Cara Hitung Rencana Anggaran Biaya Proyek yang Akurat!

5
(4490)

Rencana Anggaran Biaya Proyek — Sebelum memulai proyek konstruksi, mau itu bangun atau renovasi butuh perencanaan detail dan matang agar tidak mengalami berbagai kendala seperti biaya membengkak atau pengerjaan proyek molor.

Adanya perencanaan, proyek konstruksi bisa berjalan lancar sesuai timeline yang sudah ditentukan dari awal.

Anda selaku pemilik proyek tidak perlu lagi menunggu lama untuk menempati hunian, karena pengerjaan proyek sesuai timeline. Sehingga, bisa dipastikan proyek siap tepat waktu dengan hasil sesuai ekspektasi Anda.

Untuk cakupan perencanaan proyek konstruksi cukup banyak dan butuh waktu yang tidak sedikit. Adapun cakupannya yaitu:

Menentukan tujuan proyek konstruksi dengan jelas
Melakukan studi kelayakan untuk menilai apakah proyek konstruksi layak dikerjakan
Melakukan survey langsung ke tempat proyek
Menyusun timeline pengerjaan yang realistis
Mengidentifikasi risiko proyek konstruksi
Membentuk tim proyek di lapangan 
Menyusun rencana anggaran biaya proyek

Salah satu perencanaan yang sangat penting dalam proyek konstruksi yaitu melakukan rencana anggaran biaya proyek dengan detail dan transparan sebelum memulai proyek.

Perencanaan anggaran biaya proyek yang tepat bisa menghindari risiko over budget yang bisa buat proyek berhenti di tengah jalan karena kehabisan anggaran.

Untuk membuat anggaran biaya proyek tidak bisa dilakukan berdasarkan estimasi kasar, butuh andil dari estimator yang ahli menyusun anggaran proyek.

Tidak jarang proyek konstruksi mengalami masalah seperti biaya membengkak karena rencana anggaran biaya proyeknya tidak jelas di awal.

Biar tidak mengalami masalah serupa, Anda bisa simak artikel MBD Kontraktor kali ini yang akan bahas lebih detail gimana caranya menghitung anggaran biaya proyek yang akurat.

Yuk, simak cara menghitung RAB yang tepat di pembahasan berikut ini, ya!

Baca Juga : Tips Menyiapkan Anggaran Membangun Rumah

4 Kesalahan Saat Menghitung Rencana Anggaran Biaya (RAB)

Rencana Anggaran Biaya Proyek

Sebelum ke pembahasan cara menghitung rencana anggaran biaya proyek yang akurat, Anda perlu tahu dulu beberapa kesalahan berikut yang sering terjadi saat menghitung RAB proyek konstruksi.

Berikut ini 4 kesalahan tersebut yang perlu Anda tahu agar tidak melakukan kesalahan serupa:

Tidak Menghitung Detail Volume Pekerjaan

Kesalahan yang paling sering terjadi saat menghitung RAB proyek yaitu tidak menghitung detail volume pekerjaan dengan detail. Hal ini dikarenakan banyak orang hanya menggunakan estimasi kasar saat menghitung RAB.

Padahal, tiap proyek konstruksi punya kebutuhan yang berbeda. Walaupun luas bangunannya sama biayanya bisa berbeda tergantung desain, spesifikasi material, hingga tingkat kerumitan pekerjaannya.

Tanpa adanya perhitungan volume pekerjaan yang detail, buat hasil RAB jadi berbeda dengan di lapangan.

Akibatnya, biaya terlihat murah di awal namun membengkak saat proyek berjalan. Makanya, perhitungan volume harus detail dan sesuai gambar kerja serta spesifikasi teknis.

Mengabaikan Kenaikan Harga Material & Upah Tenaga Kerja

Kesalahan selanjutnya yaitu tidak adanya antisipasi soal kenaikan harga material dan upah tenaga kerja.

Harga bahan material bisa berubah seiring waktu, terlebih lagi jika proyek konstruksi berjalan dalam jangka waktu yang cukup lama.

Banyak orang yang menghitung rencana anggaran biaya proyek menggunakan harga material saat ini tanpa mempertimbangkan kenaikan harga di kemudian hari. Hal tersebut buat anggaran jadi tidak realistis, sehingga menimbulkan biaya tak terduga.

Solusi untuk mengantisipasi kesalahan tersebut, Anda harus menyiapkan biaya cadangan atau menggunakan estimasi harga yang lebih aman.

Selain itu, Anda juga bisa bekerja sama dengan kontraktor berpengalaman seperti MBD Kontraktor yang bisa bantu meminimalisir risiko biaya membengkak karena mereka sudah punya data harga pasar yang lebih akurat.

Tidak Membuat Biaya Tak Terduga

Banyak orang beranggapan kalau isi rencana anggaran biaya proyek hanya biaya material dan upah tenaga kerja saja.

Padahal, tiap proyek konstruksi berisiko mengalami biaya tak terduga yang muncul secara tiba-tiba. Adapun penyebabnya disebabkan:

➡️Kondisi tanah yang berbeda dari perkiraan awal
➡️Perubahan desain
➡️Tambahan pekerjaan
➡️Kendala teknis lainnya

Kesalahan yang sering terjadi saat menjalankan proyek konstruksi yaitu tidak ada biaya tak terduga. Alhasil, saat ada kendala yang terjadi di luar rencana, pengerjaan proyek jadi terhambat karena dananya tidak cukup.

Makanya, saat buat RAB proyek konstruksi harus buat biaya tak terduga sekitar 5-10% dari total anggaran. Dengan begitu, proyek tetap berjalan lancar tanpa mengganggu cash flow dan tidak mengorbankan kualitas bangunan.

Menyusun RAB Tanpa Gambar & Spesifikasi yang Jelas

rencana anggaran biaya proyek yang disusun tanpa berdasarkan gambar kerja dan spesifikasi teknis yang jelas bisa menimbulkan masalah.

Banyak pemilik proyek hanya memberikan gambaran umum saja, lalu meminta estimasi biaya. Hasilnya jadi tidak akurat dan mengakibatkan over budget.

RAB yang akurat dibuat berdasarkan gambar arsitektur dan struktur yang detail, lengkap dengan spesifikasi material dan metode pekerjaan. Dengan begitu, risiko pembengkakan biaya bisa diminimalisir.

Itulah beberapa kesalahan yang sering terjadi saat menghitung RAB proyek konstruksi. Biar tidak mengalami kesalahan serupa, Anda bisa simak cara hitung rencana anggaran biaya proyek konstruksi yang akurat di pembahasan berikut ini, ya!

Baca Juga : Cara Membaca RAB (Rencana Anggaran Biaya) yang Benar

Stop Asal Buat Rencana Anggaran Biaya Proyek! Ini Cara yang Akurat & Tepat

Rencana Anggaran Biaya Proyek

Seperti di pembahasan sebelumnya, untuk menghitung rencana anggaran biaya proyek konstruksi butuh ketelitian agar hasilnya sesuai dengan di lapangan.

Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menghitung RAB proyek konstruksi yang tepat!

Hitung Volume Setiap Item Pekerjaan

Jika gambar kerja sudah siap, maka selanjutnya menghitung volume pekerjaan dengan rinci.

Untuk volume pekerjaannya mencakup seluruh elemen konstruksi mulai dari persiapan, struktur, arsitektur, hingga finishing. Adapun contohnya yaitu:

➡️Volume pondasi dihitung berdasarkan panjang, lebar, dan kedalaman
➡️Volume dinding dihitung dari luas dikurangi bukaan pintu dan jendela
➡️Volume lantai dihitung dari luas area yang akan dipasang material

Kesalahan yang sering dilakukan banyak orang saat memulai proyek konstruksi yaitu selalu melewatkan beberapa pekerjaan kecil yang terlihat sepele, padahal kalau dikumpulkan bisa menambah biaya.

Semakin detail perhitungan volumenya, semakin akurat RAB yang dibuat.

Menentukan Harga Satuan Material & Upah Tenaga Kerja

Cara selanjutnya yaitu menentukan harga satuan untuk tiap item pekerjaan. Harga satuan terbagi menjadi dua bagian yaitu harga material dan upah tenaga kerja.

Untuk mendapatkan harga yang akurat, Anda bisa lakukan berikut:

✔️Menggunakan harga material terbaru sesuai lokasi proyek
✔️Menyesuaikan upah dengan standar tenaga kerja setempat
✔️Menghitung kualitas material yang digunakan

Kalau bisa jangan pilih harga terlalu murah hanya agar anggaran lebih murah. Perlu Anda tahu, kalau harga yang tidak realistis bisa menimbulkan masalah di tengah proyek berlangsung.

Lebih disarankan menggunakan harga aman yang sesuai dengan kondisi pasar.

Buat Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP)

Agar perhitungan rencana anggaran biaya proyek konstruksi lebih akurat, tiap item pekerjaan dihitung menggunakan Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP).

AHSP ini berisi rincian kebutuhan material, tenaga, dan alat untuk menyelesaikan pekerjaan proyek konstruksi.

Contohnya untuk pekerjaan pasangan bata, AHSP nya mencakup kebutuhan bata, semen, pasir, dan upah tukang. Dengan cara ini, biaya tiap pekerjaan bisa dihitung secara logis dan transparan.

AHSP dapat membantu memastikan bahwa RAB tidak hanya berupa angka, namun punya dasar perhitungan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Menghitung Total Biaya Tiap Item Pekerjaan

Setelah volume dan harga satuan ditentukan, cara berikutnya yaitu mengalikan keduanya untuk mendapatkan total biaya tiap item pekerjaan. Semua item nantinya dijumlahkan untuk mendapatkan total biaya proyek konstruksi,

Pada tahap ini, Anda harus mengecek ulang perhitungan agar tidak terjadi kesalahan saat menghitung. Jika ada kesalahan kecil dalam RAB bisa berdampak besar pada total anggaran proyek.

Baca Juga : Trik Menghindari Over Budget saat Menyusun Rencana Anggaran Bangunan

Itulah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menghitung rencana anggaran biaya proyek konstruksi.

Jika Anda berencana mau renovasi atau bangun rumah, bisa banget buat percayakan MBD Kontraktor untuk wujudkan hunian impian Anda selama ini!

Tenang saja, tim kami berpengalaman dalam membuat RAB sehingga hasilnya realistis dan akurat. Tidak ada lagi drama biaya membengkak.

Tertarik kerja sama dengan MBD Kontraktor? Anda bisa langsung konsultasi GRATIS bersama tim kami!

Seberapa bermanfaat postingan ini untuk Anda?

Klik bintang untuk memberikan penilaian Anda!

Berdasarkan penilaian 4490 orang, rating rata-rata saat ini: 5

Belum ada yang memberi suara. Jadilah yang pertama menilai postingan ini!

Karena kamu merasa tulisan ini bermanfaat...

Ikuti kami juga di media sosial, yuk!

Mohon maaf jika artikel ini kurang membantu

Bantu kami jadi lebih baik!

Apa yang bisa kami perbaiki dari tulisan ini?

Farah Fadhillah Khairani
Farah Fadhillah Khairani