Jika Anda berencana mau bangun rumah 2 lantai dengan menggunakan sistem borongan, pastikan Anda mencari tahu terlebih dahulu berapa harga borongan rumah 2 lantai per m².
Hal ini dilakukan agar Anda lebih mudah menyesuaikan budget dengan harga jasanya. Sehingga tidak ada lagi kasus pembengkakan biaya yang dapat menimbulkan kerugian dari segi biaya hingga waktu.
Namun, perlu Anda ketahui kalau harga borongan rumah 2 lantai per m² berbeda-beda. Dilansi Linktown, ada 6 faktor mengapa total biaya pembangunan rumah 2 lantai bervariasi, diantaranya:
| Lokasi Pembangunan Rumah — Biasanya di daerah kota lebih mahal dibandingkan daerah pinggiran atau pedesaan. |
| Luas Bangunan — Faktor ini berkaitan langsung dengan jumlah material dan tenaga kerja yang dibutuhkan. Semakin luas rumah yang dibangun, maka semakin banyak kebutuhan dan biaya pembangunannya. |
| Tingkat Kesulitan Desain Rumah — Desain yang memiliki banyak detail biasanya butuh waktu dan keahlian untuk mengerjakannya. Tentunya hal ini memerlukan biaya yang tidak sedikit. |
| Kualitas Material yang Digunakan — Untuk bangun rumah 2 lantai butuh material berkualitas agar bangunan berdiri kokoh dan tahan lama dalam jangka panjang. |
| Biaya Jasa Kontraktor/Borongan — Untuk biaya jasa bervariasi, tergantung pengalaman, reputasi, dan cakupan pekerjaan yang dilakukan. |
| Mengurus Perizinan — Sebelum bangun rumah 2 lantai, jangan sampai Anda lupa mengurus perizinan dan menyiapkan biaya sekaligus dokumen yang dibutuhkan. |
Dapat disimpulkan dari beberapa faktor di atas, kalau harga borongan rumah 2 lantai per m² bervariasi dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk bangun rumah 2 lantai.
Jika Anda penasaran berapa estimasi harga borongan untuk bangun rumah 2 lantai di tahun 2026, Anda bisa simak rincian harganya di artikel MBD Kontraktor kali ini, ya!
Baca Juga : Harga Jasa Borongan Rumah per Meter: Murah atau Mahal?
Daftar isi
ToggleBerapa Harga Borongan Rumah 2 Lantai per M² Tahun 2026?
Agar tidak salah menyusun RAB, berikut ini estimasi harga borongan rumah 2 lantai per m² tahun 2026 yang bisa Anda jadikan referensi untuk menghitung estimasi biaya jasa borongan.
Daftar Harga Borongan Berdasarkan Jenis & Spesifikasi Bangunan
Berikut daftar harga borongan untuk bangun rumah 2 lantai berdasarkan jenis borongan dan spesifikasi bangunan rumah:
Jenis Borongan | Spesifikasi Bangunan | Estimasi Harga per m² |
| Borongan Tenaga | Tenaga kerja saja | Rp1.400.000 – Rp2.000.000 |
| Borongan Material + Tenaga | Standar | Rp4.500.000 – Rp5.500.000 |
| Borongan Material + Tenaga | Menengah | Rp5.500.000 – Rp6.800.000 |
| Borongan Material + Tenaga | Premium | Rp6.800.000 – Rp8.500.000 |
| Borongan Rumah Modern Minimalis | Finishing menengah | Rp5.800.000 – Rp7.000.000 |
| Borongan Rumah Modern Premium | Material premium | Rp7.000.000 – Rp9.500.000 |
📝Catatan
Harga borongan di atas merupakan estimasi rata-rata di tahun 2026, dan bisa berbeda di setiap daerah maupun pihak kontraktor/borongan.
Daftar Harga Borongan Berdasarkan Luas Bangunan
Jika Anda menggunakan harga borongan berdasarkan luas bangunan, biasanya perhitungannya berbeda. Berikut daftar harga borongan untuk bangun rumah 2 lantai berdasarkan luas bangunan:
Luas Bangunan | Harga Rp4.500.000/m² | Harga Rp5.500.000/m² | Harga Rp6.500.000/m² |
| 80 m² | Rp360.000.000 | Rp440.000.000 | Rp520.000.000 |
| 100 m² | Rp450.000.000 | Rp550.000.000 | Rp650.000.000 |
| 120 m² | Rp540.000.000 | Rp660.000.000 | Rp780.000.000 |
| 150 m² | Rp675.000.000 | Rp825.000.000 | Rp975.000.000 |
| 180 m² | Rp810.000.000 | Rp990.000.000 | Rp1.170.000.000 |
| 200 m² | Rp900.000.000 | Rp1.100.000.000 | Rp1.300.000.000 |
📝Catatan
Daftar harga di atas hanya memberikan gambaran total anggaran pembangunan jika Anda menggunakan sistem borongan penuh yang mana sudah mencakup material dan tenaga kerja.
Baca Juga : Harga Borongan Bangun Rumah 2 Lantai Terbaru 2026
Tips Menghemat Biaya Bangun Rumah 2 Lantai Menggunakan Sistem Borongan
Ada beberapa tips yang bisa Anda terapkan agar bisa menghemat biaya bangun rumah 2 lantai dengan menggunakan sistem borongan. Simak 5 tipsnya di penjelasan berikut:
Membuat Gambar Kerja & RAB Sebelum Memulai Proyek

Kesalahan yang sering terjadi saat bangun rumah 2 lantai yaitu memulai pembangunan dengan menggunakan denah sederhana.
Padahal, kontraktor/borongan atau tukang di lapangan butuh gambar kerja yang lengkap sebagai acuan untuk mengerjakan pembangunan.
Adanya gambar kerja, setiap detail bangunan sudah ditentukan sejak awal, mulai dari:
- Ukuran ruangan
- Struktur bangunan
- Detail finishing
Hal ini dapat mencegah perubahan pekerjaan di tengah proses pembangunan yang mana sering menjadi sumber utama pembengkakan biaya.
Selain harus buat gambar kerja, Anda juga harus membuat RAB secara detail dan transparan. Dokumen ini mempermudah Anda untuk mengetahui alokasi biaya setiap tahapan pembangunan sehingga anggaran lebih mudah dikontrol.
Memilih Sistem Borongan Penuh
Jika Anda ingin menghemat biaya sekaligus mengontrol anggaran yang keluar, maka sistem borongan penuh bisa Anda jadikan pilihan!
Dengan menggunakan sistem borongan penuh, semuanya ditangani mulai dari penyediaan material sekaligus tenaga kerja sesuai dengan spesifikasi yang sudah disepakati.
Keuntungan menggunakan sistem borongan penuh yaitu biaya pembangunan lebih pasti, tidak ada yang tersembunyi. Selain itu, Anda juga tidak perlu repot membeli material.
Tak hanya itu saja, pembelian material dalam jumlah banyak biasanya lebih murah karena pihak borongan punya daftar supplier. Hal ini tentunya dapat membuat biaya pembangunan lebih hemat dibandingkan membeli material eceran.
Menggunakan Desain Rumah yang Efisien

Ternyata, desain rumah punya pengaruh besar terhadap biaya pembangunan. Semakin rumit bentuk bangunannya, semakin banyak material, waktu, dan tenaga kerja yang dibutuhkan.
Untuk menghemat biaya pembangunan, Anda bisa pilih desain rumah 2 lantai yang sederhana namun fungsional. Biasanya, bentuk bangunan simetris, minim ornamen, dan punya struktur yang efisien.
Konsep rumah 2 lantai modern minimalis sering menjadi pilihan banyak orang karena mampu menampilkan kesan yang elegan tanpa perlu banyak menggunakan elemen tambahan.
Desain yang sederhana juga bisa mempercepat proses pembangunan, sehingga biaya tenaga kerja bisa terkendali.
Baca Juga : Harga Upah Borongan Rumah per Meter, Cek Sebelum Nyesal!
Menentukan Spesifikasi Material Bangunan

Perubahan spesifikasi material di tengah jalan dapat menyebabkan biaya membengkak. Contohnya, mengganti jenis lantai, kusen, atau finishing setelah pekerjaan berjalan dapat mengubah anggaran pembangunan.
Maka dari itu, tentukan spesifikasi material terlebih dahulu sebelum kontrak borongan ditandatangani. Pilih material yang sesuai dengan kebutuhan, kualitas yang diinginkan, dan anggaran Anda.
Selain itu, susun daftar material sejak awal juga dapat membantu kontraktor membuat perencanaan agar pembelian lebih efisien. Hal ini dapat meminimalisir keterlambatan pengadaan material maupun pembelian mendadak yang biasanya lebih mahal.
Jangan Merubah Selama Proses Pembangunan
Salah satu penyebab mengapa biaya pembangunan rumah 2 lantai membengkak yaitu adanya perubahan pekerjaan saat proyek berjalan.
Perubahan posisi ruangan, penambahan bangunan, penggantian material, hingga revisi desain membutuhkan biaya tambahan yang tidak sedikit. Selain bisa meningkatkan biaya, perubahan tersebut juga berpotensi memperpanjang durasi pembangunan.
Maka karena itu, pastikan seluruh kebutuhan sudah diputuskan sebelum pekerjaan dimulai.
Lakukan diskusi bersama kontraktor untuk membahas desain, spesifikasi material, tata letak ruangan, hingga detail finishing. Perencanaan yang matang membuat proses pembangunan berjalan lebih lancar dan sesuai anggaran yang sudah ditetapkan.
Kesimpulan
Dengan mengetahui harga borongan rumah 2 lantai per m² membantu Anda memperkirakan anggaran pembangunan sejak awal agar bisa mempersiapkan biaya secara lebih matang.
Untuk mendapatkan estimasi yang akurat sesuai desain, luas bangunan, dan spesifikasi material yang diinginkan, sebaiknya lakukan perhitungan bersama kontraktor profesional.
Ingin mengetahui estimasi biaya bangun rumah 2 lantai sesuai budget Anda? Konsultasikan kebutuhan Anda sekarang juga. Tim MBD Kontraktor siap memberikan konsultasi GRATIS beserta estimasi RAB.
Baca Juga : Terbaru! Harga Borongan Bangun Rumah per Meter Tahun 2026
Pertanyaan Umum (FAQ)
| Berapa harga borongan rumah 2 lantai per m² tahun 2026? Secara umum, harga borongan penuh rumah 2 lantai pada tahun 2026 berkisar antara Rp4.500.000 – Rp8.500.000 per m², tergantung spesifikasi bangunan. |
| Apakah harga borongan sudah termasuk material? Jika menggunakan sistem borongan penuh, harga sudah mencakup material dan tenaga kerja. Sementara borongan tenaga hanya mencakup biaya pekerja. |
| Berapa estimasi biaya membangun rumah 2 lantai ukuran 100 m²? Dengan kisaran harga Rp4.500.000–Rp8.500.000 per m², estimasi biaya pembangunan rumah 100 m² berkisar antara Rp450 juta – Rp850 juta. |
| Mengapa harga borongan rumah 2 lantai bisa berbeda? Perbedaan harga biasanya dipengaruhi oleh spesifikasi bangunan, kualitas material, tingkat kerumitan desain, serta lokasi proyek. |
| Bagaimana cara mengetahui estimasi biaya yang paling akurat? Cara terbaik yaitu membuat gambar kerja dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) berdasarkan kebutuhan proyek, sehingga estimasi biaya lebih sesuai dengan kondisi sebenarnya. |





