipengaruhi oleh spesifikasi bangunan, lokasi proyek, desain rumah, serta sistem borongan yang dipilih.

Sebelum memulai pembangunan rumah, pastikan Anda membandingkan penawaran dari beberapa kontraktor dan menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) secara detail dan rinci agar anggaran tetap terkendali.

Bagi Anda yang ingin bangun rumah 2 lantai tanpa harus repot mengurus kebutuhan pembangunan, Anda bisa percayakan MBD Kontraktor sebagai ‘partner’ untuk wujudkan hunian impian Anda.

MBD Kontraktor bantu bangun rumah dari awal sampai selesai dengan sistem serta timeline kerja yang terstruktur, sehingga proses pengerjaan lancar dan selesai sesuai ketentuan sejak awal.

Ingin konsultasi lebih lanjut? Anda bisa konsultasi GRATIS sekarang bersama tim profesional kami melalui nomor berikut 📲0813 6209 8990

Baca Juga : Cek Harga Borongan Jasa Bangun Rumah Sebelum Deal!

Pertanyaan Umum (FAQ)

Berapa harga borongan bangun rumah 2 lantai per m² tahun 2026?

Harga borongan penuh rumah 2 lantai pada tahun 2026 umumnya berkisar Rp4.800.000–Rp9.000.000 per m², sedangkan borongan tenaga berada di kisaran Rp1.600.000–Rp2.800.000 per m², tergantung spesifikasi dan lokasi pembangunan.

Apa perbedaan borongan penuh dan borongan tenaga?

Borongan penuh mencakup material, tenaga kerja, alat, dan pengelolaan proyek dalam satu nilai kontrak. Sedangkan, borongan tenaga hanya mencakup jasa pekerja, sehingga seluruh material bangunan disediakan oleh pemilik rumah.

Faktor apa saja yang mempengaruhi harga borongan rumah 2 lantai?

Beberapa faktor yang mempengaruhi harga antara lain luas bangunan, kualitas material, desain rumah, kondisi lahan, lokasi proyek, tingkat kesulitan pekerjaan, dan sistem borongan yang digunakan.

Apakah harga borongan rumah 2 lantai sama di setiap daerah?

Tidak sama. Harga borongan dapat berbeda di setiap wilayah karena dipengaruhi oleh upah tenaga kerja, harga material lokal, biaya transportasi, dan tingkat permintaan jasa konstruksi di daerah tersebut.

Bagaimana cara menghitung estimasi biaya bangun rumah 2 lantai?

Cara paling mudah yaitu mengalikan luas bangunan (m²) dengan harga borongan per m² sesuai sistem yang dipilih. Contohnya, rumah seluas 150 m² dengan harga borongan penuh Rp5.500.000 per m² punya estimasi biaya sekitar Rp825.000.000. Perhitungan ini masih berupa estimasi dan dapat berubah sesuai spesifikasi bangunan.