Catat! Daftar Harga Material Bangunan Ini Sering Naik

Daftar Harga Material Bangunan
5
(2901)

Daftar Harga Material Bangunan — Kondisi ekonomi yang tidak stabil saat ini membuat berbagai harga bahan naik, termasuk harga material bangunan.

Dilansir Reclea Brick, harga bahan material yang naik membuat total biaya pembangunan rumah juga ikut naik bahkan sampai puluhan persen dari anggaran yang sudah disusun dari awal.

Makanya saat menyusun anggaran pembangunan rumah, khususnya ketika membuat rincian biaya material bangunan ada baiknya Anda cari tahu terlebih dahulu daftar harga material bangunan apa saja yang sedang naik.

Dengan mengetahui daftar harga material bangunan, Anda bisa menyesuaikan biaya material dengan budget yang Anda punya sehingga anggaran pembangunan tidak over budget.

Bagi Anda yang ingin tahu daftar harga material bangunan apa saja yang sedang mengalami kenaikan, Anda bisa simak artikel MBD Kontraktor kali ini untuk pembahasan lebih lengkapnya, ya!

Baca Juga : Harga Material Bangunan Melonjak? Begini Cara Hematnya

Daftar Harga Material Bangunan ini Sering Mengalami Kenaikan!

Daftar Harga Material Bangunan

Sebelum memulai pembangunan rumah pastinya Anda perlu menyiapkan anggarannya terlebih dahulu, kan? Adapun salah satu isi anggaran bangun rumah yaitu biaya material.

Mengingat beberapa harga material bangunan sering mengalami kenaikan, mengharuskan Anda untuk mencari tahu daftar harga material bangunan apa saja yang biayanya naik.

Dengan memiliki daftar harga material bangunan, Anda lebih mudah menyusun anggaran pembangunan sehingga totalnya sesuai budget Anda.

Jika Anda sedang mencari daftar harga material bangunan apa saja yang sering naik, berikut penjelasan lebih detailnya:

Material Bangunan

Satuan

Kisaran Harga Terbaru

Semen Tiga Roda 50 kgper sakRp68.000 – Rp75.000
Semen Gresik 50 kgper sakRp70.000 – Rp80.000
Semen Holcim 50 kgper sakRp75.000 – Rp85.000
Besi Beton Polos 8 mmper batangRp44.000 – Rp51.000
Besi Beton Polos 10 mmper batangRp69.000 – Rp88.000
Besi Beton Ulir 12 mmper batangRp110.000 – Rp125.000
Pasir Corper m³Rp195.000 – Rp320.000
Pasir Pasangper m³Rp180.000 – Rp280.000
Batu Splitper m³Rp250.000 – Rp380.000
Bata Ringanper m³Rp480.000 – Rp620.000
Bata Merahper 1000 pcsRp750.000 – Rp1.200.000
Baja Ringan C75per batangRp95.000 – Rp115.000
Atap Spandekper meterRp75.000 – Rp95.000
Keramik 40×40per dusRp45.000 – Rp65.000
Cat Tembok 25 kgper emberRp250.000 – Rp450.000
Ready Mix K225per m³Rp800.000 – Rp820.000
Ready Mix K250per m³Rp825.000 – Rp845.000

Data harga material bangunan diambil dari beberapa distributor dan marketplace terbaru tahun 2026. Untuk harga pastinya bisa berbeda tergantung kota, jumlah pembelian, dan biaya pengiriman.

Dari daftar harga material bangunan di atas, ada 3 material yang mengalami kenaikan harga paling signifikan, diantaranya:

Besi Beton

Besi beton menjadi salah satu material yang mengalami kenaikan harga. Banyak kontraktor yang mengeluhkan harga besi beton terus berubah dalam waktu singkat.

Penyebab utama harga besi beton mengalami perubahan karena:

  • Harga baja global
  • Biaya impor bahan baku
  • Meningkatkan kebutuhan proyek infrastruktur

Semen

Semen juga mengalami kenaikan harga di seluruh daerah. Walaupun kenaikannya tidak semahal besi beton, namun karena material utama dampaknya sangat terasa pada total RAB pembangunan rumah.

Pasir & Batu Split

Material pasti dan batu split, yang mana berasal dari alam juga ikut mengalami kenaikan harga karena biaya transportasi dan keterbatasan stok tambang di beberapa daerah. Selain itu, permintaan proyek yang meningkat juga buat harga material juga ikut naik.

Baca Juga : Kenapa Harga Material Bangunan Naik? Ini Penyebab Utamanya!

Gimana Cara Baca Daftar Harga Bahan Bangunan yang Benar?

Daftar Harga Material Bangunan

Walaupun daftar harga material bangunan dalam bentuk tabel, namun Anda tetap perlu tahu lebih detail tiap rincian harganya agar tidak salah paham. Berikut cara baca daftar harga bahan bangunan yang benar!

Kenali Jenis Material yang Dicantumkan

Cara pertama saat membaca daftar harga material bangunan yaitu pahami jenis material yang tercantum. Biasanya, supplier akan membagi material berdasarkan beberapa kategori seperti:

  • Material struktur
  • Material dinding
  • Material atap
  • Material finishing
  • Material plumbing & listrik

Selain itu, Anda juga harus perhatikan merek dan spesifikasi materialnya. Misalnya, semen 50 kg dari merek tertentu punya harga yang berbeda dibanding merek lainnya.

Perhatikan Satuan Material

Salah satu hal yang paling penting saat membaca daftar harga bahan bangunan yaitu pahami satuannya. Banyak orang salah hitung karena mengira harga yang berlaku untuk jumlah tertentu, padahal satuannya berbeda.

Bedakan Harga Grosir & Eceran

Daftar harga bahan bangunan biasanya ada 2 jenis harga, diantaranya:

Harga Eceran — untuk pembelian satuan atau jumlah kecil
Harga Grosir — khusu untuk pembelian dalam jumlah besar

Jika proyek Anda cukup besar, disarankan membeli material dalam harga grosir karena lebih hemat.

Cek Apakah Harga Termasuk Ongkir

Banyak orang lupa menanyakan apakah harga material sudah termasuk ongkir atau belum. Padahal, ongkir material sangat mempengaruhi total biaya pembangunan. Biasanya, beberapa supplier mencantumkan harga:

  • Belum termasuk ongkir
  • Free ongkir area tertentu
  • Harga franco (sudah sampai lokasi)

Perhatikan Spesifikasi Material Bangunan

Biasanya, harga material bangunan dipengaruhi spesifikasi. Semakin tinggi kualitas materialnya, semakin mahal harganya.

Maka dari itu, saat baca daftar harga material bangunan pastikan spesifikasi material sudah sesuai kebutuhan proyek pembangunan.

Cek Tanggal Update Harga Material

Harga material bangunan sering berubah. Bahkan beberapa toko selalu update harga hampir setiap minggu, terutama untuk material besi dan semen. Makanya, saat membuat RAB jangan gunakan daftar harga material bangunan yang lama.

Kesimpulan

Harga material bangunan tahun 2026 memang sedang mengalami kenaikan di berbagai sektor, terutama besi beton, semen, pasir, dan ready mix. Kondisi ini membuat Anda harus lebih cermat saat menyusun anggaran pembangunan.

Jika Anda berencana mau bangun atau renovasi rumah, sebaiknya segera lakukan survey daftar harga material bangunan terbaru agar RAB sesuai budget Anda.

Jika Anda berencana mau bangun rumah sesuai budget, Anda bisa percayakan MBD Kontraktor sebagai ‘partner’ untuk mewujudkan hunian impian Anda.

Tertarik untuk diskusi lebih lanjut? Anda bisa konsultasi GRATIS sekarang bersama tim profesional kami!

Baca Juga : Rekomendasi Brand Bahan Bangunan Terbaik untuk Proyek Konstruksi

Pertanyaan Umum (FAQ)

Kenapa harga material bangunan sering naik?

Harga material bangunan biasanya naik karena dipengaruhi biaya bahan baku, harga BBM, distribusi, nilai tukar rupiah, serta tingginya permintaan proyek konstruksi.

Material bangunan apa yang paling sering mengalami kenaikan harga?

Beberapa material yang paling sering naik adalah besi beton, semen, pasir, batu split, baja ringan, dan ready mix karena penggunaannya sangat sering dalam proyek pembangunan.

Apakah harga material bangunan berbeda di setiap daerah?

Ya, harga material bangunan bisa berbeda tergantung lokasi, biaya pengiriman, stok material, dan kebijakan masing-masing supplier atau toko bangunan.

Kapan waktu terbaik membeli material bangunan?

Sebaiknya membeli material utama lebih awal sebelum proyek dimulai, terutama material yang harganya cepat berubah seperti besi dan semen.

Bagaimana cara menghemat biaya material bangunan?

Anda bisa menghemat dengan membuat RAB yang detail, membandingkan harga beberapa supplier, membeli material grosir, dan menggunakan jasa kontraktor yang berpengalaman.

Seberapa bermanfaat postingan ini untuk Anda?

Klik bintang untuk memberikan penilaian Anda!

Berdasarkan penilaian 2901 orang, rating rata-rata saat ini: 5

Belum ada yang memberi suara. Jadilah yang pertama menilai postingan ini!

Karena kamu merasa tulisan ini bermanfaat...

Ikuti kami juga di media sosial, yuk!

Mohon maaf jika artikel ini kurang membantu

Bantu kami jadi lebih baik!

Apa yang bisa kami perbaiki dari tulisan ini?